Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Eksodus pasca-revolusi Kuba

Eksodus pasca-revolusi Kuba adalah imigrasi orang-orang Kuba berkelanjutan yang berlangsung sepanjang beberapa dasawarsa dari pulau Kuba yang telah terjadi sejak kemunculan Revolusi Kuba pada 1959. Sepanjang eksodus, jutaan orang Kuba dari berbagai lapisan sosial berimigrasi dalam berbagai gelombang imigrasi, karena penindasan politik dan kekecewaan terhadap kehidupan di Kuba. Antara 1959 dan 2023, sekitar 2.9 juta orang Kuba berimigrasi dari Kuba.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Eksodus pasca-revolusi Kuba
Eksodus pasca-revolusi Kuba
Bagian dari Kelanjutan Revolusi Kuba
Kuba terletak 90 mil (145 kilometer) selatan Florida di Amerika Serikat, tujuan yang dituju oleh banyak orang eksodus.
Tanggal1959 – sekarang
Lokasi Kuba
Penyebab
  • Oposisi Sosialisme
    • Reformasi lahan di Kuba
    • Periode Istimewa
  • Pembunuhan massal
  • Oposisi terhadap Fidel Castro
  • Represi politik
HasilGelombang emigrasi
  • Pengasingan emas
    • Operasi Peter Pan
  • Pengangkatan perahu Camarioca
  • Penerbangan Kebebasan
  • Pengangkatan perahu Mariel
  • Krisis kasau Kuba 1994
dan emigran lain yang meninggalkan Kuba
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Kuba
Kegubernuran Kuba (1511–1519)
Spanyol Baru (1535–1821)
Capitanía General de Cuba (1607–1898)
  • Perang Kemerdekaan Kuba
  • Perang Spanyol–Amerika
  • Traktat Paris
Pemerintahan Militer AS (1898–1902)
Republik Kuba (1902–1959)
  • Pasifikasi Kuba (1906–1909)
  • Pemberontakan Negro (1912)
  • Intervensi Gula (1917–1922)
  • Revolusi Kuba (1953–1959)
Republik Kuba (1959–)
  • Invasi Teluk Babi
  • Krisis Misil Kuba
  • Intervensi di Angola
  • Periode Istimewa
  • Pencairan Kuba
Garis waktu
    Topik
    • Sejarah militer
    • l
    • b
    • s

    Eksodus pasca-revolusi Kuba adalah imigrasi orang-orang Kuba berkelanjutan yang berlangsung sepanjang beberapa dasawarsa dari pulau Kuba yang telah terjadi sejak kemunculan Revolusi Kuba pada 1959.[1][2][3][4] Sepanjang eksodus, jutaan orang Kuba dari berbagai lapisan sosial berimigrasi dalam berbagai gelombang imigrasi, karena penindasan politik dan kekecewaan terhadap kehidupan di Kuba.[5][6][7] Antara 1959 dan 2023, sekitar 2.9 juta orang Kuba berimigrasi dari Kuba.

    Gelombang imigrasi pertama terjadi langsung setelah revolusi, disusul oleh Pelarian Kebebasan dari 1965 sampai 1973. Ini disusul oleh gelombang pengungsian Mariel (Mariel boatlift) tahun 1980 dan gelombang balseros yang berimigrasi menggunakan rakit setelah tahun 1994. Pada masa eksodus dari kuba, kebanyakan pengungsi menerima status hukum khusus oleh pemerintah AS, tetapi hak tersebut perlahan mulai dicabut pada 2010-an oleh presiden masa itu, Barack Obama.[8]

    Imigran dalam eksodus tersebut yang dikenal sebagai "eksil Kuba" datang dari berbagai latar belakang dalam masyarakat Kuba, sering kali terefleksi dalam gelombang imigrasi yang mengikutsertakan mereka. Para eksil tersebut membangun komunitas Kuba yang terus melestarian budaya Kuba di luar negeri, serta mengumpulkan pengaruh politik di luar Kuba.[9] Pada 2022, sebanyak 1.312.510 eksil Kuba yang berada di Amerika Serikat tinggal di Florida (984.658), terutama di Miami-Dade County (643.954), tempat lebih dari sepertiga populasinya adalah orang Kuba atau keturunan kuba. Eksil lainnya berpindah tempat dan membentuk komunitas Kuba substansial di Texas (72.993), New Jersey (44.294), Nevada (30.808), California (25.172), New York (negara bagian) (18.197), dan Kentucky (14.652).[10]

    Catatan

    1. ↑ Caribbean Migration Oversight Hearings Before the Subcommittee on Immigration, Refugees, and International Law of the Committee on the Judiciary, House of Representatives, Ninety-sixth Congress, Second Session, on Caribbean Migration, May 13, June 4, 17, 1980. U.S. Government Printing Office. 1981. hlm. 310.
    2. ↑ Sheehan, Sean; Jermyn, Leslie (2005). Cuba. Marshall Cavendish Benchmark. hlm. 63.
    3. ↑ The Greenwood Encyclopedia of Latino Literature. ABC-CLIO. 2008. hlm. 305. ISBN 9780313087004.
    4. ↑ Immigration and the Labor Force. U.S. Department of Labor, Bureau of Labor Statistics. 1980. hlm. 44.
    5. ↑ Pedraza, Silvia (September 2007). Political Disaffection in Cuba's Revolution and Exodus (PDF). Cambridge University Press. S2CID 152534369. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-02-04. Diakses tanggal 2021-01-30.
    6. ↑ Pedraza, Silvia (1998). "Cuba's Revolution and Exodus". The Journal of the International Institute. 5 (2). Diakses tanggal 2021-01-30.
    7. ↑ Radio Broadcasting to Cuba Hearings Before the Committee on Foreign Relations, United States Senate, Ninety-seventh Congress, Second Session · Parts 1-2. US Government Printing Office. 1983. hlm. 532.
    8. ↑ Powell, John (2005). "Cuban immigration". Encyclopedia of North American Immigration. Facts on File. hlm. 68–71. ISBN 9781438110127. Diakses tanggal 30 November 2016.
    9. ↑ "Cuban Exiles in America". pbs.org. PBS.
    10. ↑ "Ancestry". statistical atlas. Diakses tanggal 2016-03-22.

    Referensi

    • Miguel A. De La Torre. 2003. La Lucha for Cuba: Religion and Politics on the Streets of Miami. University of California Press.
    • Pedraza, Silvia 2007 Political Disaffection in Cuba's Revolution and Exodus (Cambridge Studies in Contentious Politics)) Cambridge University Press ISBN 0-521-68729-2 ISBN 978-0521687294

    Pranala luar

    • The Cuban Rafter Phenomenon: A Unique Sea Exodus
    • The Cuban Heritage Collection at The University of Miami
    • U.S. Congress set to Open Cuban Exiles' Passage to Island by Lesley Clark & Frances Robles, Miami Herald, February 24, 2009
    • Exiles Want to Expand U.S.-Cuba Relations by Damien Cave, The New York Times, April 8, 2009

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Catatan
    2. Referensi
    3. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Konferensi Asia–Afrika

    Konferensi antar negara pada tahun 1955

    Perang Vietnam

    konflik bersenjata di Vietnam, Laos, dan Kamboja antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan

    John F. Kennedy

    Presiden Amerika Serikat ke-35 (1961–1963)

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026