Suku Nuristani adalah kelompok etnis yang berasal dari Provinsi Nuristan di Afganistan timur. mereka menuturkan sebuah bahasa Indo-Eropa yang disebut bahasa Nuristan. Pada pertengahan tahun 1890-an, setelah penetapan garis perbatasan Durand dengan India Britania, Amir Abdur Rahman Khan melancarkan kampanye militer di Nuristan yang berhasil mengislamkan penduduk Nuristan; semenjak itu wilayah ini disebut Nuristan yang berarti "Tanah Cahaya". Sebelumnya, mereka menganut kepercayaan Hinduisme Kuno. Beberapa praktik keagamaan non-Muslim masih bertahan di Nuristan hingga kini.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Penduduk desa Kautiak di Provinsi Nuristan bersama dengan komandan Amerika Serikat (kanan) | |
| Daerah dengan populasi signifikan | |
|---|---|
| Provinsi Nuristan | |
| Bahasa | |
| Bahasa Nuristan | |
| Agama | |
| Islam Sunni | |
| Kelompok etnik terkait | |
| Kalash |
Suku Nuristani adalah kelompok etnis yang berasal dari Provinsi Nuristan di Afganistan timur. mereka menuturkan sebuah bahasa Indo-Eropa yang disebut bahasa Nuristan.[1] Pada pertengahan tahun 1890-an, setelah penetapan garis perbatasan Durand dengan India Britania, Amir Abdur Rahman Khan melancarkan kampanye militer di Nuristan (saat itu dijuluki Kafiristan) yang berhasil mengislamkan penduduk Nuristan;[2][3] semenjak itu wilayah ini disebut Nuristan yang berarti "Tanah Cahaya".[4][5][6][7] Sebelumnya, mereka menganut kepercayaan Hinduisme Kuno.[8][9][10] Beberapa praktik keagamaan non-Muslim masih bertahan di Nuristan hingga kini.
Suku Nuristan berbeda dari suku Kalash dan Kho di Chitral, Pakistan, karena suku Nuristan sudah menjadi Muslim, sementara suku Kalash dan Kho masih menganut kepercayaan Hinduisme Kuno. Wilayah Nuristan telah dilanda perang selama beberapa dasawarsa, sehingga banyak penduduk asli Nuristan yang tewas.[11][12] Nuristan juga telah didatangi oleh pemukim-pemukim dari wilayah sekitar di Afganistan untuk mengisi kekosongan penduduk.[13][14]
Living in the high mountain valleys, the Nuristani retained their ancient culture and their religion, a form of ancient Hinduism with many customs and rituals developed locally. Certain deities were revered only by one tribe or community, but one deity was universally worshipped by all Nuristani as the Creator, the Hindu god Yama Raja, called imr'o or imra by the Nuristani tribes.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Prominent sites include Hadda, near Jalalabad, but Buddhism never seems to have penetrated the remote valleys of Nuristan, where the people continued to practice an early form of polytheistic Hinduism.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Up until the late nineteenth century, many Nuristanis practiced a primitive form of Hinduism. It was the last area in Afghanistan to convert to Islam—and the conversion was accomplished by the sword.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)