Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiUlar-sendok sumatra
Artikel Wikipedia

Ular-sendok sumatra

Ular-sendok sumatra adalah spesies ular sendok penyembur yang endemik di Asia Tenggara. Ular ini juga disebut kobra hitam, Kobra sumatra, kobra melayu, atau kobra khatulistiwa. Sebutannya dalam bahasa Inggris di antaranya Equatorial spitting cobra, Malayan spitting cobra, Sumatran spitting cobra, black spitting cobra, atau golden spitting cobra. Ular ini merupakan salah satu jenis ular sendok yang mampu menyemprotkan bisa ke arah pengganggunya.

ular berbisa
Diperbarui 28 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ular-sendok sumatra

Ular sendok sumatra
Status konservasi

Risiko Rendah  (IUCN 3.1)[1]
CITES Apendiks II (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Elapidae
Genus: Naja
Spesies:
N. sumatrana
Nama binomial
Naja sumatrana
Müller, 1890[3][4]

Ular-sendok sumatra (Naja sumatrana) adalah spesies ular sendok penyembur (Spitting cobra) yang endemik di Asia Tenggara. Ular ini juga disebut kobra hitam, Kobra sumatra, kobra melayu, atau kobra khatulistiwa. Sebutannya dalam bahasa Inggris di antaranya Equatorial spitting cobra, Malayan spitting cobra, Sumatran spitting cobra, black spitting cobra, atau golden spitting cobra. Ular ini merupakan salah satu jenis ular sendok yang mampu menyemprotkan bisa ke arah pengganggunya.

Deskripsi fisik

Panjang tubuh ular-sendok sumatra umumnya berkisar antara 0.9 sampai 1.2 meter, tetapi bisa juga mencapai 1.5[5] atau 1.6 meter.[6] Kepalanya berbentuk elips dan dapat dibedakan dari lehernya. Matanya berukuran sedang dengan pupil bundar.[6] Ular ini tidak memiliki tanda pada lehernya. Pewarnaan tubuhnya memiliki dua varian: warna kekuningan pada spesimen-spesimen di Thailand, dan warna kehitaman pada spesimen-spesimen di kawasan Nusantara (Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Filipina).[7]

Sisik-sisik pada dorsalnya (tubuh atas) tersusun sebanyak 15 sampai 19 baris di bagian tengah badan,[6] sisik ventral sebanyak 179 sampai 201 buah, dan sisik subkaudal sebanyak 40 sampai 57 buah.

Penyebaran

Ular-sendok sumatra tersebar di Thailand, Malaysia, Indonesia (Sumatra, Bangka-Belitung, dan Kalimantan), dan Filipina (Palawan, Kep. Calamian, dan mungkin juga pulau-pulau di sekitarnya).[8]

Ekologi dan perilaku

Ular-sendok sumatra terdapat di daerah dataran rendah hingga ketinggian 1.500 meter dpl. Habitat utamanya adalah hutan, tetapi juga sering ditemukan di daerah perkebunan dan pemukiman. Ular ini aktif pada siang hari (diurnal) dan berkelana di atas tanah (terestrial).[6] Makanan utamanya adalah tikus dan katak,[7] akan tetapi ular ini juga memangsa ular lain, kadal, dan beberapa hewan kecil lainnya.[6]

Galeri

  • Ular-sendok sumatra mengembangkan lehernya
    Ular-sendok sumatra mengembangkan lehernya
  • Spesimen mati dari Lambir Hills NP, Sarawak, Malaysia
    Spesimen mati dari Lambir Hills NP, Sarawak, Malaysia
  • Close-up kepala
    Close-up kepala
  • Spesimen yang masih muda
    Spesimen yang masih muda

Bisa

Seperti jenis kobra lainnya, ular-sendok sumatra memiliki racun bisa neurotoksin. Kemungkinan juga terdapat kandungan kardiotoksin dan sitotoksin pada bisanya. Ular ini juga mampu menyemburkan bisa ke arah mata pengganggunya. Bisa yang mengenai mata akan menyebabkan kebutaan apabila tidak segera ditangani.

Referensi

  1. ↑ Grismer, L.; Chan-Ard, T.; Diesmos, A.C.; Sy, E. (2012). "Naja sumatrana". 2012 e.T184073A1748598. doi:10.2305/IUCN.UK.2012-1.RLTS.T184073A1748598.en. ;
  2. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. ↑ "Naja sumatrana". ITIS Standard Report Page. ITIS.gov. Diakses tanggal 1 February 2012.
  4. ↑ "Naja sumatrana MÜLLER, 1890". The Reptile Database. www.reptile-database.org. Diakses tanggal 8 January 2012.
  5. ↑ "Asiatic Naja". Bangor University. Diakses tanggal 8 January 2012.
  6. 1 2 3 4 5 "Naja sumatrana - General Details, Taxonomy and Biology, Venom, Clinical Effects, Treatment, First Aid, Antivenoms". WCH Clinical Toxinology Resource. University of Adelaide. Diakses tanggal 8 January 2012.
  7. 1 2 "Equatorial Spitting Cobra". Ecology Asia. http://www.ecologyasia.com. Diakses tanggal 8 January 2012.
  8. ↑

Publikasi dan pranala lain

  • Müller, "1887" 1890 : Fünfter Nachtrag zum Katalog der herpetologischen Sammlung des Basler Museums. Verhandlungen der Naturforschenden Gesellschaft in Basel, vol. 8, p. 249-296 (lihat teks).

  • Ular Asli Indonesia: Ular Sendok Sumatra
  • "Naja sumatrana Müller, 1887". Integrated Taxonomic Information System.
  • Naja sumatrana di Reptarium.cz Reptile Database
Pengidentifikasi takson
Naja sumatrana
  • Wikidata: Q584649
  • Wikispecies: Naja sumatrana
  • ADW: Naja_sumatrana
  • CoL: 45KY7
  • EoL: 1055801
  • GBIF: 2470392
  • iNaturalist: 106451
  • IRMNG: 10359984
  • ITIS: 700642
  • IUCN: 184073
  • NCBI: 1108807
  • Observation.org: 101607
  • RD: sumatrana
  • Species+: 9440

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi fisik
  2. Penyebaran
  3. Ekologi dan perilaku
  4. Galeri
  5. Bisa
  6. Referensi
  7. Publikasi dan pranala lain

Artikel Terkait

Ular

subordo reptil

Ular sendok

Nama informal untuk berbagai jenis ular, juga dikenal dengan sebutan "kobra"

Ular berbisa

ular berbisa yang sangat berbahaya dan mematikan di seluruh dunia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026