Panggung Sandiwara adalah serial televisi Indonesia produksi Persari Film yang ditayangkan perdana 16 Januari 1999 di SCTV. Serial ini dibintangi oleh Billy Boedjanger, Yuni Sulistyowati dan masih banyak lagi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Panggung Sandiwara | |
|---|---|
| Genre | |
| Sutradara | El Manik |
| Pemeran | |
| Lagu tema pembuka | "Panggung Sandiwara" Ahmad Albar |
| Penata musik | Purwacaraka |
| Negara asal | Indonesia |
| Bahasa asli | Bahasa Indonesia |
| Jml episode | 14 |
| Produksi | |
| Produser | Camelia Malik |
| Durasi | 60 Menit |
| Rumah produksi | Persari Film |
| Rilis asli | |
| Jaringan | SCTV |
| Rilis | 16 Januari (1999-01-16) – 17 April 1999 (1999-4-17) |
Panggung Sandiwara adalah serial televisi Indonesia produksi Persari Film yang ditayangkan perdana 16 Januari 1999 di SCTV. Serial ini dibintangi oleh Billy Boedjanger, Yuni Sulistyowati dan masih banyak lagi.
Keinginan Kelana untuk menyunting Bunga, gadis desa anak Pak Somad gagal karena pada acara lamaran Pak Herman, ayah tirinya, menghina keluarga itu di depan Pak Lurah, mereka dianggap tak pantas dan berpendidikan rendah. Sebenarnya Pak Herman berencana untuk mengawinkan Kelana dengan anak kandungnya, Rani, ia hamil dan pacarnya mati dibunuh oleh pengedar obat bius. Pak Somad menikahkan anaknya dengan Karjo. Di desa Sawahan Kelana tinggal dengan Pak Surya, seorang tokoh panutan dan disegani didesa itu, iapun hadir pada saat Pak Herman dan Ny. Winda datang untuk meminta maaf pada keluarga Somad, dengan harapan agar Kelana mau menikahi Rani. Pak Surya adalah pemilik perusahaan yang dikelola Pak Herman.
Karena dipaksa menikah dengan Karjo, Bunga bersikeras tidak mau menyerahkan kehormatannya, hal itu membuat Karjo frustrasi, ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan mabuk-mabukan, ia akhirnya meninggal dunia karena berkelahi. Sementara itu Kelana bersikap keras pada Rani dengan harapan agar ia menjadi ibu rumah tangga yang baik. Pak Salim berhasil membuka tabir di mana diketahui bahwa Kelana sebenarnya adalah anak kandung Pak Surya yang lahir dari rahim Hilda, istrinya yang meninggal karena kecelakaan. Kalau ternyata Kelana memang benar anak kandung Pak Surya, maka seluruh kekayaan Pak Surya jatuh ke tangan Kelana, termasuk perusahaan yang dikelola Pak Herman. Pak Surya mencoba terus memaksa Kelana-agar menikahi Bunga, Kelana menolak, ia tetap mempertahankan perkawinannya dengan Rani. Sementara Rani yang mempunyai kelainan dalam kandungannya meninggal dunia setelah menjalani operasi.
Hubungan antara Kelana dan Bunga akhirnya terjalin kembali dan mereka mempunyai sahabat cilik, Slamet, ia berperan banyak dalam menyatukan hubungan kedua kekasih tersebut.