Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Nagasena

Nāgasena adalah seorang kaum Brahmana yang menjadi seorang biksu Buddhis dan hidup sekitar 150 sebelum Masehi. Jawaban-jawabannya atas pertanyaan tentang ajaran Buddha yang diajukan oleh Raja Menander I, seorang raja Indo-Yunani di kawasan barat laut India, terekam dalam catatan berjudul Milinda Pañha.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nagasena
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Nagasena" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Infobox orangNagasena

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahirannilai tidak diketahui Suntingan nilai di Wikidata
Kematiannilai tidak diketahui Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaBuddhisme Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
PekerjaanMisionaris Suntingan nilai di Wikidata
Periode aktif(Floruit (mul) Terjemahkan: 4 abad–2 abad SM Suntingan nilai di Wikidata)

Nāgasena adalah seorang kaum Brahmana yang menjadi seorang biksu Buddhis dan hidup sekitar 150 sebelum Masehi. Jawaban-jawabannya atas pertanyaan tentang ajaran Buddha yang diajukan oleh Raja Menander I (Pali: Milinda), seorang raja Indo-Yunani di kawasan barat laut India (sekarang Pakistan), terekam dalam catatan berjudul Milinda Pañha.

Asal Usul Nama

Dalam bahasa Sanskerta, naga berarti ular atau naga, dan juga bisa berarti makhluk separuh ular separuh manusia dalam banyak mitologi Asia. Sena berarti prajurit atau pasukan. Dengan demikian nama nagasena bisa diartikan sebagai "pasukan para naga", yang menggambarkan kekuatan supernaturalnya yang tinggi.

Milinda Panha

Diakui naskah ini mengalami penambahan oleh beberapa penulis dengan mengikuti pola "Pertanyaan dan Jawaban" sebagaimana yang terdapat pada naskah aslinya. Versi yang ada saat ini terlalu panjang dan memiliki ciri-ciri adanya beberapa penulis pada beberapa bagian akhir. Naskah ini menyebutkan bahwa Nagasena mempelajari Tripitaka di bawah bimbingan seorang guru buddhis Yunani bernama Dhammarakkhita di dekat Pātaliputta. Dia juga mencapai bodhi/pencerahan dan menjadi seorang arahat.

Tokoh-tokoh lain yang disebutkan dalam naskah ini adalah ayah Nagasena Soñuttara, gurunya Rohaa, Assagutta dari Vattaniya dan seorang guru lainnya bernama Āyupāla dari Sankheyya dekat Sāgala.

Tradisi Thai

Menurut tradisi, Nagasena membawa sebuah patung Buddha pertama ke Thailand yaitu Buddha Zamrud Emerald Buddha. Menurut legenda ini, Emerald Buddha ini sedianya akan dibuat di India pada tahun 43 SM oleh Nagasena di kota (sekarang Patna).

Nagasena tidak diketahui muncul dalam sumber lainnya selain Milinda Panha dan legenda ini.

Penggambaran

Nagasena adalah salah satu dari 18 Lohan atau Arahat, serupa dengan Santa dalam agama Kristen. Patung menggambarkan dia sebagai seorang biksu tua yang botak, yang sedang menggaruk telingany dengan sebuah tongkat kecil yang menyimbolkan pemurnian indra pendengaran. Demikian pula para penganut Buddha seharusnya menghindari mendengarkan gosip dan hal-hal tidak masuk akal lainnya sehingga mereka selalu sadar untuk mendengarkan kebenaran.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal Usul Nama
  2. Milinda Panha
  3. Tradisi Thai
  4. Penggambaran

Artikel Terkait

Milindapañha

teks Pali, terkadang dianggap sebagai bagian dari Khuddaka Nikaya dalam Kanon Pali.

Nirwana

Kondisi tanpa penderitaan yang menjadi tujuan utama para pengikut Buddhisme

Tripitaka Pali

Versi kitab suci Tripitaka yang diakui Buddhisme aliran Therawada

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026