Ornithoptera aesacus, atau kupu-kupu sayap burung obi, adalah spesies kupu-kupu sayap burung yang sangat langka dan endemik di Pulau Obi, Indonesia. Meskipun merupakan spesies yang sangat langka, mereka ditangkarkan dan diperdagangkan secara komersial.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kupu-kupu Sayap Burung Obi | |
|---|---|
| Jantan, spesimen awetan | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Arthropoda |
| Kelas: | Insecta |
| Ordo: | Lepidoptera |
| Famili: | Papilionidae |
| Genus: | Ornithoptera |
| Spesies: | O. aesacus |
| Nama binomial | |
| Ornithoptera aesacus Ney, 1903 | |
| Sinonim | |
|
| |
Ornithoptera aesacus, atau kupu-kupu sayap burung obi[3], adalah spesies kupu-kupu sayap burung yang sangat langka dan endemik di Pulau Obi, Indonesia.[4] Meskipun merupakan spesies yang sangat langka, mereka ditangkarkan dan diperdagangkan secara komersial.[butuh rujukan]
Epithet spesifik dari Ornithoptera aesacus, diambil dari nama Æsacus, putra tertua Priam.

Deskripsi aslinya adalah: aesacus Ney, F. (Felix) 1903 sebagai Troides priamus Bentuk aesacus. Referensi lengkapnya adalah Ney, F. 1903 Eine neue Troides-Form von Obi. Insekten-Börse 20 (5): 36., 1903.
Lokasi penyimpanan empat sintipe yang dikoleksi oleh J. Waterstradt pada bulan Mei 1902 tidak diketahui. Spesimen-spesimen tersebut pernah disimpan oleh Hermann Rolle, yang sebagian koleksinya dijual kepada Eugène Le Moult.
Ornithoptera aesacus merupakan anggota dari kelompok spesies Ornithoptera priamus. Kedua spesies ini sangat mirip, tetapi O. aesacus jantan memiliki kilau biru pirus yang cemerlang.
Klasifikasi Ornithoptera aesacus sebagai spesies belum mencapai konsensus penuh, dan terkadang dianggap sebagai subspesies dari Ornithoptera priamus oleh beberapa ahli, seperti Parsons (1996).

Kupu-kupu sayap burung Obi adalah satwa endemik di Pulau Obi di Indonesia.[4] Spesies ini mendiami hutan hujan tropis. Akibat pembalakan ekstensif di pulau tersebut, konservasi spesies ini menjadi perhatian, dan telah diklasifikasikan sebagai 'Rentan' (Vulnerable) oleh IUCN[1] Dua puluh tahun yang lalu, hewan ini merupakan spesies sayap burung paling langka di dunia. Spesies ini tetap terancam, tetapi kini telah ditangkarkan secara komersial.