Oei Hiem Hwie adalah wartawan 1965, aktivis BAPERKI, dan tokoh literasi Indonesia. Ia merupakan pendiri Perpustakaan Medayu Agung yang berlokasi di Medokan Ayu, Surabaya, Jawa Timur. Pada 1965, Hwie dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ditahan secara berpindah-pindah di sejumlah penjara dan berakhir di Pulau Buru. Di sana, ia bertemu dan bersahabat dengan Pramoedya Ananta Toer, serta menjadi juru ketik dan editor buku-bukunya. Berkat jasanya, naskah-naskah Pram yang dianggap terlarang di era Orde Baru bisa diselundupkan dan keluar dari Pulau Buru, termasuk naskah asli Bumi Manusia yang menjadi bagian Tetralogi Buru.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Oei Hiem Hwie adalah wartawan 1965, aktivis BAPERKI, dan tokoh literasi Indonesia. Ia merupakan pendiri Perpustakaan Medayu Agung yang berlokasi di Medokan Ayu, Surabaya, Jawa Timur. Pada 1965, Hwie dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ditahan secara berpindah-pindah di sejumlah penjara dan berakhir di Pulau Buru. Di sana, ia bertemu dan bersahabat dengan Pramoedya Ananta Toer, serta menjadi juru ketik dan editor buku-bukunya. Berkat jasanya, naskah-naskah Pram yang dianggap terlarang di era Orde Baru bisa diselundupkan dan keluar dari Pulau Buru, termasuk naskah asli Bumi Manusia yang menjadi bagian Tetralogi Buru.