Konduktivitas ionik atau keterhantaran ionik adalah perpindahan ion melalui cacat (defect) pada struktur kristal suatu padatan. Senyawa ionik biasanya tidak menghantarkan listrik dalam bentuk padatan karena ion-ionnya berada pada posisi tetap dalam struktur kristal sehingga muatan listrik tidak dapat berpindah. Namun dalam kondisi tertentu (biasanya suhu tinggi), konduktivitas ionik terjadi sehingga senyawa tersebut menjadi konduktor listrik. Fenomena ini telah ditemukan sejak 1839, saat Michael Faraday menemukannya pada timbal(II) fluorida (PbF2) dan perak sulfida (Ag2S)
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Konduktivitas ionik atau keterhantaran ionik adalah perpindahan ion melalui cacat (defect) pada struktur kristal suatu padatan. Senyawa ionik biasanya tidak menghantarkan listrik dalam bentuk padatan karena ion-ionnya berada pada posisi tetap dalam struktur kristal sehingga muatan listrik tidak dapat berpindah.[1] Namun dalam kondisi tertentu (biasanya suhu tinggi), konduktivitas ionik terjadi sehingga senyawa tersebut menjadi konduktor listrik.[2][3] Fenomena ini telah ditemukan sejak 1839, saat Michael Faraday menemukannya pada timbal(II) fluorida (PbF2) dan perak sulfida (Ag2S)