Kodok Sulawesi adalah spesies katak dari famili Bufonidae. Ini adalah endemik Sulawesi Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kodok Sulawesi | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Amphibia |
| Ordo: | Anura |
| Famili: | Bufonidae |
| Genus: | Ingerophrynus |
| Spesies: | I. celebensis |
| Nama binomial | |
| Ingerophrynus celebensis Günther, 1859 | |
| Sinonim | |
|
Bufo celebensis | |
Kodok Sulawesi (Ingerophrynus celebensis) adalah spesies katak dari famili Bufonidae. Ini adalah endemik Sulawesi Indonesia .
Spesies ini endemik Sulawesi di Indonesia. Katak ini dapat dijumpai sampai dengan ketinggian 1000 m di Sulawesi, Pulau Muna, Buton dan Banggai
Habitat alami di daerah lembap hutan dataran rendah, sungai, danau air tawar, rawa, tanah yang subur, padang rumput, perkebunan, kebun pedesaan, perkotaan, tambak, kolam, lahan irigasi, lahan pertanian banjir musiman, dan selokan.
Kodok Sulawesi betina mempunyai panjang tubuh 67–80 mm dan berat 30-42 gram. Pejantan dewasa berukuran lebih kecil dari betina yaitu 48-59 milimeter dengan berat tubuh 10-19 gram.
Kodok Sulawesi secara umum menjadi pemakan semut. Di pulau Sulawesi, kodok Sulawesi berpesta melahap semut yellow crazy yang menyerbu pulau tersebut serta lokasi tropis lainnya. Semut ini telah mendesak keluar semut asli dan mengganggu ekosistem di banyak tempat. Semut penyerbu ini mengerubungi dengan agresif pada setiap musuh dengan zat kimia beracun asam format selama pertempuran. Namun, katak Sulawesi tetap memakan semut tersebut.[1]
Sebagai predator semut kuning, kodok ini dapat membantu menjaga semut asli di perkebunan kakao Sulawesi . Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keragaman semut asli akan membantu menjaga keseimbangan hama dan penyakit pohon kakao.[2]