Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Mpu Kumbhayoni

Pu Kumbhayoni adalah seorang pemimpin watak didaerah Walaing pada akhir pemerintahan Maharaja Rakai Pikatan hingga pada awal pemerintahan Maharaja Rakai Kayuwangi dari Kerajaan Medang.

Wikipedia article
Diperbarui 15 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu ditulis ulang agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan membantu. Ada saran di halaman pembicaraan. (Juli 2023)

Pu Kumbhayoni adalah seorang pemimpin watak didaerah Walaing pada akhir pemerintahan Maharaja Rakai Pikatan hingga pada awal pemerintahan Maharaja Rakai Kayuwangi dari Kerajaan Medang.

Jejak namanya ditemukan di Situs Ratu Boko berupa empat buah prasasti yaitu Prasasti Krtikavasalingga (856 M) yang isinya tentang pendirian Lingga Krrtivaso oleh Sri Kumbhaja, Prasasti Tryambakalingga (856 M) yang isinya tentang pendirian Lingga Tryambaka oleh Sri Kumbaja, Prasasti Haralingga (856 M) yang isinya juga tentang pendirian hara lingga oleh Kalasodbhawa, dan Prasasti Wukiran (862 M) yang isinya tentang pembangunan Candi Bhadraloka oleh Rakai Walaing Pu Kumbhayoni yang mengaku sebagai cicit dari "Sang Ratu Halu".

Referensi

1. Griffiths, Arlo. 2011. "Imagine Laṅkapura at Prambanan". academia.edu Diakses 1 September 2020.

2. Ingalls, D.H.H. 1962. ‘Cynics and Pāśupatas;The seeking of dishonor’, Harvard Theological Review 55:281–98.

3. Jákl, J. 2008. "Hariśraya A: Cantos 1, 2, 3, 10 and 2c; Edition and translation. MA thesis, Leiden University.

4. "Menelusuri Jejak Pu Kumbhayoni: Hasil Penelusuran untuk Mencari Dua Dusun Kuno di Antara Bukit dan Lembah di Selatan Ratu Boko" Penulis: Setya Krisna Sumargo Editor: Mona Kriesdinar tribunjogja 19 Maret 2019 Diakes 2 September 2020.

5. "Menelusuri Jejak Pu Kumbhayoni: Prasasti Pereng Kuak Tabir Siapa Penguasa Watak Walaing di Bukit Ratu Boko". Penulis: Setya Krisna Sumargo Editor: Mona Kriesdinar tribunjogja 19 Maret 2019 Diakes 2 September 2020.

6. Stutterheim, W.F. 1925. "Rāma-Legenden und Rāma-Reliefs in Indonesien". München: Müller. [2 vols.]

7. ________________. 1928. ‘De plaatsing der Rama-reliefs van tjandi Lara-Djonggrang en de zonne-omloop’, BKI 84:118–31.

8. ________________. 1956. "Studies in Indonesian archaeology". The Hague: Nijhoff.

9. ________________. 1989. "Rāma-legends and Rāma-reliefs in Indonesia". New Delhi: Indira Gandhi Na-tional Centre for Arts and Abhinav Publications. [2 vols.] Vogel, J.Ph. 1921. ‘Het eerste Rāma relief van Prambanan’, BKI 77:202–15 Vries Robbé, A. de. 1984. ‘Teja in de beeldende kunst van Indonesië’, BKI 140:276–88.

10. Weatherbee, D.E. 2000. ‘The Hyang Haji of the Gandasuli II inscription’, in: Lokesh Chandra (ed), Society and culture of Southeast Asia; Continuities and changes, pp.345–53.New Delhi: IAIC and Aditya Prakashan.

11. Winstedt, R.O. 1929. ‘A Patani version of the Rāmā yana’, in: Feestbundel Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, pp.423–34. Weltevreden: Kolff.

12. https://kompasiana.com/amp/jatikumoro/5fc779e643b45b326d1e2f92/prasasti-siwagrha-pertempuran-sengit-memperebutkan-tahta-medang-mataram-kuno

13. http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/prasastitryambakalingga/

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Rakai Pikatan

prasasti atas nama Balaputradewa, melainkan atas nama Rakai Walaing Mpu Kumbhayoni. Mungkin tokoh ini yang memberontak terhadap pemerintahan Rakai Pikatan

Pramodawardhani

Plaosan). Berkat jasanya dalam menumpas musuh negara bernama Rakai Walaing Mpu Kumbhayoni, Rakai Kayuwangi pun bisa menjadi raja sesudah Rakai Pikatan. Pengangkatan

Balaputradewa

tetapi bukan atas nama Balaputradewa, melainkan atas nama Rakai Walaing Mpu Kumbhayoni yang mengaku sebagai keturunan pendiri kerajaan (yaitu Sanjaya). Boechari

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026