Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiMaulana Ibrohim Asmoroqondi
Artikel Wikipedia

Maulana Ibrohim Asmoroqondi

Sayyid As-Syekh Ibrahim Zainuddin As - Samarqandy merupakan Ulama' asal Negeri Champa. Beliau adalah Putra dari Sayyid Jamaluddin Akbar dan Fatimah.

Wikipedia article
Diperbarui 12 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Juni 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
As-Syekh Sayyid Ibrahim Zainuddin As - Samarqandy
GelarSunan Tuban
Nasabbin Jamaluddin Akbar
NisbahAs - Samarqandy
LahirSamarkand, Kekaisaran Timuriyah
Meninggal1425
Tuban, Kerajaan Majapahit
Dimakamkan diGesikharjo, Palang, Tuban
Nama lainIbrahim Asmorokondi
Kebangsaan- Kekaisaran Timuriyah

- Kesultanan Champa

- Kerajaan Majapahit
DenominasiSunni
Murid dariSyekh Jumadil Qubro, Guru-gurunya
Mempengaruhi
  • Sunan Lembayung, Sunan Ampel, Abu Hurairah Champa, Dan Murid-murid Lainnya
Istri
  • Dewi Candrawulan
Keturunan
  • Sunan Lembayung
  • Sunan Ampel
Orang tuaJamaluddin Akbar (ayah)
Fatimah (ibu)

Sayyid As-Syekh Ibrahim Zainuddin As - Samarqandy merupakan Ulama' asal Negeri Champa. Beliau adalah Putra dari Sayyid Jamaluddin Akbar dan Fatimah.

Di antara Putranya yang masyhur adalah Sunan Lembayung dan Sunan Ampel yang lahir dari istrinya yang bernama Dewi Candrawulan.

Dalam Babat Tanah Jawi disebutkan bahwa Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi datang ke Jawa pada abad ke-14 M dan mendarat di Pelabuhan Bandar Tuban.

Di masa itu, Bandar Tuban menjadi salah satu pelabuhan utama bagi Kerajaan Majapahit. Sebab itu, kedatangannya penuh kehati-hatian. Kemudian dia tinggal di wilayah yang tak jauh dari pelabuhan, tepatnya di Dusun Gesik.

Tujuannya datang ke Jawa ialah untuk bertemu Raja Majapahit yang menikahi adik istrinya, Dewi Dwarawati. Namun, setibanya di Gesik, dia juga berdakwah mengajarkan agama Islam kepada penduduk setempat.

Tak lama setelah menyebarkan agama Islam, Maulana Ibrahim Asmoro Qondi wafat dan dimakamkan di Dusun Gesik.

Riwayat

Syekh Maulana Ibrahim dari Asia Barat tepatnya kota Samarkand, berkelana ke Kerajaan Champa. Kemudian, diambil menantu oleh Raja Kiyan ( Raja Champa ) dan Menikah dengan Retna Dyah Asmara ( Dewi Candrawulan ), menurunkan dua orang putra nama Raden Santri 'Ali ( Sunan Lembayung ) dan Raden Rahmat ( Sunan Ampel ), selanjutnya dipersaudarakan dengan cucu raja bernama Raden 'Alim Abu Hurerah, serta sama-sama diajarkan agama islam oleh Syekh Maulana Ibrahim.

Diceritakan ketiga putra itu hendak pergi ke tanah Jawa. Ketiga putra selanjutnya pergi dengan menumpang kapal dagang, tatkala di lautan kapal terkena musibah. Ketiga putra selamat mendarat di tanah Kamboja.

Ketiga putra melanjutkan pelayaran, namun mampir terlebih dahulu di Palembang bertemu dengan Arya Damar yang menjadi Pembesarnya. Kala itu istri Arya Damar yang bernama Retna Subanci adalah merupakan putri Raja Cina, selir yang telah mengandung dari Sri Brawijaya ( Kertabhumi ) Majapahit yang dipasrahkan kepada Arya Damar.

Sang Putri melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Raden Praba, serta oleh ketiga putra diberi nama Raden Patah, Raden Kasan ialah sama dengan Raden Yusuf. Diceritakan Arya Damar dan istri serta semua wadyabalanya kemudian masuk islam.

kemudian ketiga putra melanjutkan perjalanan berlayar ke Pulau Jawa. Mereka bertiga sudah datang di tanah Majapahit bertemu dengan Patih Gajah Mada, kemudian dihadapkan kepada Raja.

Ketiga putra menghaturkan permohonan semoga Sang Prabu mau masuk agama islam, tetapi Sri Narendra tidak mau mengikuti ajakannya, karena masih menganut agama leluhur. Hanya Sang Prameswari Dwarawati yang mau masuk agama islam, ketiga putra kemudian dinikahkan, mereka mendapatkan jodoh putri dari Arya Teja Tuban.

selanjutnya ketiga putra dipasrahkan kepada Arya Lembusura di Surabaya. Setelah diterima, tak lama kemudian Raden Santri Ali diangkat Imam di Gresik dengan nama Raja Pandita Ali Murtala, Radèn Rahmat dinobatkan menjadi Imam di Surabaya, bertempat tinggal di Ampel Denta dengan julukan Pangeran Katib nama Susuhunan Ampel Denta. Maka, pada masa itu mulailah adanya wali di Pulau Jawa, adapun Raden Alim Abu Hurerah ditempatkan di Majagung dengan nama Susuhunan Alim atau Susuhunan Majagung.

Pemakaman

Makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi terletak di Dusun Gesikharjo, Desa Gesik, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Referensi

  • Serat walisana(Babad Para Wali), Karya Sunan Dalem. Diterjemahkan oleh Ki Tarka Sutarahardja. Penyadur R. Tanojo.

Editor Naqobah Ansab Awliya’ Tis’ah (NAAT). Cetakan Pertama 2020. ISBN : 978-623-7817-04-8. Penerbit : Yudharta Press Pasuruan 2020.

  • l
  • b
  • s
Wali Sanga
Generasi pertama
  • Maulana Ahmad Jumadil Kubra
  • Maulana Ali Akbar
  • Maulana Aliyuddin
  • Maulana Hasanuddin
  • Maulana Ishaq
  • Maulana Muhammad Al-Maghribi
  • Maulana Malik Ibrahim
  • Maulana Malik Israil
  • Subakir
Generasi kedua
  • Sunan Ampel
  • Sunan Gunung Jati
  • Sunan Kudus
Generasi ketiga
  • Sunan Bonang
  • Sunan Drajat
  • Sunan Giri
  • Sunan Kalijaga
Generasi keempat
  • Fatahillah
  • Raden Patah
Generasi kelima
  • Sunan Muria
  • Sunan Pandanaran

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat
  2. Pemakaman
  3. Referensi

Artikel Terkait

Syekh Jumadil Qubro

(1817), merupakan ayah dari Syekh Maulana Ibrohim Asmoroqondi yang dimakamkan di Tuban. Maulana Ibrohim Asmoroqondi diyakini berasal dari kata Samarkand

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026