Maleakhi 4 adalah pasal keempat Kitab Maleakhi dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Memuat Firman Allah yang disampaikan dengan perantaraan Maleakhi. Pasal ini berisi ucapan Ilahi yang diterima dan disampaikan oleh Maleakhi mengenai "Hari TUHAN".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Maleakhi 4 | |
|---|---|
Seluruh Kitab Maleakhi pada Codex Gigas, yang dibuat sekitar abad ke-13. | |
| Kitab | Kitab Maleakhi |
| Kategori | Nabi-nabi Kecil |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Lama |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 39 |
Maleakhi 4 (disingkat Mal 4) adalah pasal keempat (dan terakhir) Kitab Maleakhi dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Memuat Firman Allah yang disampaikan dengan perantaraan Maleakhi.[1] Pasal ini berisi ucapan Ilahi (perkataan-perkataan Allah) yang diterima dan disampaikan oleh Maleakhi mengenai "Hari TUHAN".[2]
Hari Tuhan berarti keselamatan dan pembebasan untuk semua yang mengasihi dan hidup bagi Dia. Di dalam kerajaan-Nya kemuliaan dan kebenaran Allah akan bersinar bagaikan matahari, serta membawa kepada umat-Nya yang setia kebaikan, berkat, keselamatan, dan kesembuhan yang tertinggi. Segala sesuatu akan dibetulkan, dan umat Allah akan berlompat-lompat karena sukacita bagaikan "anak lembu yang lepas kandang".
Maleakhi memberitahukan umat Allah bahwa untuk selamat pada hari Tuhan, mereka harus taat pada hukum-Nya. Iman kepada Allah selalu mencakup sikap ketaatan dari hati kepada-Nya. Orang percaya di dalam Kristus masih dituntut untuk menaati tuntutan-tuntutan moral dari hukum Perjanjian Lama dan juga perintah-perintah Kristus (lihat Mat 5:17).[8]
Maleakhi menubuatkan bahwa Elia akan datang dan melayani sebelum hari Tuhan tiba; Perjanjian Baru mengungkapkan bahwa nubuat ini mengacu kepada Yohanes Pembaptis (Matius 11:7–14), yang "dalam roh dan kuasa Elia" (lihat Lukas 1:17), mempersiapkan jalan bagi Mesias. Sejumlah orang juga percaya bahwa Elia akan datang kembali selama masa kesengsaraan dan akan menjadi salah satu dari dua saksi yang disebutkan dalam Kitab Wahyu (lihat Wahyu 11:3).[8]