Pusat Kota Kuala Lumpur adalah kawasan pengembangan multiguna di Kuala Lumpur, Malaysia. Terletak di jantung Malaysia, KLCC merujuk pada area di dalam dan di sekitar Taman KLCC, tetapi istilah ini juga telah banyak digunakan oleh bangunan-bangunan di sekitarnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| KLCC | |
|---|---|
Pusat Bandaraya Kuala Lumpur Kuala Lumpur City Centre | |
Pemandangan KLCC dan sekitarnya pada sore hari | |
![]() | |
| Nama lain | KLCC, KL City Centre |
| Informasi umum | |
| Jenis | Distrik bisnis pusat |
| Lokasi | Kuala Lumpur, Malaysia |
| Koordinat | 3°09′25″N 101°42′53″E / 3.15687°N 101.71473°E / 3.15687; 101.71473[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Pusat_Kota_Kuala_Lumpur¶ms=3.15687_N_101.71473_E_type:landmark_region:MY <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">3°09′25″N</span> <span class=\"longitude\">101°42′53″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">3.15687°N 101.71473°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">3.15687; 101.71473</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBg\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt5\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBw\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCA\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Pusat_Kota_Kuala_Lumpur&params=3.15687_N_101.71473_E_type:landmark_region:MY\" class=\"external text\" id=\"mwCQ\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwCg\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCw\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDA\">3°09′25″N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDQ\">101°42′53″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDw\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEA\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwEQ\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEg\">3.15687°N 101.71473°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFA\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFQ\">3.15687; 101.71473</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFg\"/></span>"}' id="mwFw"/> |
| Peletakan batu pertama | Maret 1993 |
| Mulai dibangun | 1 Januari 1996 |
| Selesai dibangun | 1 Januari 1997 |
| Diresmikan | 31 Juli 1999 (1999-07-31) |
| Pemilik | KLCC Property Holdings Berhad (KLCCP) |
| Situs web | |
| klcciconic.com.my | |
Pusat Kota Kuala Lumpur (bahasa Melayu: Pusat Bandaraya Kuala Lumpurcode: ms is deprecated ; bahasa Inggris: Kuala Lumpur City Centrecode: en is deprecated , KLCC) adalah kawasan pengembangan multiguna di Kuala Lumpur, Malaysia. Terletak di jantung Malaysia, KLCC merujuk pada area di dalam dan di sekitar Taman KLCC, tetapi istilah ini juga telah banyak digunakan oleh bangunan-bangunan di sekitarnya.
Dirancang untuk menjadi kota dalam kota, situs seluas 100 hektar ini menaungi dua gedung kembar tertinggi di dunia, hotel tertinggi keempat di dunia, sebuah pusat perbelanjaan, gedung-gedung perkantoran, dan beberapa hotel. Sebuah taman publik dan sebuah masjid juga telah dibangun di area tersebut dan terbuka untuk umum. Area di dalam KLCC didinginkan dengan pendinginan distrik (district cooling) yang terletak di properti tersebut. Seluruh kawasan ini dikembangkan oleh KLCC Property Holdings Berhad (KLCCP) dari KLCC Group of Companies, sebuah lengan investasi properti Petronas.

Lokasi KLCC secara historis merupakan bagian dari kawasan permukiman suburban mewah di utara kota Kuala Lumpur lama, terhubung ke kota melalui Jalan Ampang dan dihuni oleh bungalow dan wastu yang berasal dari awal abad ke-20 masa kolonial. Pusat dari kawasan ini adalah situs asli Selangor Turf Club,[1] dengan banyak rumah dibangun di sekitar lokasi untuk memanfaatkan pemandangan arena balap. Seiring perkembangan skala besar bergerak ke utara dari kota Kuala Lumpur lama setelah tahun 1950-an, pengembangan kawasan ini secara bertahap beralih dari rumah-rumah permukiman berkepadatan rendah menjadi kompleks komersial dan perkantoran berkepadatan tinggi, meningkatkan daya tarik untuk mengembangkan suburban ini menjadi pusat komersial baru untuk Kuala Lumpur. Pada tahun 1988, lokasi Selangor Turf Club dan bagian-bagian permukiman yang berdekatan dijual untuk dibongkar guna proyek KLCC; Turf Club kemudian dipindahkan ke Serdang. Pada tahun-tahun berikutnya setelah relokasi Turf Club, lebih banyak plot permukiman di sekitarnya diakuisisi untuk pengembangan KLCC lebih lanjut.
Menara setinggi 88 lantai ini sebagian besar dibangun menggunakan beton bertulang, dengan fasad baja dan kaca yang menyerupai motif-motif Islam yang dimaksudkan untuk mencerminkan agama resmi dan mayoritas Malaysia. Penampang menaranya menyerupai Rub al-Hizb, yang semakin memperkuat motif Islam dalam desain menara.
Menara ExxonMobil selesai dibangun pada 1 Januari 1997 dan merupakan kantor pusat anak perusahaan ExxonMobil di Malaysia, salah satu perusahaan publik terbesar di dunia.
Menara setinggi 126 m (413 kaki) dan setinggi 30 lantai ini berbentuk persegi panjang, dengan interior yang hampir tanpa kolom. Untuk estetika, elevasi utara dan selatan dimundurkan ke lantai 5, sementara elevasi utara yang menghadap taman publik dimundurkan lagi ke lantai 22 dan 26.

Secara resmi Menara Petronas 3, menara ini adalah menara 60 lantai yang diselesaikan pada tahun 2012. Menara ini terhubung dengan pusat perbelanjaan Suria KLCC.
Menara ini juga dirancang oleh César Pelli, dengan konstruksi dimulai pada tahun 2006 dan selesai pada tahun 2012. Menara ini memiliki pintu masuk terpisah yang menghadap ke hotel Mandarin Oriental dan juga memiliki terowongan penghubung menuju Lot D1. Lot D1 akan menjadi lokasi pengembangan masa depan oleh pemiliknya, KLCC Properties. Seperti Menara Kembar Petronas, Building Services Engineer-nya adalah Flack + Kurtz.
Penampang melintang menara menampilkan dua bentuk geometris, sebuah persegi dan sebuah persegi panjang. Bentuk persegi panjang pada gedung dimulai dari lantai dasar dan membentang hingga lantai 40. Bentuk segitiga membentang hingga puncak menara. Di puncak menara, sebuah mahkota menyempurnakan desainnya. Diperkirakan di mahkota tersebut akan dipasang logo perusahaan menara.
Menara Maxis adalah kantor pusat Maxis Communications, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Malaysia.

Suria KLCC saat ini merupakan satu-satunya dan pusat komersial utama di kawasan KLCC. Pusat perbelanjaan ini menempati ruang di bawah Menara Kembar Petronas dan berbagi tempat parkir (tarif parkir Suria KLCC) dengannya. Pusat perbelanjaan enam lantai ini diperluas ke Menara Petronas 3 pada tahun 2011.
Mal ini terhubung ke Pusat Konvensi Kuala Lumpur melalui terowongan pejalan kaki bawah tanah, yang pada gilirannya terhubung ke distrik perbelanjaan Bukit Bintang melalui jalur pejalan kaki layang.
Building Services Engineer-nya adalah Flack + Kurtz yang saat ini menjadi bagian dari Perusahaan WSP | Parsons Brinkerhoff.

Saat ini terdapat empat hotel di kawasan KLCC:

Kawasan KLCC memiliki pusat konvensi seluas 1.300.000 kaki persegi (120.000 m2) yang dikenal sebagai Kuala Lumpur Convention Centre atau Pusat Konvensi Kuala Lumpur (tarif parkir Kuala Lumpur Convention Centre). Total area fungsi adalah sekitar 216.000 kaki persegi (20.100 m2). Pusat konvensi ini terhubung langsung dengan Traders Hotel. Hotel Impiana, yang dimiliki dan dioperasikan oleh KLCC Properties, pengembang kawasan KLCC, terhubung melalui jembatan penyeberangan. Dalam master plan, akan ada beberapa gedung lagi yang akan dibangun di dekat atau di area pusat konvensi.
The Binjai On The Park adalah satu-satunya kawasan hunian di dalam kompleks ini.[2] Hunian ini terdiri dari dua gedung 42 lantai yang memiliki pemandangan Menara Kembar Petronas tanpa halangan. Dirancang oleh Allen Jack + Cottier (dikenal sebagai AJ+C), arsitek asal Australia yang memiliki kantor cabang di Malaysia, Vietnam, dan Tiongkok.[3] Menara hunian ini merupakan yang termahal di Malaysia dengan penthouse seluas 19.500 kaki persegi yang terjual dengan rekor harga RM50 juta.[4]

Di tengah properti ini terdapat Taman KLCC. Taman ini merupakan salah satu rancangan terakhir dari perancang taman ternama asal Brasil, Roberto Burle Marx. Taman ini memiliki lintasan joging, kolam renang umum, beberapa taman bermain anak, dan danau buatan lengkap dengan air mancur.
Di area ini juga terdapat sebuah masjid bernama Masjid Asy-Syakirin yang berkapasitas 12.000 orang. Banyak kegiatan keagamaan seperti salat Jumat juga dilakukan di sini.

KLCC dilayani oleh jalur lintas rel terpadu (LRT) di Stasiun LRT KLCC, yang dilayani oleh rute Kelana Jaya. Stasiun bawah tanah ini terletak di ruang bawah tanah Avenue K, sebuah kompleks perbelanjaan di seberang Suria KLCC melintasi Jalan Ampang. Stasiun ini terhubung ke Suria KLCC melalui jalur pejalan kaki bawah tanah. Tempat ini juga merupakan hub bus untuk jaringan bus RapidKL, operator transportasi umum terbesar di Kuala Lumpur.
Kawasan ini juga dilayani oleh Stasiun MRT Persiaran KLCC, yang sebelumnya dikenal sebagai Stasiun KLCC Timur, di rute Putrajaya. Fase kedua jalur ini dibuka pada 16 Maret 2023 di mana stasiun bawah tanah ini termasuk. Stasiun ini akan terhubung langsung ke KLCC Retail Podium dan Tower M di masa depan.
Halte taksi khusus, yang menggunakan sistem kupon, tersedia di pintu masuk pusat perbelanjaan. Pengunjung yang tidak ingin menggunakan sistem tersebut memiliki opsi untuk berjalan ke halte taksi lain yang terletak di jalan utama.
Meskipun kawasan ini berbatasan dengan lima jalan utama, akses jalan utama adalah melalui Jalan Ampang, Jalan Sultan Ismail, dan Jalan Layang Ampang–Kuala Lumpur (AKLEH). Akses AKLEH cukup unik karena jalan raya ini memiliki akses terowongan langsung ke area parkir bawah tanah yang luas.
KLCC juga terhubung ke Jalan Ampang melalui terowongan bawah tanah.
Pengembangnya (Petronas) telah menghabiskan RM100 juta (USD24 juta) sebagai bagian dari program kontribusi sosialnya untuk membangun jalur pejalan kaki layang ber-AC dari Pusat Konvensi Kuala Lumpur ke kawasan perbelanjaan Bukit Bintang. Dari sana, pejalan kaki dapat mengakses Stasiun Bukit Bintang dan Stasiun Raja Chulan di jalur KL Monorail, dan Stasiun MRT Bukit Bintang di jalur Kajang.

KLCC District Cooling adalah sebuah gedung yang digunakan untuk menyediakan pendinginan distrik (district cooling) untuk kawasan sekitar KLCC. Terletak di Lot 40, ini adalah unit air dingin bertenaga turbin gas 30.000 ton yang menyediakan udara dingin tidak hanya untuk Menara Kembar Petronas dan Suria KLCC, tetapi juga untuk Menara Maxis, Menara ExxonMobil, Pusat Konvensi Kuala Lumpur, dan Mandarin Oriental Kuala Lumpur serta Masjid Asy-Syakirin.[5] Konsep district cooling ini adalah implementasi pertama di Malaysia.[6] Insinyur untuk District Cooling Center adalah Flack + Kurtz (saat ini bagian dari Perusahaan WSP | Parsons Brinkerhoff). Pabrik ini direnovasi dan ditingkatkan serta diaktifkan pada tahun 2015. Kapasitas saat ini adalah sekitar 70.000 ton dan memiliki penyimpanan es 180.000 ton jam.
Gedung ini terletak di belakang Masjid Asy-Syakirin.