Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiLamtoro gung
Artikel Wikipedia

Lamtoro gung

Lamtoro gung adalah subspesies dari tumbuhan lamtoro; lamtoro yang besar, biasa digunakan sebagai pupuk hijau, pelindung tanaman kopi, cokelat, vanili, dan sebagainya, daunnya untuk makanan ternak dan kayunya untuk kayu bakar dan bahan bangunan. Tumbuhan ini memiliki ukuran sedang yang tumbuh cepat, penting untuk agroforestri, sedangkan lamtoro umum adalah semak belukar kecil yang dianggap sebagai gulma invasif.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lamtoro gung
Leucaena leucocephala subsp. glabrata Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KerajaanPlantae
OrdoFabales
FamiliFabaceae
GenusLeucaena
SpesiesLeucaena leucocephala
SubspesiesLeucaena leucocephala subsp. glabrata Suntingan nilai di Wikidata
Zárate, 1987
Tata nama
BasionimLeucaena glabrata (mul) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Artikel takson sembarang

Lamtoro gung[1] (Leucaena leucocephala subsp. glabrata) (bahasa Inggris: Giant leucaneacode: en is deprecated ) adalah subspesies dari tumbuhan lamtoro; lamtoro yang besar, biasa digunakan sebagai pupuk hijau, pelindung tanaman kopi, cokelat, vanili, dan sebagainya, daunnya untuk makanan ternak dan kayunya untuk kayu bakar dan bahan bangunan.[1][2] Tumbuhan ini memiliki ukuran sedang yang tumbuh cepat, penting untuk agroforestri, sedangkan lamtoro umum adalah semak belukar kecil yang dianggap sebagai gulma invasif.[3]

Deskripsi

Lamtoro gung dapat ditanam sebagai pohon berkayu hingga ~ 20 m tingginya atau dipelihara sebagai legum makanan ternak lebat dengan panen berulang dedaunannya beberapa kali setahun. Lamtoro gung yang ditanam untuk pakan ternak dapat menghasilkan hijauan bahan kering hingga 34 Mg ha − 1 tahun − 1. Hasil hijauan yang tinggi bersama-sama dengan kandungan protein yang tinggi menjadikan leucaena legum pakan ternak yang ideal untuk daerah tropis dan subtropis di dunia. Meskipun mimosin yang ada di dedaunan leucaena memiliki toksisitas, seharusnya tidak menjadi perhatian besar karena hewan ternak ruminansia tidak mengalami efek racun dari mimosin. Mimosin yang ada di dedaunan lamtoro gung juga dapat dihilangkan dengan mudah dan murah melalui pemrosesan sederhana.[3]

Kultivar lamtoro gung umumnya bebas dari penyakit dan sangat toleran terhadap kekeringan. Meskipun infestasi oleh hama psyllids mungkin menjadi masalah, sejumlah kultivar lamtoro gung yang resisten terhadap psyllid telah dikembangkan melalui hibridisasi antarspesies.[3]

Manfaat

Kayu lamtoro gung dapat digunakan untuk produksi kayu, bubur kertas, atau biofuel. Dedaunan dan kayu lamtoro gung dapat berfungsi sebagai bahan baku untuk pengembangan industri baru untuk produksi phytochemical seperti mimosin, tanin dan antosianin, produk kayu, dan pakan ternak protein tinggi untuk hewan ternak di masa depan.[3] Pohon Lamtoro ini bisa menjadi sumber kayu bakar, peneduh bagi tanaman lain dan pencegah erosi.[4]

Lamtoro diketahui juga dapat digunakan sebagai bahan baku obat-obatan. Beberapa literatur menyebutkan, Lamtoro bisa mengobati kencing manis, cacing, bengkak radang ginjal, bisul, patah tulang, abses paru, luka terpukul, insomnia dan meningkatkan gairah seks.[4]

Referensi

  1. 1 2 (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata lamtoro gung pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-10-8.
  2. ↑ "Arti kata lamtoro ? gung - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online". kbbi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2019-10-08.
  3. 1 2 3 4 Bageel, Ahmed; Honda, Michael D. H.; Carrillo, James T.; Borthakur, Dulal (2019-04-30). "Giant leucaena (Leucaena leucocephala subsp. glabrata): a versatile tree-legume for sustainable agroforestry". Agroforestry Systems (dalam bahasa Inggris). doi:10.1007/s10457-019-00392-6. ISSN 1572-9680.
  4. 1 2 "Lamtoro Gung Miliki Banyak Manfaat". Cendana News. 2019-04-30. Diakses tanggal 2019-10-08.

Pranala luar

  • Lamtoro gung miliki banyak manfaat
Pengidentifikasi takson
Leucaena leucocephala
  • Wikidata: Q35905
  • Wikispecies: Leucaena leucocephala
  • AoFP: 1397
  • APDB: 61902
  • APNI: 87387
  • ARKive: leucaena-leucocephala
  • ATRF: Leucaena_leucocephala
  • Calflora: 13578
  • CoL: 724CH
  • Ecocrop: 1344
  • EoL: 418348
  • EPPO: LUAGL
  • FloraBase: 3613
  • FNA: 200012201
  • FoAO2: Leucaena leucocephala
  • FoC: 200012201
  • GBIF: 2970418
  • GISD: 23
  • GRIN: 21959
  • iNaturalist: 47447
  • IPA: 5932
  • IPNI: 138955-2
  • IRMNG: 10175720
  • ISC: 31634
  • ITIS: 26766
  • NatureServe: 2.132889
  • NCBI: 3866
  • NTFlora: 3599
  • NZOR: 7644693a-7498-4d0c-aa08-a6467e29af9a
  • Observation.org: 198762
  • Open Tree of Life: 510052
  • PalDat: Leucaena_leucocephala
  • PfaF: Leucaena leucocephala
  • Plant List: ild-105
  • PLANTS: LELE10
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:138955-2
  • Tropicos: 13002824
  • WoI: 2731
  • WFO: wfo-0000164084
Leucaena leucocephala subsp. glabrata
  • Wikidata: Q50913123
  • APDB: 222082
  • APNI: 154535
  • CoL: 5JC5V
  • FoAO2: Leucaena leucocephala subsp. glabrata
  • GBIF: 2970421
  • GRIN: 314691
  • iNaturalist: 316592
  • IPNI: 953705-1
  • ITIS: 820836
  • NCBI: 190745
  • NTFlora: 20582
  • Open Tree of Life: 307374
  • Plant List: ild-33436
  • PLANTS: LELEG
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:953705-1
  • Tropicos: 13069020
  • WFO: wfo-0000186929
Leucaena glabrata
  • Wikidata: Q39154298
  • APDB: 61904
  • APNI: 154417
  • CoL: 6Q4B6
  • GBIF: 2970423
  • GRIN: 314692
  • IPNI: 279591-2
  • IRMNG: 10696972
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:279591-2
  • Tropicos: 13002818
  • WFO: wfo-0000163787

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Manfaat
  3. Referensi
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Lamtoro

sejenis perdu dari suku Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi.

MNCTV

Jaringan televisi di Indonesia

Siti Hardiyanti Rukmana

politikus asal Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026