Olimpiade Sains Nasional (OSN), sempat diubah namanya menjadi Kompetisi Sains Nasional (KSN), merupakan ajang kompetisi tahunan dalam bidang sains bagi para siswa SD, SMP, dan SMA serta yang sederajat di seluruh Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen, sebelumnya Kemdikbudristek). Siswa yang mengikuti kompetisi ini adalah siswa-siswi terbaik dari provinsinya masing-masing yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi. Kompetisi ini diadakan di kota yang berbeda-beda setiap tahunnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Olimpiade Sains Nasional (OSN), sempat diubah namanya menjadi Kompetisi Sains Nasional (KSN), merupakan ajang kompetisi tahunan dalam bidang sains bagi para siswa SD, SMP, dan SMA serta yang sederajat di seluruh Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen, sebelumnya Kemdikbudristek). Siswa yang mengikuti kompetisi ini adalah siswa-siswi terbaik dari provinsinya masing-masing yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi. Kompetisi ini diadakan di kota yang berbeda-beda setiap tahunnya.
OSN diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kompetisi ini juga merupakan bagian penting dalam pemerataan prestasi dan memaksimalkan potensi peserta didik bertalenta dan berkarakter dari seluruh pelosok Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain sebagai sebuah strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan, kompetisi sains telah memiliki posisi khusus pada berbagai ajang bergengsi di dunia internasional dalam penguasaan sains oleh para peserta didik. Maka, melalui sistem kompetisi yang sistematis dan berjenjang ini diharapkan terbangun ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengeksplorasi kemampuan dalam bidang sains dan mencapai puncak potensi terbaiknya. Pencapaian prestasi yang maksimal akan ditunjukan dengan lahirnya juara-juara kompetisi sains yang mumpuni dan berdaya saing tinggi yang siap berkompetisi pada tingkat internasional.
Hasil OSN juga menjadi pertimbangan dalam proses seleksi peserta didik yang akan dipersiapkan mewakili Indonesia pada ajang-ajang olimpiade sains internasional.
Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. |


Olimpiade Sains Nasional pertama kali diselenggarakan pada tahun 2002 di Yogyakarta. Salah satu motif pelaksanaan OSN ini adalah kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Internasional (IPhO - International Physics Olympiad) yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2002.
Pada tahun 2020, Olimpiade Sains Nasional mengalami perubahan nama menjadi Kompetisi Sains Nasional setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim mendirikan Pusat Prestasi Nasional yang membawahi semua pelaksanaan lomba, kompetisi, dan festival di Indonesia.
Lalu pada tahun 2022, Kompetisi Sains Nasional mengalami perubahan nama kembali menjadi Olimpiade Sains Nasional.

Pada tahun 2025, bidang-bidang yang dilombakan sebagai berikut:
Untuk jenjang SMP/sederajat, pada mulanya bidang yang dilombakan adalah Matematika, Fisika, dan Biologi. Pada tahun 2008 ditambahkan bidang baru yaitu Astronomi, tetapi pada tahun 2009 bidang Astronomi ditiadakan kembali. Tahun 2010 IPS ditambahkan sebagai bidang baru. Pada tahun 2015, bidang Fisika dan Biologi digabung pada bidang IPA, sehingga sekarang terdapat 3 bidang untuk jenjang SMP: Matematika, IPA, dan IPS.
Untuk jenjang SMA/sederajat, pada mulanya bidang yang dilombakan adalah Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Komputer, dan Ekonomi. Kebumian dan Geografi ditambahkan masing-masing pada tahun 2008 dan 2013.
Tahapan pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional terdiri atas:
Saat masih bernama Olimpiade Sains Nasional, proses atau metode seleksi tergantung dari jumlah (kuota) peserta setiap tahunnya. Setiap tingkat memiliki jumlah peserta yang berbeda-beda tiap tahunnya. Umumnya tingkatan seleksi OSN dilaksanakan sebagai berikut:
Berikut ini merupakan daftar tuan rumah Olimpiade Sains Nasional (dan kemudian Kompetisi Sains Nasional). Sampai saat ini Olimpiade Sains Nasional/Kompetisi Sains Nasional telah dilaksanakan sebanyak 19 kali (1 diantaranya diadakan secara Daring), mulai dari tahun 2002 di Yogyakarta.
| Edisi | Tahun | Kota Penyelenggara |
Tanggal Pelaksanaan | Juara Umum | Ket. |
|---|---|---|---|---|---|
| Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta | 10 September 2002 (SD, SMP dan SMA) | Jawa Tengah | |||
| Balikpapan, Kalimantan Timur | 15–19 September 2003 (SD, SMP dan SMA) | Jawa Tengah | |||
| Pekanbaru, Riau | 24–29 Agustus 2004 (SD, SMP dan SMA) | Jakarta | |||
| Jakarta | 4–9 September 2005 (SD, SMP dan SMA) | Jakarta | |||
| Semarang, Jawa Tengah | 4–9 September 2006 (SD, SMP dan SMA) | Jawa Tengah | |||
| Surabaya, Jawa Timur | 2–8 September 2007 (SD, SMP dan SMA) | Jawa Tengah | |||
| Makassar, Sulawesi Selatan | 8–14 Agustus 2008 (SD, SMP dan SMA) | Jawa Tengah | |||
| Jakarta | 3–9 Agustus 2009 (SD, SMP dan SMA) | Jakarta | |||
| Medan, Sumatera Utara | 1–7 Agustus 2010 (SD, SMP dan SMA) | Jakarta | |||
| Manado, Sulawesi Utara | 15–20 Juli 2011 (SMP) 11–16 September 2011 (SD dan SMA) |
Jawa Tengah | |||
| Pontianak, Kalimantan Barat Jakarta |
28 Juni – 4 Juli 2012 (SMP) 2–8 September 2012 (SD dan SMA) |
Jawa Tengah | [4] | ||
| Batam, Kepulauan Riau Bandung, Jawa Barat |
2–7 Juni 2013 (SD) 15–21 Mei 2013 (SMP) 2–7 September 2013 (SMA) |
Jawa Tengah | [5] | ||
| Padang, Sumatera Barat Denpasar, Bali Mataram, Nusa Tenggara Barat |
1–7 September 2014 (SD, SMP dan SMA) | Jakarta | [6] | ||
| Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Palu, Sulawesi Tengah |
17–23 Mei 2015 (SD, SMP dan SMA) | Jawa Tengah | |||
| Palembang, Sumatera Selatan | 15–21 Mei 2016 (SD, SMP dan SMA) | Jawa Tengah | |||
| Pekanbaru, Riau | 2–8 Juli 2017 (SD, SMP dan SMA) | Jakarta | [7] | ||
| Padang, Sumatera Barat | 1–7 Juli 2018 (SD, SMP dan SMA) | Jakarta | |||
| Manado, Sulawesi Utara Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta[8] |
30 Juni – 6 Juli 2019 (SD, SMP dan SMA) | Jakarta | |||
| Daring (Online) | 31 Oktober – 5 November 2020 (SD dan SMP) 12–17 Oktober 2020 (SMA) |
Jawa Timur | |||
| Daring (Online) | 7–12 November 2021 (SD, SMP dan SMA) | Jawa Timur | [a] | ||
| Daring (Online) | 1–7 Agustus 2022 (SD dan SMP) 3–8 Oktober 2022 (SMA) |
Jawa Timur | |||
| Bogor, Jawa Barat | 27 Agustus – 2 September 2023 (SD, SMP dan SMA) | Jakarta | |||
| Jakarta | 26 Agustus – 1 September 2024 (SD, SMP dan SMA) | Jawa Timur | |||
| Jakarta Malang, Jawa Timur |
21–27 September 2025 (SD dan SMP) 6–12 Oktober 2025 (SMA) |
Jakarta |
Hingga saat ini hanya ada 3 provinsi yang pernah menjadi juara umum Olimpiade Sains Nasional/Kompetisi Sains Nasional yang semuanya berasal dari Pulau Jawa.
| Provinsi | Tahun juara | Total |
|---|---|---|
| 2002, 2003, 2006, 2007, 2008,[9][butuh sumber yang lebih baik] 2011,[10] 2012,[11][butuh sumber yang lebih baik] 2013,[12] 2015[13], 2016 | 10 | |
| 2004, 2005, 2009, 2010, 2014, 2017, 2018, 2019, 2023, 2025[14] | 10 | |
| 2020, 2021, 2022, 2024 | 4 |
Provinsi yang mendapat juara umum akan memperoleh piala bergilir.