Lentera Dipantara adalah sebuah penerbit yang dikelola sendiri oleh Astuti, salah seorang putri Pramoedya Ananta Toer, bersama-sama dengan beberapa orang muda yang menyatakan diri pengagum karya-karya Pramoedya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Lentera Dipantara adalah sebuah penerbit yang dikelola sendiri oleh Astuti, salah seorang putri Pramoedya Ananta Toer, bersama-sama dengan beberapa orang muda yang menyatakan diri pengagum karya-karya Pramoedya.
Sejak 2002 Lentera Dipantara diserahi oleh Pramoedya untuk mengurus seluruh hak cipta, penerbitan, dan peredaran karya-karya Pramoedya.
Koleksi buku Pramoedya Ananta Toer terbitan Lentera Dipantara yang paling populer adalah Tertralogi Pulau Buru yang ditulis semasa pram menjalani masa tahanan politik di Blora. Buku-buku lain meliputi karya Fiksi di antaranya adalah Gadis Pantai Arok Dedes, Mangir, Tikus dan Manusia, Larasati dan Bukan Pasar Malam. Karya Non-Fiksi, Kumpulan Cerpen, dan Esai meliputi Panggil Aku Kartini Saja, Jalan Raya Pos, Jalan Deandels, Subuh dan masih banyak lainnya