Pandemi koronavirus 2019–2020 dikonfirmasikan mencapai Bosnia dan Herzegovina pada 5 Maret 2020 di Banja Luka, yang berasal dari Italia pada pandemi koronavirus 2020. Kemudian pada hari yang sama, kasus kedua terjadi pada putra dari kasus pertama. Pada 21 Maret, kematian pertama di negara tersebut akibat COVID-19 diumumkan di sebuah rumah sakit di Bihać. Pasien tersebut adalah seorang wanita lansia yang masuk rumah sakit pada dua hari sebelumnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Peta munisipalitas dengan kasus koronavirus terkonfirmasi (pada 22 April) | |
| Penyakit | COVID-19 |
|---|---|
| Galur virus | SARS-CoV-2 |
| Lokasi | Bosnia dan Herzegovina |
| Kasus pertama | Banja Luka |
| Tanggal kemunculan | 5 Maret 2020 (6 tahun, 1 bulan dan 3 minggu lalu) |
| Asal | |
| Kasus terkonfirmasi | 1374 |
| Kasus dicurigai‡ | tak disebutkan |
| Kasus sembuh | 461 |
Kematian | 53 |
| Situs web resmi | |
| ‡ Kasus yang dicurigai belum dikonfirmasi karena galur ini sedang diteliti di laboratorium. Beberapa galur lain mungkin telah dicegah. | |
Pandemi koronavirus 2019–2020 dikonfirmasikan mencapai Bosnia dan Herzegovina pada 5 Maret 2020 di Banja Luka, yang berasal dari Italia pada pandemi koronavirus 2020. Kemudian pada hari yang sama, kasus kedua terjadi pada putra dari kasus pertama.[1] Pada 21 Maret, kematian pertama di negara tersebut akibat COVID-19 diumumkan di sebuah rumah sakit di Bihać. Pasien tersebut adalah seorang wanita lansia yang masuk rumah sakit pada dua hari sebelumnya.[2]
Pada 22 April 2020, terdapat 1374 kasus koronavirus terkonfirmasi di Bosnia dan Herzegovina, 580 diantaranya berada di Republika Srpska,[3][4] 776 di Federasi Bosnia dan Herzegovina,[5][6] dan 18 di Distrik Brčko.[7]
Pada 17 Maret 2020, Dewan Menteri Bosnia dan Herzegovina mendeklarasikan keadaan darurat di seluruh Bosnia dan Herzegovina.[8]