Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiLi Dingguo
Artikel Wikipedia

Li Dingguo

Li Dingguo (Hanzi:李定国)(1621-1662) adalah pemberontak anti-Qing pada awal berdirinya dinasti itu. Ia lahir di Yan'an, Provinsi Shaanxi dari sebuah keluarga miskin. Walau demikian ia seorang yang cerdas dan gemar membaca, terutama seni berperang dan sejarah. Dia bergabung dengan pemberontakan petani Daxi yang dipimpin oleh Zhang Xianzhong dan menjadi anak angkatnya. Pasukan itu berkuasa di Sichuan dan sekitarnya, dia juga salah satu dari empat jendral terbaik Zhang. Setelah kematian ayah angkatnya, Li, Sun Kewang, Liu Wenxiu, dan Ai Nengqi mengabdi pada Zhu Youlang, salah satu pangeran Dinasti Ming yang mengklaim diri sebagai kaisar Ming Selatan.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Li Dingguo
Nama asal李定国
LahirJuly 29 1621 (1621-07-29)
Shaanxi, Ming China
MeninggalAugust 10 1662 (1662-08-11) (aged 41)
Yunnan, Qing China
PekerjaanPemimpin militer
GelarPangeran Xining (西寧王, 1650)
Pangeran Jin (晋王, 1656)

Li Dingguo (Hanzi:李定国)(1621-1662) adalah pemberontak anti-Qing pada awal berdirinya dinasti itu. Ia lahir di Yan'an, Provinsi Shaanxi dari sebuah keluarga miskin. Walau demikian ia seorang yang cerdas dan gemar membaca, terutama seni berperang dan sejarah. Dia bergabung dengan pemberontakan petani Daxi yang dipimpin oleh Zhang Xianzhong dan menjadi anak angkatnya. Pasukan itu berkuasa di Sichuan dan sekitarnya, dia juga salah satu dari empat jendral terbaik Zhang. Setelah kematian ayah angkatnya, Li, Sun Kewang, Liu Wenxiu, dan Ai Nengqi mengabdi pada Zhu Youlang (Kaisar Yongli), salah satu pangeran Dinasti Ming yang mengklaim diri sebagai kaisar Ming Selatan.

Li dengan pasukan gajahnya yang terkenal berhasil merebut daerah-daerah yang diduduki Manchu di selatan Tiongkok. Dia juga berhasil membunuh beberapa jendral-jendral Dinasti Qing yang terkenal seperti Li Hui dan Kong Youde.

Setelah kembali dengan membawa kemenangan, Kaisar Yongli memberinya gelar Pangeran Xining yang membuat rekannya, Sun Kewang iri hati. Setelah gagal dalam rencana membunuh Li dan menggulingkan Yongli, Sun kabur dan membelot ke Qing. Li harus mundur dan memperkuat pertahanan di Yunnan yang menjadi basis pertahanan Ming Selatan.

Tidak lama kemudian pasukan Qing yang dipimpin oleh Hong Chengchou dan Wu Sangui menyerang Yunnan dan Guizhou. Ironisnya, ketika Li bertempur mati-matian mempertahankan kaisar dan dinastinya, Kaisar Yongli dengan pengecut melarikan diri ke Burma tanpa memberi tahu Li. Berkali-kali Li mengirim pesan agar kaisar kembali tetapi gagal sehingga dia juga terpaksa harus mundur ke Burma. Raja Burma yang takut akan pasukan Qing belakangan menyerahkan Kaisar Yongli pada Wu Sangui untuk dieksekusi. Dalam pelarian di negeri asing itu, Li menghembuskan napas terakhirnya, sebelum meninggal dia berpesan pada anak-anaknya, “Kalian lebih baik mati di alam liar daripada menyerah (pada Qing)”

Kepahlawanan Li meninggalkan kesan yang mendalam di hati rakyat Sichuan. Setelah kematiannya rakyat disana membangun kuil untuk memperingati dirinya.

Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
  • Israel
Orang
  • Trove
Lain-lain
  • Yale LUX
    • 2


Flag of TiongkokBiography icon

Artikel bertopik biografi Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Artikel Terkait

Kong Youde

ia berhadapan dengan Li Dingguo, pendukung setia Dinasti Ming, dalam pertempuran Guilin. Pasukannya dikalahkan oleh pasukan Li yang dilengkapi dengan

Kaisar Shunzhi

Tiongkok selatan, loyalisme Ming belum mati. Pada awal Agustus 1652, Li Dingguo, yang pernah bertugas sebagai jenderal di Sichuan di bawah raja bandit

Transisi dari Ming ke Qing

transisi antara dua dinasti besar dalam sejarah Tiongkok dari 1618 hingga 1683

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026