Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPantun Seloka
Artikel Wikipedia

Pantun Seloka

Pantun seloka, Pantun Saloka atau hanya disebut Seloka merupakan sastra lisan yang hingga saat ini masih dilestarikan di Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekitarnya. Kata seloka berasal dari bahasa Sansekerta 'sloka'. Seloka merupakan sebuah bait yang terdiri dari empat baris dan bersajak a-a-a-a serta dilantunkan dengan syair. Menurut Owen Sarumbi, salah satu budayawan Teringin, berpendapat bahwa seloka berawal dari kebiasaan orang-orang zaman dahulu, menurutnya orang-orang zaman dahulu memberikan nasihat ataupun sindiran berupa syair karena merasa malu atau sungkan untuk menyatakannya secara langsung.

Wikipedia article
Diperbarui 8 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025)
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini perlu ditulis ulang agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan membantu. Ada saran di halaman pembicaraan. (Oktober 2025)
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Pantun Seloka" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Pantun seloka, Pantun Saloka atau hanya disebut Seloka merupakan sastra lisan yang hingga saat ini masih dilestarikan di Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekitarnya. Kata seloka berasal dari bahasa Sansekerta 'sloka'. Seloka merupakan sebuah bait yang terdiri dari empat baris dan bersajak a-a-a-a serta dilantunkan dengan syair. Menurut Owen Sarumbi, salah satu budayawan Teringin, berpendapat bahwa seloka berawal dari kebiasaan orang-orang zaman dahulu, menurutnya orang-orang zaman dahulu memberikan nasihat ataupun sindiran berupa syair karena merasa malu atau sungkan untuk menyatakannya secara langsung.

Seloka dianggap sebagai seni budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Teringin, bahkan setiap tahunnya diadakan lomba seloka mulai dari tingkat pelajar hingga tingkat umum se-Kotawaringin Barat. Balai Bahasa Kalimantan Tengah juga rutin menyelenggarakan festival seloka setiap tahunnya di Pangkalan Bun guna melestarikan kesenian ini. Bahasa Teringin juga selalu diterapkan dalam susunan bait seloka dan dilantunkan dengan nada syair yang merdu dan khas sehingga menjadikannya sebagai kesenian tradisional masyarakat Teringin.

Struktur Pantun Seloka

Struktur Pantun Seloka

Jenis-jenis Pantun Seloka

Jenis-jenis Pantun Seloka

Contoh

Pantun Seloka
Sumber aliranSastra Melayu
Sumber kebudayaanMelayu Kuno (inventor budaya)
Versi regional
Indonesia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Struktur Pantun Seloka
  2. Jenis-jenis Pantun Seloka
  3. Contoh

Artikel Terkait

Pantun

Jenis puisi lama yang berasal dari Nusantara

Puisi lama

tiap bait, serta rima, dan irama. Jenis puisi lama yaitu mantra, pantun, karmina, seloka, gurindam, syair dan talibun. Puisi lama umumnya merupakan puisi

Bahasa Melayu Kotawaringin

bagian dari rumpun bahasa Austronesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026