Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Letusan Plinius

Letusan Plinius atau Letusan Vesuvius adalah letusan vulkanik yang bercirikan mirip dengan letusan dari Gunung Vesuvius pada 79 M yang dijelaskan oleh surat dari Plinius Muda.

jenis letusan gunung api
Diperbarui 1 Desember 2022

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Letusan Plinius
Seniman menggambarkan Letusan Gunung Vesuvius di tahun 79 M (1822)

Letusan Plinius atau Letusan Vesuvius adalah letusan vulkanik yang bercirikan mirip dengan letusan dari Gunung Vesuvius pada 79 M yang dijelaskan oleh surat dari Plinius Muda.[1]

Letusan Plinius ditandai dengan semburan gas vulkanis dan abu vulkanik yang menyembur tinggi hingga stratosfer, suatu lapisan atmosfer yang sangat tinggi. Karakteristik utamanya adalah pemancaran batu apung dalam jumlah besar dan letusan letusan gas yang sangat kuat dan berlangsung lama.[2]

Letusan pendek dapat berakhir kurang dari sehari, tetapi letusan panjang dapat mencapai beberapa bulan. Letusan panjang bermula dari pembentukan awan abu vulkanik, kadang-kadang disertai awan panas. Jumlah magma yang dikeluarkan sangat banyak sehingga puncak gunung kemungkinan dapat runtuh dan menjadi suatu kaldera.[3] Abu halus dapat menyebar hingga area yang sangat luas. Letusan Plinius sering disertai oleh suara letusan yang nyaring, seperti yang dihasilkan oleh letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.[4]

Beberapa contoh letusan Plinius yang menghasilkan kaldera antara lain adalah:

  • Letusan Gunung Pinatubo tahun 1991 di Luzon, Filipina;
  • Letusan Gunung St. Helens tahun 1980;
  • Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 di Selat Sunda, Indonesia;
  • Letusan Gunung Tambora tahun 1815 di Sumbawa, Indonesia;
  • Letusan Gunung Tarumae[5] tahun 1667 dan 1739 di Jepang;
  • Letusan Gunung Vesuvius 79 SM, yang menjadi referensi untuk letusan Plinius.

Lava yang dihasilkan biasanya riolit dan kaya silikat. Lava Basaltik jarang terdapat pada letusan Plinius, contohnya seperti letusan Gunung Tarawera.[6]

Lihat pula

  • Gunung berapi
  • Letusan gunung

Rujukan

  1. ↑ "Pliny Letter 6.16". Diakses tanggal 22 Nov 2022.
  2. ↑ "Plinian Eruptions (U.S. National Park Service)". www.nps.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-11-28.
  3. ↑ Scarth, Alwyn (2004-01-14). Volcanoes: An Introduction (dalam bahasa Inggris). CRC Press. ISBN 978-0-203-21446-6.
  4. ↑ ITB, Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi "GEA" (2020-12-27). SuaraGEA Edisi 2020: Adapt and Overcome. Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi "GEA" ITB.
  5. ↑ Enlightenment activities for improvement on disasters from Tarumae Volcano, Japan, Cities on Volcanoes 4, 23-27 January 2006
  6. ↑ Rose, William Ingersoll (2006-01-01). Volcanic Hazards in Central America (dalam bahasa Inggris). Geological Society of America. ISBN 978-0-8137-2412-6.

Pranala luar

  • USGS Photo Glossary Entry for Plinian Eruptions

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Rujukan
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Letusan gunung api

fenomena alam yang meliputi letusan tiba-tiba dari lahar, gas panas dan substansi lain dari suatu formasi geologis

Gunung berapi

gunung yang masih aktif dan dapat memuntahkan lava dan lahar

Letusan Gunung Agung 1963

dengan Cincin Api Pasifik. Sebelum Letusan 1963, Gunung Agung juga sempat meletus beberapa kali pada tahun 1710-1711, 1808, 1821 dan 1843. Letusan dimulai pada

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026