Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Cawai

Cawai (bahasa Inggris : magpie) adalah burung dari keluarga Corvidae (gagak). Cawai eurasia hitam-putih banyak dianggap sebagai salah satu hewan paling cerdas di dunia dan salah satu dari sedikit spesies non-mamalia yang dapat mengenali dirinya sendiri dalam uji cermin. Selain anggota lain darigenus Pica, unggas yang dianggap sebagai cawai juga ada yang berasal dari genera Cissa. Burung cawai sering disamakan dengan burung kucica atau murai dari genus Copsychus.

Wikipedia article
Diperbarui 17 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cawai
Artikel ini bukan mengenai Murai.
Cawai
Kucica Eurasia
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Kordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Corvidae
Genera
  • Urocissa
  • Cissa
  • Cyanopica
Artikel takson sembarang
Cawai sedang bertengger, Swedia 2016

Cawai[1] (bahasa Inggris : magpie) adalah burung dari keluarga Corvidae (gagak). Cawai eurasia hitam-putih banyak dianggap sebagai salah satu hewan paling cerdas di dunia[2][3][4] dan salah satu dari sedikit spesies non-mamalia yang dapat mengenali dirinya sendiri dalam uji cermin.[5] Selain anggota lain darigenus Pica, unggas yang dianggap sebagai cawai juga ada yang berasal dari genera Cissa. Burung cawai sering disamakan dengan burung kucica atau murai dari genus Copsychus.

Cawai dari genus Pica umumnya ditemukan di daerah beriklim sedang di Eropa, Asia, dan Amerika Utara bagian barat, dengan populasi juga terdapat di Tibet dan daerah dataran tinggi Kashmir. Cawai dari genus Cyanopica ditemukan di Asia Timur dan Semenanjung Iberia. Namun, ada juga burung yang namanya cawai australia tetapi sebenarnya tidak ada kaitannya dengan cawai asli.[6]

Sistematika dan spesies

Menurut beberapa penelitian, burung cawai tidak membentuk kelompok monofiletik seperti yang diyakini secara tradisional; ekornya telah memanjang (atau memendek) secara independen pada beberapa garis keturunan burung yang hidup.[7] Di antara burung cawai tradisional, tampaknya ada dua garis keturunan yang berbeda. Salah satunya terdiri dari spesies Holarktika dengan warna hitam dan putih, dan mungkin berkerabat dekat dengan burung gagak dan burung celung Eurasia. Yang lainnya berisi beberapa spesies dari Asia Selatan hingga Timur dengan warna cerah, sebagian besar berwarna hijau atau biru. Burung cawai sayap-nilam dan cawai iberia, yang sebelumnya dianggap sebagai satu spesies dengan sebaran paling aneh, ternyata merupakan dua spesies berbeda, dan diklasifikasikan sebagai genus Cyanopica.[8]

Penelitian lain meragukan taksonomi burung cawai Pica, karena P. hudsonia dan P. nuttalli mungkin bukan spesies yang berbeda, sedangkan ras P. pica Korea secara genetik sangat berbeda dari bentuk ras Eurasia lainnya (dan juga ras Amerika Utara). Bentuk Amerika Utara, Korea, dan Eurasia yang tersisa diterima sebagai tiga atau empat spesies terpisah, atau hanya ada satu spesies, Pica pica.[9]

Cawai oriental

  • Subfamily Cissinae
    • Genus Urocissa
      • Cawai-biru taiwan, Urocissa caerulea
      • Cawai-biru paruh-merah, Urocissa erythroryncha
      • Cawai-biru paruh-kuning, Urocissa flavirostris
      • Cawai-biru sayap-putih, Urocissa whiteheadi
      • Cawai-biru srilanka, Urocissa ornata
    • Genus Cissa
      • Ekek layongan, Cissa chinensis
      • Ekek dada-kuning, Cissa hypoleuca
      • Ekek-geling jawa, Cissa thalassina
      • Ekek-geling kalimantan, Cissa jefferyi

Cawai sayap-nilam

  • Genus Cyanopica
    • Cawai sayap-nilam, Cyanopica cyanus
    • Cawai iberia, Cyanopica cooki

Cawai holarktika

  • Genus Pica
    • Cawai eurasia, Pica pica
    • Cawai paruh-hitam, Pica hudsonia (mungkin konspesifik dengan P. pica)
    • Cawai paruh-kuning, Pica nuttalli (mungkin konspesifik dengan P. (pica) hudsonia)
    • Cawai asir, Pica asirensis (mungkin konspesifik dengan P. pica)
    • Cawai Maghreb, Pica mauritanica (mungkin konspesifik dengan P. pica)
    • Cawai oriental, Pica serica (mungkin konspesifik dengan P. pica)
    • Cawai tunggir-hitam. Pica bottanensis (mungkin konspesifik dengan P. pica)

Referensi

  1. ↑ "Cawai - A Comprehensive Indonesian Dictionary".
  2. ↑ "World's smartest birds - Welcome Wildlife". welcomewildlife.com. 3 January 2017.
  3. ↑ Connor, Steve (19 August 2008). "Magpies reflect on a newly discovered intellectual prowess". The Independent. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-01-31. Diakses tanggal 2019-09-17.
  4. ↑ "Eurasian Magpie: A True Bird Brain". britannica.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-06. Diakses tanggal 2019-09-17.
  5. ↑ Prior H, et al. (2008). De Waal F (ed.). "Mirror-Induced Behavior in the Magpie (Pica pica): Evidence of Self-Recognition". PLoS Biology. 6 (8). Public Library of Science: e202. doi:10.1371/journal.pbio.0060202. PMC 2517622. PMID 18715117. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  6. ↑ Joseph, Leo (2017-12-12). "It's beloved, but Australia's magpie is an international bird of mystery". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-01-26.
  7. ↑ Ericson, Per G. P.; Jansén, Anna-Lee; Johansson, Ulf S. & Ekman, Jan (2005): Inter-generic relationships of the crows, jays, magpies and allied groups (Aves: Corvidae) based on nucleotide sequence data. Diarsipkan 2017-08-10 di Wayback Machine. Journal of Avian Biology 36: 222–234.
  8. ↑ Kyukov et al, Synchronic east–west divergence in azure-winged magpies (Cyanopica cyanus) and magpies (Pica pica), Journal of Zoological Systematics and Evolutionary Research 42(4): 342-351 (2004)
  9. ↑ Lee, Sang-im; Parr, Cynthia S.; Hwang, Youna; Mindell, David P. & Choe, Jae C. (2003): Phylogeny of magpies (genus Pica) inferred from mtDNA data. Diarsipkan 2004-05-04 di Wayback Machine. Molecular Phylogenetics and Evolution 29: 250–257.

Daftar pustaka

  • Ericson, Per G. P.; Jansén, Anna-Lee; Johansson, Ulf S. & Ekman, Jan (2005): Inter-generic relationships of the crows, jays, magpies and allied groups (Aves: Corvidae) based on nucleotide sequence data. Journal of Avian Biology 36: 222–234.
  • Lee, Sang-im; Parr, Cynthia S.; Hwang, Youna; Mindell, David P. & Choe, Jae C. (2003): Phylogeny of magpies (genus Pica) inferred from mtDNA data. Molecular Phylogenetics and Evolution 29: 250–257.

Bacaan tambahan

  • Song, S.; Zhang, R.; Alström, P.; Irestedt, M.; Cai, T.; Qu, Y.; Ericson, P.G.P.; Fjeldså, J.; Lei, F. (2017). "Complete taxon sampling of the avian genus Pica (magpies) reveals ancient relictual populations and synchronous Late-Pleistocene demographic expansion across the Northern Hemisphere". Journal of Avian Biology. 49 (2): jav-01612. doi:10.1111/jav.01612.

Pranala luar

  • Magpie videos, photos and sounds Diarsipkan 2016-03-14 di Wayback Machine. on the Internet Bird Collection
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • NARA

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sistematika dan spesies
  2. Referensi
  3. Daftar pustaka
  4. Bacaan tambahan
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Murai eurasia

Murai eurasia (Pica pica) adalah burung cawai yang dapat ditemukan di seluruh Eropa, sebagian besar Asia dan barat laut Afrika. Burung ini merupakan salah

Suku Komering

kelompok etnik yang berasal dari daerah-daerah dekat sungai Komering di Sumatera Selatan

Kepulauan Karimunjawa

kepulauan di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026