Madina Mayurqa adalah istilah dalam bahasa Arab yang mengacu kepada kota Palma de Mallorca. Saat penakluk Islam Isam al-Khawlani mengambil alih pulau Mallorca pada tahun 903, kota Romawi Kuno yang bernama Palma ditinggalkan oleh penduduknya. Orang-orang Muslim menyesuaikan kota tersebut dengan kebutuhan mereka dengan mendirikan penginapan, tempat pemandian dan masjid. Walaupun tata kota lama pada awalnya dipertahankan, kaum Muslim kemudian memutuskan untuk mengubahnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

kota kuno | |
|---|---|
| مدينة ميورقة (ar) | |
| Tempat | |
| Negara | Kekhalifahan Kordoba, Keamiran Kordoba, Thaifah Dénia, Thaifah Majorca, Murabitun, Taifa of Mallorca (en) |
| Sejarah | |
| Dilanjutkan oleh | Palma de Mallorca |
| Kejadian penting | |
Madina Mayurqa adalah istilah dalam bahasa Arab yang mengacu kepada kota Palma de Mallorca. Saat penakluk Islam Isam al-Khawlani mengambil alih pulau Mallorca pada tahun 903, kota Romawi Kuno yang bernama Palma ditinggalkan oleh penduduknya. Orang-orang Muslim menyesuaikan kota tersebut dengan kebutuhan mereka dengan mendirikan penginapan, tempat pemandian dan masjid. Walaupun tata kota lama pada awalnya dipertahankan, kaum Muslim kemudian memutuskan untuk mengubahnya.
Raja Jaume I dari Aragon merebut kota ini pada tanggal 31 Desember 1229. Madina Mayurqa lalu dijarah dan terbakar beberapa kali. Seusai peristiwa tersebut, pemukim-pemukim Katalunya datang dan mengubah wajah kota Al-Andalus ini. Mereka membangun gereja-gereja, sementara penduduk Muslimnya dibunuh, diusir atau diperbudak. Namun, beberapa masih bertahan di pulau Mallorca dan meneruskan aktivitas mereka sebagai petani atau perajin.
Akibat penjarahan ini, tidak banyak bangunan-bangunan dari masa Madina Mayurqa yang tersisa. Namun, masih terdapat beberapa bangunan bersejarah dari masa ini, seperti alcázar lama, tempat pemandian arab dan pintu Almudaina.