Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bokol kalimantan

Bokol kalimantan adalah nama salah satu fauna endemis Kalimantan, Indonesia. Hewan ini memiliki nama ilmiah Lariscus hosei. Bokol kalimantan termasuk dalam hewan Mamalia, yaitu hewan yang berkembang biak dengan cara beranak. Apabila habitatnya rusak, populasi bokol kalimantan tentu juga menjadi berkurang. Hewan ini masih satu ordo dengan tikus yaitu "Rodentia" yang berarti hewan pengerat. Hewan tanah ini termasuk dalam kelas Sciuridae (bajing) dan genus Lariscus (bokol).

Wikipedia article
Diperbarui 23 Januari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bokol kalimantan
Status konservasi

Risiko Rendah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Sciuridae
Genus: Lariscus
Spesies:
L. hosei
Nama binomial
Lariscus hosei
Thomas, 1892
Sinonim

Sciurus hosei

Bokol kalimantan adalah nama salah satu fauna endemis Kalimantan, Indonesia.[2] Hewan ini memiliki nama ilmiah Lariscus hosei.[3] Bokol kalimantan termasuk dalam hewan Mamalia, yaitu hewan yang berkembang biak dengan cara beranak.[4] Apabila habitatnya rusak, populasi bokol kalimantan tentu juga menjadi berkurang.[2] Hewan ini masih satu ordo dengan tikus yaitu "Rodentia" yang berarti hewan pengerat.[3] Hewan tanah ini termasuk dalam kelas Sciuridae (bajing) dan genus Lariscus (bokol).[2]

Habitat

Bokol kalimantan tersebar di daerah Serawak, Sabah, dan Kalimantan.[2] Bokol kalimantan ini hidup di hutan primer dengan ketinggian tanah sampai siatas 1000 meter di atas permukaan laut.[2] Hewan pengerat ini hidup di hujan tropis kering dan hutan subtopis.[2] Selain di temukan di Indonesia dan Malaysia, hewan ini juga ditemukan di Thailand.[2]

Status konservasi

Bokol kalimantan termasuk hewan yang dilindungi.[2] Hewan ini dilindungi karena keberadaannya sudah langka.[2] Maraknya pembalakan liar dan pembukaan hutan menjadi lahan perkebunan mengakibatkan habitat asi hewan pengerat tersebut menjadi rusak.[2] Apabila habitatnya rusak, populasi bokol kalimantan tentu juga menjadi berkurang.[2]

Gambaran

Bokol kalimantan memiliki bentuk seperti pada umumnya bajing, yang membedakan adalah adanya garis berjumlah empat pada punggungnya.[5] Karena hal inilah, hewan tersebut juga dinamakan bajing tanah bergaris empat.[5] Hewan ini memiliki warna cokelat pada bagian punggungnya dan berwarna oranye pada bagian perutnya.[6] Bokol kalimantan betina memiliki tinggi 189 mm sedangkan jantan memiliki tinggi 181 mm.[6] Berat rata-rata bokol kalimantan adalah 215 gram.[6]

Seperti halnya hewan mamalia lainnya, bokol kalimantan juga memiliki rambut.[6] Hewan ini juga memiliki rambut yang menutupi seluruh tubuhnya.[6] Warna rambutnya ada tiga macam, yaitu cokelat, hitam, dan oranye.[6] Rambut pada bagian punggung membentuk pola garis yang membedakan hewan ini dengan jenis bajing tanah lainnya.[6] Hewan ini memiliki ekor yang berambut lebat mirip seperti pada tupai.[6] Kakinya berjumlah empat, dua di bagian depan dan dua di bagian belakang.[6] Setiap kaki bajing tanah bergaris empat terdapat jari-jari yang terdiri dari tarsal, metatarsal dan palanges.[6] Setiap jari kakinya dilengkai dengan kuku yang cukup tajam.[6] Hewan ini termasuk hewan nokturnal, karena lebih sering beraktivitas pada malam hari.[6]

Rujukan

  1. ↑ Gerrie, R.; Kennerley, R. (2019). "Lariscus hosei". 2019: e.T11304A22242503. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-1.RLTS.T11304A22242503.en. ;
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "Lariscus hosei". IUCN Red List. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  3. 1 2 "Four Striped Ground Squirrel". Inatural List. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  4. ↑ "Lariscus-hosei". ITIS Report. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  5. 1 2 "Four-striped Ground Squirrel (Lariscus hosei)". Igo Terra. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "Squirrels of the World". JHU Press. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
Pengidentifikasi takson
Lariscus hosei
  • Wikidata: Q309128
  • Wikispecies: Lariscus hosei
  • ADW: Lariscus_hosei
  • CoL: 6NZ93
  • EoL: 313120
  • GBIF: 2437526
  • iNaturalist: 46186
  • IRMNG: 10858865
  • ITIS: 632374
  • IUCN: 11304
  • MDD: 1001561
  • MSW: 12400591
  • Xeno-canto: Lariscus-hosei

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Habitat
  2. Status konservasi
  3. Gambaran
  4. Rujukan

Artikel Terkait

Bokol

genus mamalia

Bokol buut

Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Bajing ini termasuk hewan yang dilindungi karena keberadaannya makin sedikit sehingga terancam punah. Bokol buut hidup

Bajing

keluarga mamalia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026