Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Orang Melayu Cocos

Melayu Cocos adalah sekelompok masyarakat asli/lokal yang berbudaya Melayu yang membentuk mayoritas penduduk Kepulauan Cocos (Keeling), yang sekarang merupakan bagian wilayah/teritori dari negara Australia. Meskipun mereka telah berasimilasi dalam budaya Melayu, sebagian nenek-moyang mereka sesungguhnya berasal dari tempat yang berbeda-beda.

suku bangsa di Australia
Diperbarui 21 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Orang Melayu Cocos
Melayu Cocos
Pengantin Melayu dalam acara pernikahan di Kepulauan Cocos (Keeling), 1912.
Daerah dengan populasi signifikan
 Malaysia 4.000[1]
 Kepulauan Cocos (Keeling) 400
Bahasa
Melayu Cocos, Inggris, Malaysia
Agama
Islam
Kelompok etnik terkait
Melayu, Betawi

Melayu Cocos adalah sekelompok masyarakat asli/lokal yang berbudaya Melayu yang membentuk mayoritas penduduk Kepulauan Cocos (Keeling), yang sekarang merupakan bagian wilayah/teritori dari negara Australia. Meskipun mereka telah berasimilasi dalam budaya Melayu, sebagian nenek-moyang mereka sesungguhnya berasal dari tempat yang berbeda-beda.[2]

Pada tahun 1950-an, Inggris membawa sebagian Melayu Cocos untuk pindah dan menetap di Sabah, Malaysia, dan kini jumlah keturunan mereka di sana lebih besar daripada yang terdapat di Kepulauan Cocos.[1]

Umumnya, Melayu Cocos menganut agama Islam, dan khususnya berpaham Sunni.[3]

Sejarah

Orang Melayu pertama diperkirakan tiba dan menetap di Kepulauan Cocos pada tahun 1826, yaitu ketika Alexander Hare, seorang petualang Inggris membawa gundik dan budak Melayunya ke sana.[3] Pada tahun 1827, John Clunies-Ross mengubah kehidupan para budak Melayu ketika ia dan keluarganya memutuskan untuk menetap pula di kepulauan tersebut. Orang Melayu setempat dan sejumlah besar pendatang Melayu baru yang dibawa oleh Clunies-Ross dipekerjakannya untuk membantu memanen kelapa untuk dibuat kopra.[3] Pada bulan September 1978, keluarga Clunies-Ross menjual Kepulauan Cocos kepada pemerintah Australia. Sejak saat itu, Ratu Elizabeth II menjadi Kepala Negara wilayah itu, yang diwakili oleh seorang Gubernur Jenderal-Administrator, yang saat ini dijabat oleh Brian Lacy. Sedangkan yang mewakili masyarakat sebagai Ketua Dewan Kepulauan adalah Haji Wahin bin Bynie.

Perpindahan

Pada tahun 1950-an, Inggris membawa sebagian Melayu Cocos untuk pindah dan menetap di Sabah, yang sekarang bagian dari Malaysia.[4] Jumlah yang ikut pindah untuk pertama kalinya diperkirakan hanya sekitar dua puluh orang, tetapi kemudian meningkat ketika pemukiman mereka diperluas. Melayu Cocos terutama tinggal di Kampung Cocos, tak jauh dari kota Lahad Datu, Bahagian Tawau, Sabah.[5] Populasi mereka saat ini di Sabah mencapai sekitar 4.000 jiwa, lebih besar daripada populasi yang tersisa di Kepulauan Cocos.[1] Budaya Melayu Cocos saat ini berkaitan erat dan tak jauh berbeda dengan orang-orang Melayu Malaysia lainnya,[6] dan mereka juga dianggap berstatus bumiputra oleh pemerintah Malaysia. Bahasa mereka, yang merupakan varian dari bahasa Melayu standar, memiliki kode ISO 639-3 coa.

Bahasa

Malayu Cocos mempunyai variasi bahasanya sendiri, yang disebut Basa Pulu Kokos. Bahasa ini dianggap non formal dan kurang berkelas, karena memakai kosakata tak baku (slang) serta adabta arti kata yang berubah. Bahasa ini merupakan percampuran antara bahasa Indonesia dan Melayu, dengan pengucapan lokal serta berbagai elemen bahasa Inggris dan Scots di dalamnya.

Melayu CocosInggrisIndonesiaCatatan penggunaan
Selamat ténggah hariGood afternoonSelamat siang
KerangkengFood closetLemari makanan
Ke kacaCuteGagah/tampan
KenesCuteCantik/manis
Jumpa lagiSee you later/see you againSampai jumpa
KorsiChairKursi
DostorDoctorDokter
EsbokFridgeLemari es
BokBoxKotak
EpelAppleApel
JukongCocos Malay boatJongkong/sampanSebutan junk ship dalam bahasa Inggris berasal dari sebutan perahu ini
Gua/LohMe/YouSaya/KamuIni merupakan kata-kata serapan dari bahasa Hokkien, yang dalam
bahasa Indonesia dianggap informal (slang) namun dalam Melayu Cocos
dianggap formal
CimniChimneyCerobong
KotCoatJas
Hiju/HijoGreenHijau
KaloIfKalau
Emak/MakMotherIbuDigunakan untuk memanggil wanita yang memiliki anak
Pak/AyahFatherBapak/AyahKata pertama digunakan untuk memanggil laki-laki yang memiliki anak.
Kata kedua artinya ayah
Paman/ManUnclePamanDigunakan untuk memanggil laki-laki yang tidak memiliki anak
BibikAuntyBibi/TanteWanita yang lebih muda dari orang tua
Nek/NenekGrandmaKakek/NenekDigunakan untuk memanggil baik kakek ataupun nenek
WakAuntyUakPanggilan hormat untuk wanita yang memiliki anak usia remaja

Referensi

  1. 1 2 3
  2. ↑ Mission Atlas Project: Cocos (Keeling) Islands SnapShot Diarsipkan 2013-12-25 di Wayback Machine., www.worldmap.org.
  3. 1 2 3 "Cocos Malays". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-02-09. Diakses tanggal 2015-04-17.
  4. ↑ Sabah: history and society. Malaysian Historical Society. 1981.
  5. ↑ "RTM documenting unique culture of Sabah Cocos community". The Borneo Post. 7 March 2011. Diakses tanggal 5 April 2015.
  6. ↑ Frans Welman. Borneo Trilogy Volume 1: Sabah. Booksmango. hlm. 168–. ISBN 978-616-245-078-5.

Pranala luar

  • http://www.mnsu.edu/emuseum/cultural/oldworld/pacific/australia/cocosmalaysculture.html Diarsipkan 2007-02-09 di Wayback Machine.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Perpindahan
  3. Bahasa
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Rumpun suku bangsa Turkik

rumpun suku bangsa di Eurasia

Australia

negara di Oseania

Suku-suku Austronesia

kelompok beranggotakan etnik-etnik berbahasa Austronesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026