Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tarekat Naqsyabandiyah

Tarekat Naqsyabandiyah adalah salah satu tarekat Sufi utama dalam Islam Sunni, yang dinamai sesuai dengan pendirinya pada abad ke-14, Bahauddin al-Bukhari an-Naqsyabandi. Para pengikutnya, yang dikenal sebagai Naqshbandi, menelusuri garis keturunan spiritual (silsilah) mereka secara langsung kepada Nabi Muhammad melalui khalifah pertama, Abu Bakar, melalui Ja'far ash-Shadiq. Tarekat Naqsyabandiyah dikenal karena ketaatannya yang ketat terhadap Syariat dan praktik zikir diam yang diadopsi dari para guru Sufi di Asia Tengah pada masa sebelumnya.

salah satu tarekat dalam Islam
Diperbarui 12 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tarekat Naqsyabandiyah
Tarekat Naqsyabandiyah
الطريقة النقشبنديةcode: ar is deprecated
al-Ṭarīqa al-Naqshbandīyya
code: ar is deprecated
Makam pendiri tarekat Bahauddin al-Bukhari an-Naqsyabandi di Uzbekistan
SingkatanNaqsyabandiyah
JenisTarekat
PenggolonganSunni
WilayahAsia Tengah, Anak benua India, Timur Tengah
PendiriBahauddin al-Bukhari an-Naqsyabandi
DidirikanAbad ke-14
Kekaisaran Timuriyah
Bismillahir Rahmanir Rahim
Bagian dari sebuah serial tentang Islam
Sufisme dan Tarekat
Gagasan
  • Abdal
  • Ahwal
  • Baqa
  • Dzauq
  • Fakir
  • Fana
  • Hakikat
  • Ihsan
  • Insan Kamil
  • Karamah
  • Kasyf
  • Lataif
  • Manzilah
  • Makrifat
  • Nafs
  • Nur Iman
  • Qutb
  • Silsilah
  • Salik
  • Tazkiyatun-nafs
  • Wali
Praktik
  • Zikir
  • Hadrah
  • Muraqabah
  • Sama'
Tarekat Islam
  • Akbariyah
  • Ba 'Alawiyah
  • Chishti
  • Haqqani Anjuman
  • Idrisiyah
  • Jahriyah
  • Khalwatiyah
  • Kubrawiyah
  • Maulawiyah
  • Muridiyah
  • Naqsyabandiyah
  • Ni'matullāhī
  • Qadiriyah
  • Qadiriyah-Naqsabandiyah
  • Qudusiyah
  • Rahmaniyah
  • Rifa'iyah
  • Safawiyah
  • Samaniyah
  • Sanusiyah
  • Syadziliyah
  • Syattariyah
  • Tijaniyah
  • Iskandarpasya
Daftar sufi
  • Tokoh awal
  • Tokoh modern
Topik dalam Sufisme
  • Tauhid
  • Syariah
  • Thariqah
  • Haqiqah
  • Ma'rifah
  • Naskah Sufisme
Portal Portal
  • l
  • b
  • s

Tarekat Naqsyabandiyah (bahasa Persia: نقشبندیهcode: fa is deprecated )[a] adalah salah satu tarekat Sufi utama dalam Islam Sunni, yang dinamai sesuai dengan pendirinya pada abad ke-14, Bahauddin al-Bukhari an-Naqsyabandi. Para pengikutnya, yang dikenal sebagai Naqshbandi, menelusuri garis keturunan spiritual (silsilah) mereka secara langsung kepada Nabi Muhammad melalui khalifah pertama, Abu Bakar, melalui Ja'far ash-Shadiq. Tarekat Naqsyabandiyah dikenal karena ketaatannya yang ketat terhadap Syariat (hukum Islam) dan praktik zikir diam yang diadopsi dari para guru Sufi di Asia Tengah pada masa sebelumnya.[1]

Sebuah Khanaqah Tarekat Naqsyabandiyah di Saqqez, Iran.

Sejarah

Tarekat Naqsyabandiyah berutang banyak wawasan kepada Yusuf Hamdani dan Abdul Khaliq Ghajadwani pada abad ke-12, yang terakhir dianggap sebagai penyelenggara praktik dan bertanggung jawab untuk memberi tekanan pada doa yang benar-benar hening.[2] Kemudian dikaitkan dengan Bahaudin al-Bukhari an-Naqsyabandi pada abad ke-14, sekaligus dinobatkan menjadi nama tarekat tersebut. Nama tersebut dapat diartikan sebagai "pengukir (dari hati)", "pembuat pola", "pembaru pola", "pembuat gambar", atau "yang berhubungan dengan pembuat gambar". Jalan ini kadang-kadang disebut sebagai "jalan sufi yang agung" dan "jalan rantai emas".[butuh rujukan]

Setelah itu, nama cabang atau sub-tarekat ditambahkan:

  • dari 'Ubeydullah Ahrar hingga Imam Rabbani, disebut "Naqsyabandiyah-Ahrariyya";
  • dari Imam Rabbani hingga Syamsuddin Mazhar "Naqsyabandiyah-Mujaddadiyya";
  • dari Syamsuddin Mazhar ke Khalid al-Baghdadi "Naqsabandiyah-Mujaddadiyah Kholidiyah";
  • dari Mawlana Khalid dan seterusnya "Naqsyabandiyah-Kholidiyah";[3]

Asia Selatan

Makam Ahmad Sirhindi (1564–1624) adalah anggota terkemuka tarekat Sufi Naqsyabandiyah.
Makam para pemimpin tertinggi tarekat di Kashmir, India.
Kuil orang-orang suci Naqsyabandiyah dari Allo Mahar Sharif

Tarekat Naqsyabandiyah menjadi faktor yang berpengaruh dalam kehidupan Indo-Muslim dan selama dua abad ia adalah tarekat spiritual utama di anak benua India. Baqi Billah dianggap membawa tarekat ke India pada akhir abad ke-16. Ia lahir di Kabul dan dibesarkan dan dididik di Kabul dan Samarkand, di mana ia berhubungan dengan tarekat Naqsyabandiyah melalui Khawaja Amkangi.

Ketika dia datang ke India, dia mencoba menyebarkan pengetahuannya tentang tarekat, tetapi meninggal tiga tahun kemudian.[4] Muridnya Ahmad Sirhindi (mengambil alih setelah kematiannya. Kemudian ia dikenal sebagai Mujaddad-i-Alf-i-Thani. Melalui dia, tarekat ini mendapatkan popularitas dalam waktu singkat.[4] Syah Waliullah Dehlawi adalah anggota tarekat pada abad ke-18.

Suriah

Naqsyabandiyah diperkenalkan ke Suriah pada akhir abad ke-17 oleh syekh Murad Ali al-Bukhari, yang dimulai di India. Kemudian, ia memantapkan dirinya di Damaskus, tetapi melakukan perjalanan ke seluruh wilayah Arab. Cabangnya dikenal sebagai Muradiyyah. Setelah kematiannya pada tahun 1720, keturunannya membentuk keluarga ulama dan syekh Muradi yang terus memimpin Muradiyyah.

Pada tahun 1820 dan seterusnya, Khalid Syahrazuri naik sebagai pemimpin Naqsyabandiyah terkemuka di dunia Ottoman. Setelah kematian Khalid pada tahun 1827, tarekatnya dikenal sebagai Kholidiyah, yang terus menyebar setidaknya selama dua dekade. Di Suriah dan Lebanon, para pemimpin setiap kelompok Naqsyabandiyah yang aktif mengakui garis keturunan spiritualnya, yang telah mempertahankan cara asli Naqsyabandiyah. Kemudian perselisihan antara khalifah Khalid menyebabkan gangguan ketertiban, menyebabkan untuk membagi.[5]

Ketika pemimpin politik Musa Bukhar meninggal pada tahun 1973, garis pra-Mujaddidi Naqsyabandiyah di Suriah Raya berakhir. Satu-satunya cabang yang bertahan hingga saat ini adalah yang berbasis di khanqah al-Uzbakiyya di Yerusalem. Jumlah anggotanya meningkat pada akhir abad ke-19. Cabang Farmadiyah, yang mempraktikkan doa diam dan vokal, masih ada di Lebanon dan dinamai Ali-Farmadi.[5]

Mesir

Selama pertengahan abad ke-19 Mesir dihuni dan dikendalikan oleh Naqsyabandi. Sebuah khanqah utama Naqsybandi dibangun pada tahun 1851 oleh Abbas I, yang melakukan ini sebagai bantuan kepada syekh Naqsybandi Ahmad Ashiq. Ahmad Ashiq memimpin tarekat tersebut sampai kematiannya pada tahun 1883. Ahmad Ashiq adalah seorang praktisi cabang Diyaiyyah dari tarekat Kholidiyah. Pada tahun 1876, syekh Juda Ibrahim mengubah Diyaiyyah asli, yang kemudian dikenal sebagai al-Judiyya, dan memperoleh pengikut di provinsi al-Sharqiyah di Sungai Nil timur.[5]

Selama dua dekade terakhir abad ke-19, dua versi Naqsyabandiyah lainnya menyebar di Mesir. Salah satunya diperkenalkan oleh seorang ulama Sudan, al-Sharif Isma'il al-Sinnari. Al-Sinnari telah diinisiasi ke dalam Kholidiyah dan Mujaddidiyah oleh berbagai syekh selama waktunya di Makkah dan Madinah. Awalnya, dia mencoba mendapatkan pengikut di Kairo tetapi tidak berhasil, oleh karena itu dia memilih pergi ke Sudan. Dari sanalah tarekat itu menyebar ke Mesir Hulu sejak tahun 1870 dan seterusnya dibawah Musa Mu'awwad, yang merupakan penerus al-Sinnari. Muhammad al-Laythi, putra al-Sinnari, adalah penerus setelah kematian Mu'awwad.[5]

Tiongkok

Makam Ma Laichi (Hua Si Gongbei) di Kota Linxia, adalah monumen Naqsybandi paling awal dan terpenting di Tiongkok.

Ma Laichi membawa Naqsyabandiyah (نقشبنديةcode: ar is deprecated ) 納克什班迪code: zh is deprecated hingga ke Tiongkok, menciptakan tarekat Khufiyyah (خفيهcode: ar is deprecated ). Ma Mingxin juga membawa tarekat Naqsyabandiyah lalu menciptakan Tarekat Jahriyyah (جهريةcode: ar is deprecated ). Kedua menhuan (istilah tarekat di Tiongkok) ini adalah saingan, dan saling berperang yang menyebabkan Pemberontakan Jahriyya, pemberontakan Dungan (1862), dan pemberontakan Dungan (1895).[6]

Beberapa Jenderal Muslim Tiongkok dari Ma Clique milik menhuan Sufi Naqsyabandiyah termasuk Ma Zhan'ao dan Ma Anliang dari menhuan Naqsyabandiyah Khufiyyah. Ma Shaowu, dan Ma Yuanzhang adalah pemimpin terkemuka lainnya dari menhuan Naqsyabandiyah Jahriyyah.

Indonesia[butuh rujukan]

Di Indonesia Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah berkembang sangat pesat, khususnya di Sumatera, Madura, dan Jawa, bahkan telah sampai ke Cianjur. Tahun 1850 telah ada kegiatan Tarekat Naqsyabandiyah, dan pada tahun 1886 Tarekat Naqsyabandiyah telah semakin berkembang. Tetapi Martin tidak menyebutkan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah atau bukan, dan hanya menyebutkan masih ada hubungan Tarekat Naqsyabandiyah di Cianjur dengan Syekh Ismail al Minangkabawi, seorang tokoh Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah dari Simabur, Sumatera Barat.Tarekat Naqsyabandiyah yang berada di Cianjur saat itu, adalah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah. Fakta di atas penulis dapatkan, dalam buku Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia (1996) yang ditulis oleh Martin van Bruinessen. Tetapi jauh sebelum itu, Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Cianjur telah lebih dulu ada, dan dibawa pertama kali oleh R.H. Muhammad Hasan, pada tahun 1252 H/1836 M. Kemudian diteruskan oleh cucunya yaitu Muhammad Isa al-Khalidi yaitu dari tahun 1910 sampai dengan1919 M. Muhammad Isa al-Khalidi lahir di Singapura pada tahun 1247 H/1831 M, dan meninggal pada tahun 1338 H/1919M di Singapura. Muhammad Isa alKhalidi mendapat ijazah dari gurunya Sulaiman al-Zuhdi, di Jabal Abu Qubais, dari Mekah. Setelah mendapat ijazah, ia kembali ke Cianjur, dan mengajarkan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah. pada tahun 1910, di bawah kepemimpian Muhammad Isa al-Khalidi, mulai berkembang, dan aktif melakukan kegiatan seperti membangun Madrasah Gedong Asem, mendirikan sekolah perempuan, dan pengajian keagamaan. Tahun 1919 M,merupakan tahun wafatnya Muhammad Isa al-Khalidi, tokoh tarekat tersebut[7]

Catatan kaki

  1. ↑ Also known as Naqshbandiyah (bahasa Arab: نقشبنديةcode: ar is deprecated , translit. Naqshbandīyah), Neqshebendi (bahasa Kurdi: نه‌قشه‌به‌ندیcode: ku is deprecated ), and Nakşibendi (in Turkish)

Referensi

  1. ↑ "Naqshbandi". Britannica. Diakses tanggal 2025-06-11.
  2. ↑ Trimingham, J. Spencer (1998). "The Chief Tariqa Lines". The Sufi Orders in Islam. hlm. 31. ISBN 9780198028239.
  3. ↑ Eraydın, Selçuk (2001). Tasavvuf ve Tarikatlar (dalam bahasa Turki). Marmara Üniversitesi Ilahiyat Vakfi Yayinlari. hlm. 434. ISBN 9789755480503.
  4. 1 2 Haq, Muhammad M. (1985). Some Aspects of the Principle Sufi Orders in India. Bangladesh. hlm. 20. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  5. 1 2 3 4 De Jong, Frederick (2000). Sufi Orders in Ottoman and Post-Ottoman Egypt and the Middle East: Collected Studies. Vol. 48, Analecta Isisiana. ISBN 9789754281781.
  6. ↑ Kees Versteegh; Mushira Eid (2005). Encyclopedia of Arabic Language and Linguistics: A-Ed. Brill. hlm. 380]. ISBN 978-90-04-14473-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 December 2016. Diakses tanggal 24 January 2016.
  7. ↑ Muhammad, Mahbub Haikal (2018-01-11). "sejarah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Di Cianjur (1836-1919 M)".

Pranala luar

Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Israel
Lain-lain
  • IdRef
  • İslâm Ansiklopedisi
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Asia Selatan
  3. Suriah
  4. Mesir
  5. Tiongkok
  6. Catatan kaki
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Penyebaran Islam di Nusantara

artikel daftar Wikimedia

Tarekat Khalwatiyah

salah satu tarekat dalam Islam

Manunggaling kawula gusti

Gusti; sembah raga (syariat), sembah kalbu (tarekat), sembah jiwa (hakekat), dan sembah rasa (makrifat). Ulama Islam menganggap manunggaling kawula gusti adalah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026