Mahkamah Agung Perdata dan Pidana Yunani adalah lembaga peradilan tertinggi di Yunani untuk perkara perdata dan pidana. Di Yunani, putusan Mahkamah Agung Perdata dan Pidana bersifat final dan mengikat. Namun karena Yunani merupakan negara anggota Dewan Eropa, setiap perkara yang diputuskan oleh lembaga peradilan tinggi Yunani dapat diajukan banding ke Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa. Jika Mahkamah Agung Perdata dan Pidana memutuskan bahwa lembaga peradilan tingkat yang lebih rendah melanggar hukum atau prinsip-prinsip proses persidangan, maka Mahkamah Agung Perdata dan Pidana dapat memerintahkan untuk dilaksanakannya pemeriksaan ulang terhadap perkara tersebut oleh lembaga peradilan tingkat rendah. Mahkamah Agung Perdata dan Pidana terdiri dari ketua, jaksa agung, sepuluh wakil ketua, 74 areopagites, dan delapan belas wakil jaksa agung. Anggota Mahkamah Agung Perdata dan Pidana menjabat hingga mencapai batas umur wajib untuk pensiun, yaitu 67 tahun, yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar Yunani.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Mahkamah Agung Perdata dan Pidana Yunani | |
|---|---|
| Άρειος Πάγος | |
Logo Mahkamah Agung Perdata dan Pidana Yunani | |
| Didirikan | 16 Oktober 1834 |
| Negara | Yunani |
| Lokasi | Gedung Themidos Melathron 121, Jalan Alexandras, Athena 115 22, Yunani |
| Situs web | www.areiospagos.gr |
| Ketua | |
| Saat ini | Ioanna Klapa-Christodoulea |
| Mulai menjabat | 25 Juli 2023 |
| Artikel ini adalah bagian dari seri Politik dan Ketatanegaraan Yunani |
|
|
Mahkamah Agung Perdata dan Pidana Yunani (bahasa Yunani: Άρειος Πάγοςcode: el is deprecated , Areios Pagos, secara harfiah berarti "Bukit Ares") adalah lembaga peradilan tertinggi di Yunani untuk perkara perdata dan pidana. Di Yunani, putusan Mahkamah Agung Perdata dan Pidana bersifat final dan mengikat. Namun karena Yunani merupakan negara anggota Dewan Eropa, setiap perkara yang diputuskan oleh lembaga peradilan tinggi Yunani dapat diajukan banding ke Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa. Jika Mahkamah Agung Perdata dan Pidana memutuskan bahwa lembaga peradilan tingkat yang lebih rendah melanggar hukum atau prinsip-prinsip proses persidangan, maka Mahkamah Agung Perdata dan Pidana dapat memerintahkan untuk dilaksanakannya pemeriksaan ulang terhadap perkara tersebut oleh lembaga peradilan tingkat rendah. Mahkamah Agung Perdata dan Pidana terdiri dari ketua, jaksa agung, sepuluh wakil ketua, 74 areopagites (hakim agung), dan delapan belas wakil jaksa agung. Anggota Mahkamah Agung Perdata dan Pidana menjabat hingga mencapai batas umur wajib untuk pensiun, yaitu 67 tahun, yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar Yunani.
Mahkamah Agung Perdata dan Pidana Yunani atau Areios Pagos dinamakan berdasarkan dari sidang peradilan pertama androfonies (kejahatan pembunuhan) yang dibentuk antara tahun 1500-1300 SM oleh Theseus dan Raja Kekrops, dan terletak di atas bukit berbatu yang dinamakan menurut dewa Ares di Athena. Pengadilan kuno tertinggi tersebut bernama Parlemen Areios Pagos yang beranggotakan para Areopagites yang menjabat seumur hidup. Pada tahun 462 SM, sebagian besar kekuasaan administratif dan yudikatif diserahkan kepada Heliaia dan Ekklesia (majelis rakyat). Lembaga tersebut ditiru di banyak negara kota yang ada di Yunani dan bertahan hingga periode Romawi akhir ketika otonomi kota dibatasi.
Pada tanggal 16 Oktober 1834, Areios Pagos dibentuk sebagai mahkamah agung Yunani berdasarkan dekret kerajaan. Alih-alih menerima nama Mahkamah Agung, pengadilan tersebut diberi nama sesuai dengan nama kunonya. Hakim-hakim agung yang pertama dicalonkan pada tanggal 13 Januari 1835 melalui dekret kerajaan. Ketua pertama yang menjabat adalah Christodoulos Klonaris (1788-1849), seorang jaksa di kota Nafplion dan Menteri Hukum pada masa pemerintahan Gubernur Ioannis Kapodistrias. Jaksa Agung pertama adalah Andronikos Paekos, yang saat itu menjabat sebagai hakim ketua pengadilan sementara Missolonghi.
Di antara areopagites (hakim agung), terdapat pula Anastasios Polyzoidis, yang dahulu menjabat sebagai hakim ketua dari pengadilan sementara Nafplion, yang bersama dengan rekan sejawatnya, Georgios Tertsetis, dikenal karena penolakannya untuk menandatangani hukuman untuk pahlawan Revolusi Yunani, Theodoros Kolokotronis.
Perkara pertama yang diajukan kepada Mahkamah Agung Perdata dan Pidana (1/1835) disidangkan pada tanggal 30 April 1835 dan putusannya diterbitkan pada tanggal 1 Mei 1835.

Mahkamah Agung Perdata dan Pidana saat ini bertempat di gedung pengadilan bernama Themidos Melathron yang terletak di Jalan Alexandras yang dibangun oleh arsitek terkenal, Iason Rizos (Ιάσων Ρίζος) tanggal 23 Februari 1981.[1]
Berikut adalah daftar Ketua Mahkamah Agung Perdata dan Pidana Yunani:[2]