Eksodus pasca-revolusi Kuba adalah imigrasi orang-orang Kuba berkelanjutan yang berlangsung sepanjang beberapa dasawarsa dari pulau Kuba yang telah terjadi sejak kemunculan Revolusi Kuba pada 1959. Sepanjang eksodus, jutaan orang Kuba dari berbagai lapisan sosial berimigrasi dalam berbagai gelombang imigrasi, karena penindasan politik dan kekecewaan terhadap kehidupan di Kuba. Antara 1959 dan 2023, sekitar 2.9 juta orang Kuba berimigrasi dari Kuba.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bagian dari Kelanjutan Revolusi Kuba | |
Kuba terletak 90 mil (145 kilometer) selatan Florida di Amerika Serikat, tujuan yang dituju oleh banyak orang eksodus. | |
| Tanggal | 1959 – sekarang |
|---|---|
| Lokasi | |
| Penyebab | |
| Hasil | Gelombang emigrasi dan emigran lain yang meninggalkan Kuba |
Bagian dari seri mengenai |
|---|
| Sejarah Kuba |
| Kegubernuran Kuba (1511–1519) |
| Spanyol Baru (1535–1821) |
| Capitanía General de Cuba (1607–1898) |
| Pemerintahan Militer AS (1898–1902) |
| Republik Kuba (1902–1959) |
|
| Republik Kuba (1959–) |
| Garis waktu |
|
|
| Topik |
Eksodus pasca-revolusi Kuba adalah imigrasi orang-orang Kuba berkelanjutan yang berlangsung sepanjang beberapa dasawarsa dari pulau Kuba yang telah terjadi sejak kemunculan Revolusi Kuba pada 1959.[1][2][3][4] Sepanjang eksodus, jutaan orang Kuba dari berbagai lapisan sosial berimigrasi dalam berbagai gelombang imigrasi, karena penindasan politik dan kekecewaan terhadap kehidupan di Kuba.[5][6][7] Antara 1959 dan 2023, sekitar 2.9 juta orang Kuba berimigrasi dari Kuba.
Gelombang imigrasi pertama terjadi langsung setelah revolusi, disusul oleh Pelarian Kebebasan dari 1965 sampai 1973. Ini disusul oleh gelombang pengungsian Mariel (Mariel boatlift) tahun 1980 dan gelombang balseros yang berimigrasi menggunakan rakit setelah tahun 1994. Pada masa eksodus dari kuba, kebanyakan pengungsi menerima status hukum khusus oleh pemerintah AS, tetapi hak tersebut perlahan mulai dicabut pada 2010-an oleh presiden masa itu, Barack Obama.[8]
Imigran dalam eksodus tersebut yang dikenal sebagai "eksil Kuba" datang dari berbagai latar belakang dalam masyarakat Kuba, sering kali terefleksi dalam gelombang imigrasi yang mengikutsertakan mereka. Para eksil tersebut membangun komunitas Kuba yang terus melestarian budaya Kuba di luar negeri, serta mengumpulkan pengaruh politik di luar Kuba.[9] Pada 2022, sebanyak 1.312.510 eksil Kuba yang berada di Amerika Serikat tinggal di Florida (984.658), terutama di Miami-Dade County (643.954), tempat lebih dari sepertiga populasinya adalah orang Kuba atau keturunan kuba. Eksil lainnya berpindah tempat dan membentuk komunitas Kuba substansial di Texas (72.993), New Jersey (44.294), Nevada (30.808), California (25.172), New York (negara bagian) (18.197), dan Kentucky (14.652).[10]