Cetakan kertas adalah mekanisme awal untuk menetapkan hak cipta dari gambar bergerak dengan menyimpannya di Perpustakaan Kongres Amerika Serikat. Perusahaan milik Thomas Alva Edison merupakan perusahaan pertama yang mendaftarkan setiap bingkai dari film buatannya dalam bentuk cetakan kertas positif pada tahun 1893. Perpustakaan Kongres memproses dan memasukkan setiap film ke dalam katalog sebagai sebuah foto. Perpustakaan Kongres pun menerima ribuan cetakan kertas dari berbagai film selama lebih dari dua puluh tahun.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (November 2025) |

Cetakan kertas adalah mekanisme awal untuk menetapkan hak cipta dari gambar bergerak dengan menyimpannya di Perpustakaan Kongres Amerika Serikat. Perusahaan milik Thomas Alva Edison merupakan perusahaan pertama yang mendaftarkan setiap bingkai dari film buatannya dalam bentuk cetakan kertas positif pada tahun 1893. Perpustakaan Kongres memproses dan memasukkan setiap film ke dalam katalog sebagai sebuah foto. Perpustakaan Kongres pun menerima ribuan cetakan kertas dari berbagai film selama lebih dari dua puluh tahun.
Efek samping yang tidak disengaja tapi menguntungkan dari cetakan kertas adalah bahwa ketika film dan negatif aslinya telah membusuk atau hancur, cetakan kertasnya masih tersimpan dengan baik hingga dekade 1940-an. Ketika metode penyimpanan tersebut diakhiri pada tahun 1912, cetakan film dapat langsung didaftarkan hak ciptanya. Sejumlah film yang dibuat sebelum tahun 1912 hilang, karena elemen aslinya (contohnya, film nitrat) terlalu tidak stabil untuk dipreservasi. Namun, cetakan kertas juga tidak dapat diprediksi, sehingga cukup menyulitkan untuk diubah ke dalam bentuk lain.[1][2][3][4]