Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pekan Olahraga Nasional 1948

Pekan Olahraga Nasional 1948 adalah edisi pertama Pekan Olahraga Nasional Indonesia yang diadakan di Kotapraja Surakarta pada 9–12 September 1948. Tanggal pembukaannya, 9 September, kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Olahraga Nasional.

edisi ke-1 dari Pekan Olahraga Nasional
Diperbarui 18 September 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pekan Olahraga Nasional I 1948
Tuan rumahSurakarta, Keresidenan Surakarta
Jumlah atlet600 atlet
Jumlah disiplin9 cabang olahraga
Upacara pembukaan9 September
Upacara penutupan12 September
Dibuka olehSoekarno
Presiden Republik Indonesia
Ditutup olehSri Sultan Hamengkubuwono IX
Ketua Komite Olahraga Republik Indonesia
Tempat utamaStadion Sriwedari Surakarta
Jakarta II →

Pekan Olahraga Nasional 1948 (PON I/1948) adalah edisi pertama Pekan Olahraga Nasional Indonesia yang diadakan di Kotapraja Surakarta pada 9–12 September 1948. Tanggal pembukaannya, 9 September, kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Olahraga Nasional.

Gelaran ini dilaksanakan di tengah Revolusi Nasional Indonesia yang sedang berlangsung. Sekitar 600 atlet bertanding pada 9 cabang olahraga yang memperebutkan 108 medali. Pesertanya bukan pada tingkat provinsi melainkan pada tingkat kota/kabupaten dan karesidenan, sebanyak 13 partisipan ikut serta. Juara umumnya adalah Keresidenan Surakarta dengan total medali sebanyak 36 medali.

Setelah dibentuk pada tahun 1946, Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) yang dibantu oleh Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) – keduanya telah dilebur dan saat ini menjadi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) – mempersiapkan para atlet Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Musim Panas XIV di London, Inggris, pada tahun 1948. Usaha Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Musim Panas pada saat itu menemui banyak kesulitan. PORI sebagai badan olahraga resmi di Indonesia pada saat itu belum diakui dan menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC), sehingga para atlet yang akan dikirim tidak dapat diterima dan berpartisipasi dalam acara olahraga sedunia tersebut. Pengakuan dunia atas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia yang belum diperoleh pada waktu itu menjadi penghalang besar dalam usaha menuju London. Paspor Indonesia pada saat itu tidak diakui oleh Pemerintah Inggris, sedangkan kenyataan bahwa atlet-atlet Indonesia hanya bisa berpartisipasi di London dengan memakai paspor Belanda tidak dapat diterima. Alasannya karena delegasi Indonesia hanya mau hadir di London dengan membawa nama Indonesia. Alasan yang disebut terakhir ini menyebabkan rencana kepergian beberapa anggota pengurus besar PORI ke London menjadi batal dan menjadi topik pembahasan pada konferensi darurat PORI pada tanggal 1 Mei 1948 di Solo.

Mengingat dan memperhatikan pengiriman para atlet dan beberapa anggota pengurus besar PORI ke London sebagai peninjau tidak membawa hasil seperti yang diharapkan semula, konferensi sepakat untuk mengadakan Pekan Olahraga yang direncanakan berlangsung pada bulan Agustus atau September 1948 di Solo. Pada saat itu PORI ingin menghidupkan kembali pekan olahraga yang pernah diadakan ISI pada tahun 1938 (yang terkenal dengan nama ISI Sportweek atau Pekan Olahraga ISI).

Dilihat dari penyediaan sarana olahraga, pada saat itu Surakarta telah memenuhi semua persyaratan pokok dengan adanya stadion Sriwedari yang dilengkapi dengan kolam renang. Pada saat itu Surakarta termasuk kota dengan fasilitas olahraga terbaik di Indonesia. Selain itu seluruh pengurus besar PORI berkedudukan di Surakarta sehingga hal inilah yang menjadi bahan-bahan pertimbangan bagi konferensi untuk menetapkan Kota Surakarta sebagai kota penyelenggara Pekan Olahraga Nasional yang pertama.

Selain itu PON I juga membawa misi untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa bangsa Indonesia dalam keadaan daerahnya dipersempit akibat Perjanjian Renville, masih dapat membuktikan sanggup mengadakan acara olahraga dengan skala nasional.

Pesta Olahraga

Upacara Pembukaan

Pembukaan PON pertama ini diresmikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno.

Upacara Penutupan

Acara penutupan dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX Selaku Ketua Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) (sebelum bergabung dengan KONI dan sejak 2007 menjadi Komite Olimpiade Indonesia).

Cabang Olahraga

  • Atletik
  • Bola keranjang
  • Bulutangkis
  • Sepak bola
  • Tenis
  • Renang (termasuk Polo Air)
  • Panahan
  • Bola Basket
  • Pencak Silat

Kota/Kabupaten/Karesidenan Peserta

  • Kota/Kabupaten Bandung
  • Kabupaten Banyuwangi
  • Keresidenan Jakarta
  • Keresidenan Kedu
  • Keresidenan Kediri
  • Keresidenan Madiun
  • Kota/Kabupaten Magelang
  • Keresidenan Malang
  • Keresidenan Semarang
  • Keresidenan Pati
  • Keresidenan Surabaya
  • Keresidenan Surakarta
  • Keresidenan Yogyakarta

Perolehan Medali

Perolehan Medali
Pekan Olahraga Nasional I 1948[1]
Rank Daerah Provinsi Emas Perak Perunggu Total
1Karesidenan Surakarta Jawa Tengah16101036
2Karesidenan Yogyakarta DI Yogyakarta119323
3Karesidenan Kediri Jawa Timur64212
4Bandung Jawa Barat3014
5Karesidenan Madiun Jawa Timur2529
6Magelang Jawa Tengah1258
7Karesidenan Malang Jawa Timur1124
8Karesidenan Semarang Jawa Tengah1045
9Karesidenan Pati Jawa Tengah1012
10Karesidenan JakartaDaerah Khusus Ibukota Jakarta Jakarta Raya0224
11Karesidenan Kedu Jawa Tengah0011
12Banyuwangi Jawa Timur0000
Keresidenan Surabaya Jawa Timur0000
Total423333108

Tabel perolehan medali Pekan Olahraga Nasional I 1948 berdasarkan provinsi

Perolehan Medali
Pekan Olahraga Nasional I 1948
Rank Provinsi Emas Perak Perunggu Total
1 Jawa Tengah19122152
2 DI Yogyakarta119323
3 Jawa Timur910625
4 Jawa Barat3014
5Daerah Khusus Ibukota Jakarta Jakarta Raya0224
Total423333108

Galeri

  • Lomba Lari pada PON I
    Lomba Lari pada PON I

Rujukan

  1. ↑ Perolehan medali PON I - 1948. Diarsipkan 2009-09-12 di Wayback Machine. 12 September 1948.

Pranala luar

  • Situs Web Resmi diambil menggunakan Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Pekan Olahraga Nasional
  • Surakarta 1948
  • Jakarta 1951
  • Sumatera Utara 1953
  • Sulawesi Selatan 1957
  • Jawa Barat 1961
  • Jakarta 19651
  • Jawa Timur 1969
  • Jakarta 1973
  • Jakarta 1977
  • Jakarta 1981
  • Jakarta 1985
  • Jakarta 1989
  • Jakarta 1993
  • Jakarta 1996
  • Jawa Timur 2000
  • Sumatera Selatan 2004
  • Kalimantan Timur 2008
  • Riau 2012
  • Jawa Barat 2016
  • Papua 20212
  • Aceh–Sumatera Utara 2024
  • NTB-NTT 2028
1 Dibatalkan karena G30S. 2 Rencananya dilangsungkan pada tahun 2020, diundur ke 2021 karena pandemi Covid-19.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Pekan Olahraga Nasional ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pesta Olahraga
  2. Upacara Pembukaan
  3. Upacara Penutupan
  4. Cabang Olahraga
  5. Kota/Kabupaten/Karesidenan Peserta
  6. Perolehan Medali
  7. Galeri
  8. Rujukan
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Pekan Olahraga Nasional

kompetisi olahraga di Indonesia

Pekan Olahraga Nasional 2008

edisi ke-17 dari Pekan Olahraga Nasional

Pekan Olahraga Nasional 2021

edisi ke-20 dari Pekan Olahraga Nasional

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026