Masjid Hagia Sophia Kecil atau yang sebelumnya bernama Biara Santo Sergius dan Bacchus, adalah sebuah masjid bersejarah peninggalan Bizantium yang berada di kota Istanbul, Provinsi Istanbul, Turki. Bangunan ini awalnya merupakan bekas gereja Ortodoks Yunani yang didedikasikan kepada Santo Sergius dan Bacchus di Konstantinopel, dibangun antara tahun 532–536, dan diubah menjadi masjid selama periode Ottoman.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Masjid Hagia Sophia Kecil | |
|---|---|
Η μικρή Αγία Σοφία Τζαμί (Yunani Kuno) Sancta Sapientia Parva Mosque (Latin) Küçük Ayasofya Camii (Turki) | |
Koordinat: 41°0′10.01″N 28°58′18.98″E / 41.0027806°N 28.9719389°E / 41.0027806; 28.9719389Lihat peta diperbesar Koordinat: 41°0′10.01″N 28°58′18.98″E / 41.0027806°N 28.9719389°E / 41.0027806; 28.9719389Lihat peta diperkecil | |
| Agama | |
| Afiliasi | Islam – Sunni |
| Provinsi | Istanbul |
| Lokasi | |
| Lokasi | Istanbul |
| Negara | Turki |
| Arsitektur | |
| Arsitek | Isidorus dan Anthemius |
| Tipe | Masjid |
| Gaya | Turki dengan sedikit sentuhan arsitektur Yunani Kuno dan Binzantium |
| Didirikan | 532 dengan rincian:
|
| Spesifikasi | |
| Kubah | 1 |
| Menara | 1 |
Masjid Hagia Sophia Kecil (bahasa Turki: Küçük Ayasofya Camiicode: tr is deprecated ) (bahasa Yunani: Η μικρή Αγία Σοφία Τζαμί) atau yang sebelumnya bernama Biara Santo Sergius dan Bacchus (bahasa Yunani Kuno: Μονή του Αγίων Σεργίου και Βάρχου), adalah sebuah masjid bersejarah peninggalan Bizantium yang berada di kota Istanbul, Provinsi Istanbul, Turki. Bangunan ini awalnya merupakan bekas gereja Ortodoks Yunani yang didedikasikan kepada Santo Sergius dan Bacchus di Konstantinopel, dibangun antara tahun 532–536, dan diubah menjadi masjid selama periode Ottoman.[1]
Bangunan berarsitektur Binzantium dengan denah kubah tengah ini didirikan pada abad keenam oleh Yustinianus I; walaupun namanya mirip dengan Masjid Hagia Sophia di Distrik Fatih, namun bangunan ini merupakan bangunan yang berbeda, tetapi tetap merupakan salah satu bangunan awal yang berarsitektur Bizantium di Istanbul.[2] Hal itu diakui pada saat itu oleh Procopius sebagai perhiasan seluruh kota,[3] dan seorang sejarawan modern Kekaisaran Romawi Timur telah menulis bahwa "berdasarkan orisinalitas arsitekturnya dan kemewahan dekorasi pahatannya, menempati urutan kedua di Konstantinopel setelah Masjid Hagia Sophia di Distrik Fatih sendiri".[4]