Pandemi koronavirus 2019–20 dilaporkan menyebar ke Peru pada 6 Maret 2020 saat seorang pria berusia 25 tahun yang pernah berkunjung ke Spanyol, Prancis dan Republik Ceko dinyatakan positif. Pada 15 Maret 2020, Presiden Martín Vizcarra mengumumkan karantina wilayah seluruh negeri, menutup perbatasan, membatasi perjalanan domestik dan melarang operasi-operasi usaha tak berkepentingan, kecuali fasilitas kesehatan, gerai makanan, farmasi dan lembaga keuangan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Departemen-departemen dengan kasus koronavirus terkonfirmasi Terkonfirmasi 1–9 Terkonfirmasi 10–59 Terkonfirmasi 60–99 Terkonfirmasi 100–299 | |
| Penyakit | COVID-19 |
|---|---|
| Galur virus | SARS-CoV-2 |
| Lokasi | Peru |
| Kasus pertama | Lima |
| Tanggal kemunculan | 6 Maret 2020 (6 tahun, 1 bulan, 2 minggu dan 4 hari) |
| Asal | Republik Ceko, Prancis dan Spanyol |
| Kasus terkonfirmasi | 939.931 |
| Kasus sembuh | 730.595 |
Kematian | 35.317 |
| Situs web resmi | |
| https://covid19.minsa.gob.pe/sala_situacional.asp | |
Pandemi koronavirus 2019–20 dilaporkan menyebar ke Peru pada 6 Maret 2020 saat seorang pria berusia 25 tahun yang pernah berkunjung ke Spanyol, Prancis dan Republik Ceko dinyatakan positif.[1] Pada 15 Maret 2020, Presiden Martín Vizcarra mengumumkan karantina wilayah seluruh negeri, menutup perbatasan, membatasi perjalanan domestik dan melarang operasi-operasi usaha tak berkepentingan, kecuali fasilitas kesehatan, gerai makanan, farmasi dan lembaga keuangan.