Pandemi COVID-19 di Isle of Man adalah bagian dari pandemi seluruh dunia dari penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh sindrom penapasan akut berat koronavirus 2 (SARS-CoV-2). Virus tersebut dikonfirmasikan mencapai dependensi mahkota Britania Raya, Isle of Man, pada 19 Maret 2020, saat seorang pria yang kembali dari Spanyol melalui Liverpool dinyatakan positif. Penularan massal pertama kali dikonfirmasikan pada 22 Maret di pulau tersebut. Pada Desember 2020, terdapat 377 kasus terkonfirmasi COVID-19, di mana 345 sembuh dan 25 meninggal.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Penyakit | COVID-19 |
|---|---|
| Galur virus | SARS-CoV-2 |
| Lokasi | Isle of Man |
| Tanggal kemunculan | 19 Maret 2020 (6 tahun, 1 bulan dan 5 hari) |
| Asal | Wuhan, Hubei, Tiongkok |
| Kasus terkonfirmasi | 377[1] |
Kasus dirawat | 7 |
| Kasus sembuh | 345[1] |
Kematian | 25[1] (pada 31 Desember 2020) |
Tingkat kematian | 6.7% |
| Situs web resmi | |
| Isle of Man Government COVID-19 | |
Pandemi COVID-19 di Isle of Man adalah bagian dari pandemi seluruh dunia dari penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh sindrom penapasan akut berat koronavirus 2 (SARS-CoV-2). Virus tersebut dikonfirmasikan mencapai dependensi mahkota Britania Raya, Isle of Man, pada 19 Maret 2020, saat seorang pria yang kembali dari Spanyol melalui Liverpool dinyatakan positif.[2] Penularan massal pertama kali dikonfirmasikan pada 22 Maret di pulau tersebut.[3] Pada Desember 2020, terdapat 377 kasus terkonfirmasi COVID-19, di mana 345 sembuh dan 25 meninggal.[4]