Partai Gerakan Mandiri Bangsa adalah salah satu partai politik di Indonesia. Partai ini didirikan pada Sabtu, 17 Januari 2026. Para inisiator pendirian partai tersebut diantaranya Andogo Wiradi, Ahmad Rofiq, dan Muhammad Sopiyan. Saat ini Ketua Umum Partai Gema Bangsa dijabat oleh Ahmad Rofiq.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
Partai Gerakan Mandiri Bangsa | |
|---|---|
| Singkatan | Gema Bangsa |
| Ketua umum | Ahmad Rofiq |
| Sekretaris Jenderal | Muhammad Sopiyan |
| Dibentuk | 26 Maret 2025 (2025-03-26) |
| Dipisah dari | Partai Perindo |
| Kantor pusat | Jl. Hang Jebat IV No.3, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12120 |
| Situs web | |
| partaigemabangsa.org | |
Partai Gerakan Mandiri Bangsa (disingkat Partai Gema Bangsa) adalah salah satu partai politik di Indonesia. Partai ini didirikan pada Sabtu, 17 Januari 2026. Para inisiator pendirian partai tersebut diantaranya Andogo Wiradi, Ahmad Rofiq, dan Muhammad Sopiyan. Saat ini Ketua Umum Partai Gema Bangsa dijabat oleh Ahmad Rofiq.[1][2]
Setidaknya tiga alasan utama berdirinya Partai Gema Bangsa, Pertama, Partai Gema Bangsa memiliki Visi mewujudkan Indonesia mandiri, maju, berdaulat, berbudaya, adil dan Makmur dengan semangat nasionalisme religius, Kedua Gema Bangsa mengusung gagasan desentralisasi Politik yaitu memberikan kewenangan kepada pengurus di daerah untuk menentukan arah politik di daerah sehingga dapat berkontribusi atas kemajuan daerah dengan menjadikan potensi kekayaan alam untuk kepentingan masyarakat. Dan ketiga agar partisipasi masyarakat dapat maksimal, sehingga dalam pengambilan keputusan sesuai dengan keinginan dan harapan rakyat di daerah.[3]