Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPandemi Covid-19 di Selandia Baru
Artikel Wikipedia

Pandemi Covid-19 di Selandia Baru

Pandemi koronavirus di Selandia Baru pertama kali tercatat pada tanggal 28 Februari 2020, yang mana pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Iran. Dalam penanganan wabah ini, Selandia Baru melakukan 4 langkah sistem peringatan. Penerapan sistem peringatan tersebut ialah tingkat 4 mulai berlaku pada pukul 23.59 Rabu, 25 Maret 2020; tahap 3 berlaku pukul 23.59 Senin, 27 April 2020; tahap 2 berlaku pukul 23.59 hari Rabu, 13 Mei 2020; dan tahap 1 mulai berlaku pukul 23.59 Senin, 8 Juni 2020.

tinjauan umum pandemi koronavirus 2019–2020 di Selandia Baru pada 2020
Diperbarui 10 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pandemi Covid-19 di Selandia Baru
Artikel ini memerlukan pemutakhiran informasi. Harap perbarui artikel dengan menambahkan informasi terbaru yang tersedia.
Pandemi koronavirus di Selandia Baru
Peta Kasus terkonfirmasi oleh dewan kesehatan distrik
Peta wabah di Selandia Baru oleh dewan kesehatan distrik
Peta Kematian di Selandia menurut dewan kesehatan distrik
PenyakitCOVID-19
Galur virusSARS-CoV-2
LokasiSelandia Baru
Kasus pertamaAuckland, Auckland
Tanggal kemunculan28 Februari 2020
(6 tahun, 1 bulan dan 4 minggu)
Kasus terkonfirmasi1.154 (total)
Kasus dirawat
1
Kasus dicurigai‡350 (total)
Kasus sembuh1.481
Kematian
22
Situs web resmi
www.covid19.govt.nz
‡ Kasus yang dicurigai belum dikonfirmasi karena galur ini sedang diteliti di laboratorium. Beberapa galur lain mungkin telah dicegah.

Pandemi koronavirus di Selandia Baru pertama kali tercatat pada tanggal 28 Februari 2020, yang mana pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Iran. Dalam penanganan wabah ini, Selandia Baru melakukan 4 langkah sistem peringatan. Penerapan sistem peringatan tersebut ialah tingkat 4 mulai berlaku pada pukul 23.59 Rabu, 25 Maret 2020; tahap 3 berlaku pukul 23.59 Senin, 27 April 2020; tahap 2 berlaku pukul 23.59 hari Rabu, 13 Mei 2020; dan tahap 1 mulai berlaku pukul 23.59 Senin, 8 Juni 2020.[1]

Kejadian

Kasus COVID-19 pertama kali di Selandia Baru tercatat pada 28 Februari 2020. Pasien pertama berumur 60-an, yang sebelumnya memiliki riwayat dari Iran melalui Bali, Indonesia. Pasien tersebut tiba di Auckland, Selandia Baru pada tanggal 26 Februari 2020. Setelah dinyatakan positif pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit Kota Auckland.[2][3] Akhir Maret 2020 total kasus terkonfirmasi COVID-19 di Selandia Baru adalah 647 orang.[4] Akhir April 2020, Selandia Baru mencatat jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.476 orang dengan rincian 1.129 terkonfirmasi positif dan 347 kemungkinan positif.[5] Pada tanggal 8 Juni 2020 tercatat bahwa kasus positif COVID-19 di Selandia Baru sejumlah 1.504 kasus dengan rincian 1.154 kasus positif dan 350 kemungkinan positif, dengan jumlah kematian sebanyak 22 kasus, dan 1.482 yang sembuh.[6]

Pengujian

Pada awal September 2021, Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield mengkonfirmasi bahwa Pemerintah memiliki rencana untuk memperluas pengujian air liur di wilayah perbatasan Auckland setelah berbulan-bulan tertunda saat hendak diluncurkan. Pengumuman ini mengikuti kritik dari ilmuwan peneliti Universitas Yale, Dr. Anne Wyllie, terhadap metode pengujian penyedia pengujian air liur Asia Pacific Healthcare Group.[7][8]

Sistem peringatan

Dalam penanganan wabah COVID-19 di Selandia Baru, negara ini menerapaka sistem peringatan pada berbagai tahapan seperti berikut:[1]

  • Tingkat 1 - Persiapan, hal ini dilakukan ketika wabah COVID-19 tidak terkendali di luar negeri dan penularan rumah tangga yang terisolasi dapat terjadi di negara tersebut. Langkah-langkah yang dapat diterapkan secara nasional dan daerah, antara lain:
    • Membatasi pintu masuk Selandia Baru untuk untuk meminimalkan risiko membawa COVID-19.
    • Pengujian intensif untuk COVID-19.
    • Penelusuran cepat terhadap penderita yang positif COVID-19.
    • Isolasi mandiri dan karantina.
    • Sekolah dan tempat kerja dibuka, dan harus beroperasi dengan aturan agar tetap aman.
    • Melakukan physical distancing.
    • Tidak ada batasan untuk pertemuan.
    • Tetap di rumah jika sedang sakit, melaporkan penyakit seperti gejala flu.
    • Mencuci dan mengeringkan tangan. Apabila batuk ditutup dengan siku dan tidak menyentuh wajah.
    • Tidak ada batasan untuk transportasi domestik dan menghindari transportasi umum atau bepergian jika sakit.
  • Tingkat 2 - Pengurangan, hal ini dilakukan apabila terjadi transmisi di dalam suatu kelompok masyarakat.
    • Penduduk dapat berinteraksi dengan teman dan keluarga serta dapat bersosialisasi dalam kelompok hingga 100 orang. Selain itu, masyarakat dapat berbelanja atau bepergian ke dalam negeri denganmengikuti panduan kesehatan masyarakat.
    • Menjaga jarak fisik antarpenduduk 2 meter dengan orang tidak kenal saat berada di tempat umum. Apabila ditempat yang terkendali, seperti tempat kerja menjaga jarak sekitar 1 meter.
    • Tidak lebih dari 100 orang pada acara komunal misal pernikahan, perayaan ulang tahun, dan pemakaman.
    • Sektor bisnis dapat dibuka untuk umum, dengan mengikuti panduan kesehatan masyarakat yaitu dengan menjaga jarak dan mencatat siapa saja yang melakukan interaksi.
    • Bisnis perhotelan harus melakukan pemisahkan kelompok pelanggan, tempat duduk, dan dilayani oleh satu orang. Pelayanan dilakukan maksimal 100 orang sekaligus.
    • Kegiatan olahraga dan rekreasi diperbolehkan, tetapi dilperhatikan kondisi pertemuan, pencatatan kunjungan, dan melakukan jarak fisik.
    • Tempat umum seperti museum, perpustakaan, dan kolam renang dapat dibuka dengan mematuhi langkah-langkah kesehatan masyarakat dan memastikan jarak 1 meter antarpengunjung dan melakukan pencatatan siapa saja yang berkunjung.
    • Tempat hiburan, termasuk bioskop, stadion, tempat konser, dan kasino dapat dikunjungi lebih dari 100 orang namun tidak pada ruang yang khusus, sehingga tidak bercampur.
    • Layanan perawatan kesehatan dan disabilitas beroperasi seperti biasa.
    • Anak-anak dapat pergi ke sekolah, baik dalam pembelajaran usia dini hingga pendidikan tinggi, tetapi terdapat aturan-aturan khusus di masing-masing tempat.
    • Orang yang berisiko tinggi menderita COVID-19, misalnya, orang-orang menderita penyakit medis lain yang tidak dapat dikendalikan dengan baik dan manula, didorong untuk mengambil tindakan pencegahan tambahan ketika meninggalkan rumah. Mereka dapat bekerja dengan menyesuaikan peraturan atasan agar tetap aman.
  • Tingkat 3 - Pembatasan, pada tahapan ini terjadi transmisi penyakit pada kelompok masyarakat dan terdapat klaster yang terjangkit.
    • Masyarakat diberikan himbauan untuk tinggal di rumah. Mereka akan keluar rumah apabila untuk bekerja, sekolah jika mereka harus atau untuk rekreasi lokal.
    • Melakukan penjarakan fisik dua meter di luar rumah termasuk di transportasi umum, atau 1 meter di lingkungan yang dikendalikan, misal sekolah dan tempat kerja.
    • Sekolah dengan siswa berumur 1 hingga 10 dan sekolah pendidikan anak usia dini dapat dibuka dengan aman tetapi memiliki kapasitas terbatas. Anak-anak harus belajar di rumah jika memungkinkan.
    • Orang harus bekerja dari rumah, dan dapat bekerja di luar apabila tidak mungkin.
    • Sektor bisnis dapat dibuka namun tidak ada interkasi secara fisik.
    • Rekreasi lokal berisiko rendah diperbolehkan.
    • Tempat umum ditutup, termasuk perpustakaan, museum, bioskop, food-court, tempat kebugaran, kolam renang, taman bermain, dan pasar.
    • Pertemuan hingga 10 orang diperbolehkan tetapi hanya untuk layanan pernikahan, pemakaman, dan tangihanga (upacara pemakaman tradisional).
    • Layanan kesehatan menggunakan konsultasi virtual dan non-kontak jika memungkinkan.
    • Perjalanan antar-daerah sangat terbatasada, misalnya, pekerja penting, dengan pengecualian terbatas untuk orang lain.
    • Orang-orang yang berisiko tinggi sakit parah seperti orang tua dan mereka yang memiliki kondisi medis didorong untuk tinggal di rumah dan mengambil tindakan pencegahan tambahan apabila meninggalkan rumah.
  • Tingkat 4 - Penyisihan, terdapat transmisi penyakit di dalam masyarakat, wabah menyebar dan terdapat klaster baru pasien.
    • Masyarakat dihimbau untuk tinggal di rumah.
    • Aktivitas rekreasi diperbolehkan di area lokal (tidak jauh) dengan mematuhi keamanan.
    • Perjalanan sangat dibatasi.
    • Semua pertemuan dibatalkan dan semua tempat umum ditutup.
    • Sektor bisnis ditutup kecuali untuk layanan penting, seperti supermarket, apotek, klinik, SPBU, dan fasilitas penunjang lainnya.
    • Fasilitas pendidikan ditutup.
    • Pendistribusian persediaan dan permintaan barang tetap dibuka.
    • Peningkatan layanan kesehatan.

Statistik

Berdasarkan data pada 2 Juni 2020, Selandia Baru tercatat total kasus positif sebanyak 1.504, 22 kasus yang meninggal, dan 1 kasus yang aktif.[9]

Dewan Kesehatan Distrik Kasus Tanggal kejadian[10]
Total Kematian Sembuh Aktif Kasus Pertama Kasus terakhir
Auckland 178 177 1 26 February 2020 1 Mei 2020
Bay of Plenty 47 47 0 21 Maret 2020 19 April 2020
Canterbury 164 12 152 0 17 Maret 2020 15 Mei 2020
Capital and Coast 95 2 93 0 14 Maret 2020 20 April 2020
Counties Manukau 132 132 0 4 Maret 2020 3 Mei 2020
Hawke's Bay 44 44 0 19 Maret 2020 27 April 2020
Hutt Valley 20 20 0 19 Maret 2020 5 April 2020
Lakes 16 16 0 17 Maret 2020 17 April 2020
MidCentral 32 32 0 19 Maret 2020 9 Mei 2020
Nelson Marlborough 49 48 0 20 Maret 2020 29 April 2020
Northland 28 28 0 17 Maret 2020 16 April 2020
South Canterbury 17 17 0 23 Maret 2020 25 April 2020
Southern 216 2 214 0 13 Maret 2020 17 April 2020
Tairāwhiti 4 4 0 26 Maret 2020 14 April 2020
Taranaki 16 16 0 16 Maret 2020 26 April 2020
Waikato 188 1 187 0 16 Maret 2020 10 Mei 2020
Wairarapa 8 8 0 19 Maret 2020 2 April 2020
Waitematā 236 4 232 0 2 Maret 2020 14 Mei 2020
West Coast 5 1 4 0 22 Maret 2020 5 April 2020
Whanganui 9 9 0 27 Maret 2020 19 April 2020
Selandia Baru 1.504 22 1.481 1

Profil kasus COVID-19 di Selandia Baru.

                    Kasus        Sembuh        Dirawat        Meninggal        Kasus aktif

Referensi

  1. 1 2 "COVID-19 Alert System". Unite against COVID-19 (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2020-06-02.
  2. ↑ "Coronavirus: First case of virus in New Zealand". Stuff (dalam bahasa Inggris). 2020-02-28. Diakses tanggal 2020-06-09.
  3. ↑ "Single case of COVID-19 confirmed in New Zealand". Ministry of Health NZ (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-06-09.
  4. ↑ "Covid-19: 74 people now recovered in NZ - Health Ministry". RNZ (dalam bahasa New Zealand English). 2020-03-31. Diakses tanggal 2020-06-09.
  5. ↑ "Coronavirus: 3 new cases of COVID-19 in New Zealand | Newshub". web.archive.org. 2020-04-30. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-04-30. Diakses tanggal 2020-06-09.
  6. ↑ "COVID-19 - current cases | Ministry of Health NZ". web.archive.org. 2020-06-08. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-08. Diakses tanggal 2020-06-09.
  7. ↑ Cheng, Derek (8 September 2021). "'Fumbling over saliva testing': Expert scientist questions whether Jacinda Ardern has been misinformed". The New Zealand Herald. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 September 2021. Diakses tanggal 8 September 2021.
  8. ↑ "Saliva test developer 'frustrated' by Government's slow uptake". 1 News. TVNZ. 6 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 September 2021. Diakses tanggal 8 September 2021.
  9. ↑ "COVID-19 - current cases". Ministry of Health NZ (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-06-02.
  10. ↑ "COVID-19 – current cases details". Ministry of Health NZ (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-03-29. Diakses tanggal 2020-05-12.
  • l
  • b
  • s
Pandemi Covid-19
  • SARS-CoV-2 (virus)
  • Penyakit koronavirus 2019 (Covid-19)
Lokasi
Afrika
Barat
  • Benin
  • Burkina Faso
  • Tanjung Verde
  • Gambia
  • Ghana
  • Guinea
  • Guinea Khatulistiwa
  • Pantai Gading
  • Liberia
  • Mali
  • Mauritania
  • Niger
  • Nigeria
  • Senegal
  • Sierra Leone
  • Togo
Selatan
  • Afrika Selatan
  • Botswana
  • Eswatini
  • Namibia
  • Zambia
Tengah
  • Angola
  • Kamerun
  • Republik Afrika Tengah
  • Republik Demokratik Kongo
  • Republik Kongo
Timur
  • Etiopia
  • Gabon
  • Jibuti
  • Kenya
  • Madagaskar
  • Mauritius
  • Mayotte
  • Rwanda
  • Réunion
  • Seychelles
  • Sudan
  • Sudan Selatan
  • Tanzania
  • Zimbabwe
Utara
  • Aljazair
  • Kepulauan Canaria
  • Libya
  • Maroko
  • Mesir
  • Tunisia
Amerika
Utara
dan
Tengah
  • Amerika Serikat
  • Anguilla
  • Antigua dan Barbuda
  • Aruba
  • Bahama
  • Barbados
  • Belanda Karibia
    • Bonaire
    • Saba
    • Sint Eustatius
  • Belize
  • Bermuda
  • Curaçao
  • Dominika
  • El Salvador
  • Greenland
  • Grenada
  • Guadeloupe
  • Guatemala
  • Haiti
  • Honduras
  • Jamaika
  • Kanada
  • Kepulauan Cayman
  • Kepulauan Turks dan Caicos
  • Kepulauan Virgin Amerika Serikat
  • Kepulauan Virgin Britania Raya
  • Kosta Rika
  • Kuba
  • Martinik
  • Meksiko
  • Montserrat
  • Nikaragua
  • Panama
  • Puerto Riko
  • Pulau Navassa
  • Republik Dominika
  • Saint Kitts dan Nevis
  • Saint Lucia
  • Saint Martin
  • Saint Pierre dan Miquelon
  • Saint Vincent dan Grenadine
  • Saint-Barthélemy
  • Sint Maarten
  • Trinidad dan Tobago
Selatan
  • Argentina
  • Brasil
  • Bolivia
  • Chili
  • Ekuador
  • Guyana
  • Guyana Prancis
  • Kolombia
  • Paraguay
  • Peru
  • Suriname
  • Uruguay
  • Venezuela
Asia
Barat
  • Arab Saudi
  • Armenia
  • Azerbaijan
  • Bahrain
  • Georgia
  • Irak
  • Iran
  • Israel
  • Kuwait
  • Lebanon
  • Oman
  • Palestina
  • Qatar
  • Suriah
  • Siprus
  • Turki
  • Uni Emirat Arab
  • Yaman
  • Yordania
Selatan
  • Afganistan
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • India
  • Maladewa
  • Nepal
  • Pakistan
  • Sri Lanka
Tengah dan Utara
  • Kazakhstan
  • Kirgizstan
  • Rusia
  • Tajikistan
  • Turkmenistan
  • Uzbekistan
Tenggara
  • Brunei Darussalam
  • Filipina
  • Indonesia
  • Kamboja
  • Laos
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Singapura
  • Thailand
  • Timor Leste
  • Vietnam
Timur
  • Tiongkok daratan
  • Hong Kong
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Korea Utara
  • Makau
  • Mongolia
  • Taiwan
Eropa
  • Albania
  • Andorra
  • Azerbaijan
  • Belarus
  • Bosnia dan Herzegovina
  • Britania Raya
    • Pulau Man
  • Georgia
  • Islandia
  • Kazakhstan
  • Kosovo
  • Liechtenstein
  • Makedonia Utara
  • Moldova
  • Monako
  • Montenegro
  • Rusia
  • San Marino
  • Serbia
  • Swiss
  • Turki
  • Ukraina
  • Vatikan
Uni Eropa
  • Austria
  • Belanda
  • Belgia
  • Bulgaria
  • Ceko
  • Denmark
  • Estonia
  • Finlandia
  • Hungaria
  • Irlandia
  • Italia
  • Jerman
  • Kroasia
  • Latvia
  • Lituania
  • Luksemburg
  • Malta
  • Norwegia
  • Polandia
  • Portugal
  • Prancis
  • Rumania
  • Slovenia
  • Slowakia
  • Spanyol
  • Swedia
  • Yunani
Oseania
  • Australia
  • Fiji
  • Guam
  • Hawaii
  • Kaledonia Baru
  • Kepulauan Mariana Utara
  • Kepulauan Marshall
  • Federasi Mikronesia
  • Papua Nugini
  • Polinesia Prancis
  • Samoa
  • Selandia Baru
  • Vanuatu
Kapal pesiar
  • Costa Smeralda
  • Diamond Princess
  • Grand Princess
  • MS Braemar
  • MS Westerdam
  • SuperStar Aquarius
  • World Dream
Penutupan
  • Argentina
  • Tiongkok
    • Hubei
  • Ceko
  • India
  • Italia
  • Malaysia
  • Paraguay
  • Spanyol
  • Venezuela
Lainnya
  • Antarktika
Institusi
Pusat Pengendalian dan
Pencegahan Penyakit
  • Amerika Serikat
  • Eropa
  • India
  • Indonesia
  • Korea Selatan
  • Singapura
  • Tiongkok
Rumah sakit
  • Pusat Medis Regional Gunung Dabie
  • Rumah Sakit Fangchang
  • Rumah Sakit Huoshenshan
  • Rumah Sakit Leishenshan
  • Rumah Sakit Pusat Wuhan
  • Hotel Xinjia Express
  • Wisma Atlet Kemayoran
Organisasi
  • Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Indonesia)
  • Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi
  • Komisi Kesehatan Nasional
  • Organisasi Kesehatan Dunia
  • Institut Virologi Wuhan (Tiongkok)
  • Institut Virologi Nasional India
  • Gugus Tugas Koronavirus Gedung Putih (AS)
  • Tim Tanggap COVID-19 Imperial College (Britania Raya)
Masalah
Masalah dan
pembatasan
  • Evakuasi
  • HAM
  • Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia
  • Kelangkaan barang terkait pandemi koronavirus
    • Ventilator
    • Ventilator sumber terbuka
    • Paru-paru buatan
  • Kesehatan Jiwa selama pandemi koronavirus
  • Misinformasi
  • Dampak pandemi Covid-19 di media sosial
  • Pembatasan perjalanan
  • Upaya negara
Pengobatan
  • Case Fatality Rate (CFR)
  • Pembatasan sosial
  • Penelitian pengobatan
  • Penelitian reposisi obat penyakit koronavirus 2019
  • Penelitian vaksin
    • Sputnik V
  • Tes penyakit
  • Pengendalian bahaya di tempat kerja
Sosial ekonomi
  • Dampak keuangan
    • Perang harga minyak
    • Penurunan pasar saham dunia
    • Senin Hitam (2020)
    • Kamis Hitam (2020)
  • Ilmu pengetahuan dan teknologi
    • Tenaga kesehatan
  • Kegiatan keagamaan
  • Olahraga
    • Olimpiade Musim Panas 2020
  • Pendidikan
  • Penerbangan dan pariwisata
  • Perfilman
  • Pertelevisian
  • Politik
    • Pembatasan Sosial Berskala Besar
  • Seni dan budaya
  • Xenofobia dan rasisme
  • Pembunuhan George Floyd terkait pandemi koronavirus 2019–2020
    • Unjuk rasa pembunuhan Floyd terkait pandemi koronavirus 2019–2020
  • Kerusuhan rasial Amerika Serikat 2020 terkait pandemi koronavirus 2019–2020
    • Black Lives Matter
Kronologi
  • Akhir 2019–awal 2020
  • Februari
  • Maret
  • April
  • Mei 2020
  • Respons Organisasi Kesehatan Dunia
Varian
Varian yang diwaspadai
  • Alpha
  • Beta
  • Gamma
  • Delta
  • Omicron
Varian yang diperhatikan
  • Lambda
  • Mu
  • Sebelumnya
    • Epsilon
    • Zeta
    • Eta
    • Theta
    • Iota
    • Kappa
Transmisi lintas-spesies
  • Cluster 5
Tokoh
Ahli kesehatan/
pelapor pelanggaran
  • Ai Fen
  • Corona Rintawan
  • Li Wenliang
  • Liu Wen
  • Xie Linka
  • Zhang Wenhong
Peneliti
  • Andrea Crisanti
  • Awang Bulgiba Awang Mahmud
  • Christian Drosten
  • Neil Ferguson
  • George F. Gao
  • Guan Yi
  • John Todd
  • Kentaro Iwata
  • Li Lanjuan
  • Luc Montagnier
  • Ma Xiaowei
  • Moncef Slaoui
  • Roberto Burioni
  • Sarah Gilbert
  • Shi Zhengli
  • Trudie Lang
  • W. Ian Lipkin
  • Wang Chen
  • Wang Guangfa
  • Yuen Kwok-yung
  • Zeng Guang
  • Zhong Nanshan
Pejabat
WHO
  • Tedros Adhanom (Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia)
  • Bruce Aylward (Ketua Tim Misi Covid-19 WHO-Tiongkok)
  • Maria Van Kerkhove (Technical Lead for Covid-19 response)
  • Michael J. Ryan (Direktur Eksekutif WHO Health Emergencies Programme)
Indonesia
  • Achmad Yurianto
Negara lain
  • Anders Tegnell (Swedia)
  • Angelo Borrelli (Italia)
  • Anthony Fauci (Amerika Serikat)
  • Ashley Bloomfield (Selandia Baru)
  • Catherine Calderwood (Skotlandia)
  • Chen Shih-chung (Taiwan)
  • Chris Whitty (Inggris)
  • Deborah Birx (Amerika Serikat)
  • Doni Monardo (Indonesia)
  • Fahrettin Koca (Turki)
  • Fernando Simón (Spanyol)
  • Francisco Duque III (Filipina)
  • Frank Atherton (Wales)
  • Gregor Smith (Skotlandia)
  • Jaap van Dissel (Belanda)
  • Jérôme Salomon (Prancis)
  • Jung Eun-kyeong (Korea Selatan)
  • Li Keqiang (Tiongkok)
  • Łukasz Szumowski (Polandia)
  • Noor Hisham Abdullah (Malaysia)
  • Sotiris Tsiodras (Yunani)
  • Theresa Tam (Kanada)
  • Tony Holohan (Irlandia)
Lainnya
  • Chen Qiushi
  • Li Zehua
Kematian
  • Daftar tokoh yang meninggal dunia
  • Portal Portal
  • Category Kategori
  • Commons page Commons

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kejadian
  2. Pengujian
  3. Sistem peringatan
  4. Statistik
  5. Referensi

Artikel Terkait

Tanggapan Uni Eropa terhadap pandemi Covid-19

disinformasi terkait pandemi koronavirus. Pada 11 Maret 2020, WHO telah menyatakan darurat pandemi koronavirus yang telah tersebar pada 110 negara, dengan

Covid-19

penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh SARS Coronavirus 2

Pandemi Covid-19 di Kepulauan Mariana Utara

Pandemi koronavirus di Kepulauan Mariana Utara pertama kali dikonfirmasi pada tanggal 28 Maret 2020 di Saipan. Sampai tanggal 17 April 2020, telah terkonfirmasi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026