Tidak ada kasus COVID-19 yang dilaporkan di Turkmenistan. Pemerintah berupaya untuk mengendalikan informasi terkait COVID-19 dan para ahli mencurigai penyebaran COVID-19 di negara itu tidak dilaporkan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Penyakit | COVID-19 |
|---|---|
| Galur virus | SARS-CoV-2 |
| Lokasi | Turkmenistan |
| Kasus terkonfirmasi | 0 |
| Kasus sembuh | 0 |
Kematian | 0 |
Tidak ada kasus COVID-19 yang dilaporkan di Turkmenistan.[1] Pemerintah berupaya untuk mengendalikan informasi terkait COVID-19 dan para ahli mencurigai penyebaran COVID-19 di negara itu tidak dilaporkan.[2]
Pemerintah Turkmenistan secara resmi menyatakan bahwa tidak ada kasus COVID-19 di dalam negeri.[3] Pemerintah mengimplementasikan berbagai tindakan preventif, seperti pembatasan perjalanan internasional, penutupan perbatasan, serta promosi penggunaan masker. Namun, masker tersebut disebut sebagai “pelindung dari debu,” bukan sebagai alat pencegah virus.
Terdapat laporan bahwa pemerintah melarang penggunaan kata "coronavirus" dalam publikasi resmi dan papan informasi, yang menimbulkan kekhawatiran tentang transparansi informasi.[4]
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengirim misi ke Turkmenistan pada Juli 2020. Meskipun tidak ada laporan kasus yang dikonfirmasi, WHO merekomendasikan agar negara tersebut bertindak seolah-olah virus telah menyebar secara lokal dan memperkuat pengawasan serta kapasitas laboratorium.[5]
Para pakar kesehatan internasional meragukan klaim nihil kasus tersebut, terutama karena negara tetangga seperti Iran dan Kazakhstan memiliki ribuan kasus. Beberapa laporan menyebutkan lonjakan kasus penyakit pernapasan akut yang tidak dijelaskan secara terbuka.[6]