Nibilam guannal[2] (Phalanger gymnotis) atau Kuskus tanah[3] adalah hewan berkantung dari ordo Diprotodontia dan termasuk dalam famili Phalangeridae, yaitu sebuah famili beragam yang terdiri dari spesies kuskus lainnya dan kilyo ekor-sikat (Trichosurus spp.) dan posum ekor-sisik (Wyulda squamicaudata).
Berikut ringkasan seputar kuskus tanah:[4][5][6]
- Distribusi: Kuskus Umum Utara ditemukan di utara Australia, termasuk daerah Queensland, Teritorial Utara, dan Australia Barat. Mereka juga menghuni pulau-pulau terdekat dan bagian Papua Nugini.
- Habitat: Spesies ini dikenal karena menghabiskan sejumlah waktu yang signifikan di tanah, yang agak tidak biasa untuk kuskus, karena banyak dari mereka pada umumnya bersifat arboreal (tinggal di pohon). Namun, kuskus tanah masih mampu memanjat pohon dan memiliki adaptasi untuk gaya hidup arboreal.
- Karakteristik Fisik: Kuskus tanah memiliki tubuh yang berisi dengan mantel bulu yang relatif pendek dan padat. Warna bulu dapat bervariasi, tetapi sering berwarna abu-abu atau coklat. Ekor mereka prehensile, membantu dalam pergerakan di antara pohon.
- Perilaku: Meskipun kuskus tanah menghabiskan waktu di daratan, mereka juga ahli dalam memanjat pohon dan dapat bergerak di antara pohon menggunakan ekor prehensile. Mereka bersifat nokturnal, lebih aktif selama malam.
- Pola Makan: Diet kuskus tanah terdiri dari daun, buah, bunga, dan kadang-kadang serangga. Sebagai herbivora, mereka memiliki lambung khusus untuk membantu pencernaan bahan tumbuhan.
- Reproduksi: Seperti marsupial lain, betina kuskus tanah memiliki kantong di mana ia membawa dan merawat anaknya yang belum berkembang. Durasi waktu yang dihabiskan di dalam kantong bervariasi antar individu.
- Status Konservasi: Status konservasi kuskus tanah umumnya dianggap sebagai yang paling minim kekhawatiran. Namun, seperti banyak spesies satwa liar, mereka menghadapi ancaman seperti hilangnya habitat akibat deforestasi dan aktivitas manusia.
Penting untuk dicatat bahwa istilah "kuskus tanah" mungkin digunakan secara informal untuk merujuk pada spesies kuskus lain yang juga menghabiskan waktu di daratan atau memiliki kebiasaan hidup di daratan. Jika ada perkembangan atau penemuan baru terkait kuskus tanah sejak pembaruan terakhir saya pada Januari 2022, disarankan untuk memeriksa otoritas satwa liar setempat, organisasi konservasi, atau publikasi ilmiah terbaru untuk informasi terkini.
Referensi
- ↑ Leary, T.; Singadan, R.; Menzies, J.; Helgen, K.; Wright, D.; Allison, A.; Salas, L.; Dickman, C. (2016). "Phalanger gymnotis". 2016: e.T16856A21951309. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T16856A21951309.en. ;
- ↑ "Checklist of the mammals of Indonesia : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation | WorldCat.org". search.worldcat.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-12-09.
- ↑ Bimantara, Aldi (14 Januari 2024). Allo, Libertus Manik (ed.). "Mengenal Kuskus Tanah di Hutan Cagar Alam Fakfak, Paling Diminati Turis Manca Negara". Tribunpapuabarat. Diakses tanggal 2026-03-08.
- ↑ Macke, Colleen. "Phalanger gymnotis (ground cuscus)". Animal Diversity Web (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-30.
- ↑ "ITIS - Report: Phalanger gymnotis". www.itis.gov. Diakses tanggal 2025-05-30.
- ↑ "Phalanger gymnotis". iNaturalist. Diakses tanggal 2025-05-30.
|
|---|
| Phalanger gymnotis | |
|---|
| Phalangista gymnotis | |
|---|