Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKatedral Pontianak
Artikel Wikipedia

Katedral Pontianak

Katedral Santo Yosef, Pontianak adalah sebuah gereja katedral Katolik yang berlokasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Gereja ini merupakan gereja induk dari Keuskupan Agung Pontianak dan menjadi tempat kedudukan resmi Uskup Agung Pontianak. Secara administratif Katedral Pontianak terletak di Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota. Katedral ini didedikasikan kepada Santo Yosef, suami Santa Perawan Maria dan pelindung Gereja Semesta.

gereja di Indonesia
Diperbarui 26 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Katedral Pontianak
Katedral Santo Yosef
Gereja Katedral Santo Yosef, Pontianak
Katedral Pontianak pada tahun 2026
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 0°1′37″S 109°20′2″E / 0.02694°S 109.33389°E / -0.02694; 109.33389Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 0°1′37″S 109°20′2″E / 0.02694°S 109.33389°E / -0.02694; 109.33389Lihat peta diperkecil
Informasi umum
LokasiJalan Patimura Nomor 195,[1]
Darat Sekip, Kota Pontianak, Kalimantan Barat
NegaraIndonesia
DenominasiGereja Katolik Roma
Jumlah anggota/umat±1.700 jiwa (2013)[2]
Sejarah
Didirikan9 Desember 1909
DedikasiSanto Yosef
Tanggal konsekrasi19 Maret 2015 (pasca renovasi)
Arsitektur
StatusKatedral
Status fungsionalAktif
Administrasi
ParokiKatedral
Keuskupan AgungPontianak
Klerus
Imam kepalaR.D. Alexius Alex Mingkar[3]
Imam rekanR.D. Paulinus Surip
R.D. Valerius Hilarion Tjhen Hendra

Katedral Santo Yosef, Pontianak adalah sebuah gereja katedral Katolik yang berlokasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Gereja ini merupakan gereja induk dari Keuskupan Agung Pontianak dan menjadi tempat kedudukan resmi Uskup Agung Pontianak. Secara administratif Katedral Pontianak terletak di Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota. Katedral ini didedikasikan kepada Santo Yosef, suami Santa Perawan Maria dan pelindung Gereja Semesta.

Bangunan gereja katedral ini diresmikan pada 19 Desember 2014 oleh Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Gereja ini diberkati pada 19 Maret 2015, bertepatan dengan Hari Raya Santo Yusuf menurut kalender liturgi Katolik Roma.[4] Pada awal perintisannya, Paroki Katedral Pontianak digembalakan oleh para imam Ordo Saudara Dina Kapusin (O.F.M. Cap.)

Gereja Katedral

Pembangunan gedung gereja pertama sebagai pusat paroki dimulai pada tahun 1908 oleh Prefek Apostolik Borneo Belanda, Jan Pacificus Bos, O.F.M. Cap., setelah dilakukan pembelian lahan yang diperuntukkan bagi pembangunan kompleks gerejawi yang mencakup gereja, pastoran, rumah yatim piatu, sekolah, tempat pemakaman, dan susteran. Gereja tersebut kemudian diberkati pada 9 Desember 1909, yang sekaligus menandai berdirinya paroki secara resmi. Sejak 17 November 1918, gereja ini berstatus sebagai gereja katedral, seiring dengan penahbisan Mgr. Bos, sebagai Vikaris Apostolik Borneo Belanda bergelar Uskup Tituler Capitolias. Dengan perubahan status tersebut, paroki ini resmi menjadi Paroki Katedral Pontianak.[5][6]

Renovasi

Seiring pertumbuhan jumlah umat serta kondisi fisik bangunan gereja lama yang kian tidak memadai, bangunan tersebut dibongkar pada tahun 2011 untuk memberi ruang bagi pembangunan gereja baru dengan kapasitas sekitar 3.000 umat. Gereja Santo Yosef yang baru dirancang dengan perpaduan unsur arsitektur Romawi dan Timur Tengah. Eksterior bangunan didominasi ornamen bermotif Dayak, sementara interiornya menampilkan nuansa Tionghoa yang dipadukan dengan gaya klasik Eropa. Perancangan eksterior gereja ini dilakukan oleh arsitek Ricky, yang juga dikenal sebagai perancang Masjid Raya Singkawang, sehingga memperkuat citra Kalimantan Barat sebagai wilayah dengan keberagaman etnis dan kehidupan antarumat beragama yang harmonis.[7]

Gereja Katedral Santo Yosef yang baru diresmikan pada 19 Desember 2014 oleh Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, meskipun pembangunan belum sepenuhnya selesai, terutama pada bagian eksterior dan area halaman. Peresmian ini dilakukan agar gereja dapat digunakan untuk perayaan Misa Natal 2014. Peresmian ini turut dihadiri oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.[4][8] Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Cornelis menyatakan bahwa Gereja Katedral Pontianak merupakan bangunan gereja Katolik terbesar di Asia Tenggara.[7]

Bangunan

Gedung Katedral Santo Yosef yang baru dibangun dengan perpaduan berbagai langgam arsitektur, terutama Romawi, Timur Tengah, Eropa klasik, Bizantium, dan sentuhan lokal Kalimantan Barat. Secara keseluruhan, bangunan ini merepresentasikan harmoni antara tradisi arsitektur Gereja universal dan identitas multikultural setempat.

Model bangunan mengacu pada arsitektur klasik Korintus, yang dicirikan pada penggunaan kubah bulat sebagai kubah utama, dengan sebuah kubah kecil (rotunda) di bagian atasnya. Konstruksi kubah utama menggunakan sistem rangka ruang (space frame). Bangunan ini juga mengadopsi unsur gaya Gotik serta terinspirasi patron arsitektur Bizantium abad ke-4.[9]

Eksterior gereja didominasi ornamen bernuansa Dayak, dengan ukiran khas yang mengelilingi dinding bangunan dan menegaskan identitas lokal Kalimantan Barat. Sementara itu, interior gereja menampilkan nuansa klasik Eropa yang kuat, diperkaya dengan kombinasi gaya Tionghoa. Cahaya alami masuk melalui kaca-kaca patri berukuran besar dan berwarna-warni yang dihiasi gambar-gambar kedua belas rasul, yang namanya ditulis dalam Bahasa Yunani dan Bahasa Indonesia.

Gedung katedral ini memiliki dua lantai utama yang digunakan untuk perayaan misa dan mampu menampung sekitar 3.000 umat. Selain itu, bangunan ini dilengkapi dengan basement yang berfungsi sebagai area parkir, Plaza Maria, ruang adorasi, serta ruang abu.[10]

Meskipun mengalami renovasi besar, tetapi tidak seluruh elemen bangunan merupakan material baru. Altar utama dan pintu utama gereja menggunakan kayu belian yang berasal dari pilar Gereja Katedral lama, sebagai bentuk penghormatan dan kesinambungan sejarah dengan bangunan sebelumnya. Di halaman gereja terdapat patung burung ruai dari kayu belian, sementara di pelataran berdiri patung Santo Yosef berukuran raksasa sebagai penanda visual dan simbolik katedral.[11]

Karya pastoral

Salah satu karya pastoral adalah Credit Union (CU) Muara Kasih yang diresmikan pada 15 Agustus 2012 oleh Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH. Keberadaan CU Muara Kasih diharapkan dapat menjadi 'pagar hidup' dengan membuat masyarakat sekitar lingkungan katedral, pusat paroki, memperoleh manfaat layanan dari gereja; keanggotaannya diperuntukkan untuk semua orang tanpa melihat suku, agama, atau kelompok tertentu.[2]

Peribadatan

Perayaan Ekaristi di Katedral Santo Yosef diselenggarakan secara rutin setiap hari. Misa harian dilaksanakan pada pukul 05.30 WIB, sementara Misa Sabtu sore diadakan pada pukul 18.00 WIB. Pada hari Minggu, Misa dirayakan sebanyak empat kali, yakni pada pukul 06.00, 08.30, 16.00, dan 19.00 WIB. Seluruh perayaan liturgi di gereja ini menggunakan bahasa Indonesia.[12]

Galeri

Eksterior
  • Tampak jauh dari Jalan Gajah Mada, 2026
    Tampak jauh dari Jalan Gajah Mada, 2026
  • Eksterior Katedral, 2026
    Eksterior Katedral, 2026
  • Eksterior Katedral, 2026
    Eksterior Katedral, 2026
  • Eksterior Katedral, 2022
    Eksterior Katedral, 2022
  • Tampak luar dari Jalan Ir. H. Juanda, 2026
    Tampak luar dari Jalan Ir. H. Juanda, 2026
  • Pelataran Katedral dengan dua tiang berornamen Dayak Kanayatn, 2016
    Pelataran Katedral dengan dua tiang berornamen Dayak Kanayatn, 2016
  • Menara Katedral
    Menara Katedral
  • Menara Katedral
    Menara Katedral
Interior
  • Pintu utama Katedral pada sisi dalam
    Pintu utama Katedral pada sisi dalam
  • Tampak dalam Katedral
    Tampak dalam Katedral
  • Tampak dalam Katedral
    Tampak dalam Katedral
  • Panti imam
    Panti imam
  • Panti imam setelah misa harian
    Panti imam setelah misa harian
  • Panti imam pada hari Minggu
    Panti imam pada hari Minggu
  • Kubah di sekitar panti imam
    Kubah di sekitar panti imam
  • Kubah di sekitar panti imam
    Kubah di sekitar panti imam
  • Altar utama
    Altar utama
  • Altar kecil (mobile)
    Altar kecil (mobile)
  • Panti paduan suara
    Panti paduan suara
  • Ambo/mimbar yang umumnya digunakan oleh komentator dan pemazmur
    Ambo/mimbar yang umumnya digunakan oleh komentator dan pemazmur
Fasilitas rohani di dalam gereja
  • Patung Santo Yusuf di sekitar pintu utama
    Patung Santo Yusuf di sekitar pintu utama
  • Patung Bunda Maria di sekitar pintu utama
    Patung Bunda Maria di sekitar pintu utama
Fasilitas di kompleks Katedral
  • Tampak luas Plaza Maria, 2026
    Tampak luas Plaza Maria, 2026
  • Tampak dekat Plaza Maria, 2026
    Tampak dekat Plaza Maria, 2026
  • Biara Kapusin Santo Fransiskus
    Biara Kapusin Santo Fransiskus

Referensi

  1. ↑ "Gereja Katedral St. Joseph". Foursquare. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-04-29. Diakses tanggal 2015-02-10.
  2. 1 2 "CU Muara Kasih Diharapkan Menjadi Pagar hidup". Majalah UKM. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-05. Diakses tanggal 2015-02-10.
  3. ↑ "Jokowi ke Katedral Pontianak". hidupkatolik.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-11. Diakses tanggal 2015-02-10.
  4. 1 2 "Peresmian Katedral St. Yoseph Pontianak". Sesawi.net.[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ "Sekilas tentang Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak". kasih-damai.blogspot.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-18. Diakses tanggal 2015-02-10.
  6. ↑ "Bishop Jan Pacificus Bos, O.F.M. Cap". Catholic-Hierarchy. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-24. Diakses tanggal 2015-02-10.
  7. 1 2 "Santo Josep, Katedral "Terbesar" di Asia Tenggara". Sinar Harapan Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-10. Diakses tanggal 2015-02-10.
  8. ↑ "Siang ini Gereja Katedral Pontianak Diresmikan". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-12-01. Diakses tanggal 2015-02-10.
  9. ↑ Setiadi, Firmus (2024). "Gereja Katedral Inkulturatif Sebagai Sarana Mewujudkan Persekutuan Umat". Porta Fidei. 1.
  10. ↑ "Wisata Religi di Katedral Santo Yosef, Gereja Tertua dan Terbesar di Kalbar". Warta Pontianak. 18 Desember 2023. Diakses tanggal 21 Januari 2026.
  11. ↑ "Melihat Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak: Terbesar di Asia Tenggara, Bernuansa Multietnis". InsidePontianak.com. 3 Maret 2024. Diakses tanggal 21 Januari 2026.
  12. ↑ "Jadwal Misa Keuskupan Agung Pontianak". Iman Katolik. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-06. Diakses tanggal 2015-02-10.

Lihat juga

  • Keuskupan Agung Pontianak
  • Daftar katedral di Indonesia

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pontianak Cathedral.
  • Katedral Pontianak di Instagram
  • l
  • b
  • s
Daftar paroki di Keuskupan Agung Pontianak
Dekanat Kota Pontianak
  • Katedral Santo Yoseph Pontianak
  • Gereja Santa Theresia, Delta Kapuas
  • Gereja Bunda Maria, Jeruju
  • Gereja Keluarga Kudus, Kota Baru
  • Gereja Maria Ratu Pencinta Damai, Pontianak
  • Gereja Gembala Baik, Seng Hie
  • Gereja Santa Sesilia, Pontianak Tenggara
  • Gereja Stella Maris, Siantan
  • Gereja Santo Agustinus, Sungai Raya
  • Gereja Santo Fidelis, Sungai Ambawang
  • Gereja Santo Hieronimus, Tanjung Hulu
Dekanat Landak
  • Gereja Santo Agustinus dan Santo Matias, Darit
  • Gereja Mater Dolorosa, Jelimpo
  • Gereja Santo Yusuf, Karangan
  • Gereja Santo Paulus dari Salib, Mandor
  • Gereja Santo Fransiskus Xaverius, Mempawah Hilir
  • Gereja Santo Petrus dan Paulus, Menjalin
  • Gereja Salib Suci, Ngabang
  • Gereja Santo Yohanes Pemandi, Pahauman
  • Gereja Santo Fransiskus Asisi, Pakumbang
  • Gereja Santo Yohanes Maria Vianney, Serimbu
  • Gereja Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, Simpang Tiga
  • Gereja Santo Christophorus, Sungai Pinyuh
Dekanat Singkawang
  • Gereja Santo Pius X, Bengkayang
  • Gereja Santo Mikael, Jagoi Babang
  • Gereja Santo Agustinus Hippo, Ledo
  • Gereja Santo Monfort, Monterado
  • Gereja Santa Maria, Nyarumkop
  • Gereja Santo Yosep, Pemangkat
  • Gereja Santo Yosep, Samalantan
  • Gereja Kristus Raja, Sambas
  • Gereja Santo Petrus, Sanggau Ledo
  • Gereja Santo Fransiskus Asisi, Singkawang
Lihat pula Daftar paroki di Indonesia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Gereja Katedral
  2. Renovasi
  3. Bangunan
  4. Karya pastoral
  5. Peribadatan
  6. Galeri
  7. Referensi
  8. Lihat juga
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia

persekutuan Gereja-gereja Protestan di Indonesia

Gereja di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

gereja di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026