Pandemi COVID-19 di Bahrain adalah bagian dari pandemi seluruh dunia dari penyakit koronavirus 2019 yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut berat koronavirus 2. Virus tersebut terkonfirmasi mencapai Bahrain pada 21 Februari 2020. Pada 9 Juni, terdapat total 15.731 kasus terkonfirmasi, di mana 10.606 sembuh dan 29 meninggal. Sebanyak 378.235 tes dilakukan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Penyakit | COVID-19 |
|---|---|
| Galur virus | SARS-CoV-2 |
| Lokasi | Bahrain |
| Kasus pertama | Manama |
| Tanggal kemunculan | 21 Februari 2020 (6 tahun, 2 bulan dan 3 hari) |
| Asal | Wuhan, Hubei, Tiongkok |
| Kasus terkonfirmasi | 16.200[1] |
Kasus dirawat | 5.060 |
| Kasus sembuh | 11.140[2] |
Kematian | 29[2] |
Tingkat kematian | 0.26% |
| Situs web resmi | |
| www | |
Pandemi COVID-19 di Bahrain adalah bagian dari pandemi seluruh dunia dari penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut berat koronavirus 2 (SARS-CoV-2). Virus tersebut terkonfirmasi mencapai Bahrain pada 21 Februari 2020.[3] Pada 9 Juni, terdapat total 15.731 kasus terkonfirmasi, di mana 10.606 sembuh dan 29 meninggal. Sebanyak 378.235 tes dilakukan.[1][2]