Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKodok darah
Artikel Wikipedia

Kodok darah

Kodok darah adalah salah satu hewan endemis Indonesia artinya hewan tersebut hanya ada di Indonesia. Kodok darah termasuk hewan langka dan dilindungi karena keberadaannya sudah hampir punah. Hewan tersebut hanya dapat ditemui di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Kodok darah juga sering disebut dengan nama kodok merah. Nama "kodok merah" atau "kodok darah" diambil dari warna kulit kodok yang berwarna merah darah. Meskipun demikian warna merah darah tersebut tidak merata pada seluruh tubuhnya melainkan berupa bercak-bercak. Jenis kodok darah biasa ditemui di daerah perairan dengan arus lambat serta di aliran sungai kecil di pegunungan. Daerah yang disenangi kodok darah adalah daerah perbatasan antara dataran rendah lembap dengan hutan pegunungan.

Wikipedia article
Diperbarui 13 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kodok darah

Kodok darah
Status konservasi

Kritis  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Amphibia
Ordo: Anura
Famili: Bufonidae
Genus: Leptophryne
Spesies:
L. cruentata
Nama binomial
Leptophryne cruentata
(Tschudi, 1838) 
Sinonim[2]

Bufo cruentatus Tschudi, 1838
Cacophryne cruentata (Tschudi, 1838)
Bufo montanus Werner, 1897

Kodok darah (atau "Kodok merah") adalah salah satu hewan endemis Indonesia artinya hewan tersebut hanya ada di Indonesia. Kodok darah termasuk hewan langka dan dilindungi karena keberadaannya sudah hampir punah.[3] Hewan tersebut hanya dapat ditemui di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.[3] Kodok darah juga sering disebut dengan nama kodok merah.[3] Nama "kodok merah" atau "kodok darah" diambil dari warna kulit kodok yang berwarna merah darah.[3] Meskipun demikian warna merah darah tersebut tidak merata pada seluruh tubuhnya melainkan berupa bercak-bercak.[3] Jenis kodok darah biasa ditemui di daerah perairan dengan arus lambat serta di aliran sungai kecil di pegunungan.[4] Daerah yang disenangi kodok darah adalah daerah perbatasan antara dataran rendah lembap dengan hutan pegunungan.[4]

Populasi

Jenis kodok darah ditemukan dalam jumlah banyak pada tahun 1976, tetapi pada tahun 1987 keberadaan kodok merah mulai menurun.[3] Meletusnya Gunung Galungggung turut menjadi faktor penyebab penurunan jumlah kodok merah.[3] Penurunan populasi yang sangat berkurang secara drastis membuat IUCN Redlist memasukkan jenis kodok ini ke dalam hewan yang terancam punah dengan tingkat kritis.[3] Keberadaan kodok merah di Indonesia belum terlalu diperhatikan, oleh karena itu informasi tentang kodok jenis tersebut masih kurang.[5] Penurunan populasi kodok merah diakibatkan karena faktor habitat akibat letusan gunung yang sudah tidak mendukung kehidupan kodok darah.[6] Berkurangnya jumlah kodok darah juga disebabkan karena banyak kodok yang mati saat gunung galunggung meletus.[6]

Ciri kodok darah

Ciri khas dari kodok darah adalah warna bercak-bercak merah darah pada seluruh kulit tubuhnya.[7] Secara keseluruhan, warna kulit kodok darah adalah berwarna coklat tua dengan kombinasi bercak merah darah dan warna kuning terang.[7] Seluruh permukaan hewan ini, dipenuhi oleh bintil-bintil.[7] Tubuh kodok darah ramping.[4] Panjang moncong lubang antara 25mm sampai 40mm pada kodok betina, sedangkan kodok jantan memiliki panjang moncon antara 20mm sampai 30mm.[4] Kelenjar paratoid yang sering menggembung pada kodok ini terbilang kecil bahkan terkadang tidak jelas.[4] Seperti halnya hewan amphibi lainya, kodok merah juga memiliki kaki berselaput dan kaki yang agak menggelembung.[4] Kodok mera, tidak memiliki tulang punggung yang biasanya pada kodok terlihat pada bagian kepala.[4] Bagian dada kodok merah ada dua macam, ada yang berwarna dasar hitam dengan bintik merah, ada pula yang berwarna dasar hitam dengan bintik kuning.[4] Bagian perut kodok merah ada yang berwarna kekuningan ada pula yang berwarna kemerahan.[4] Jenis kodok darah yang masih dalam bentuk berudu, berwarna hitam seperti berudu pada jenis bufo atau kodok besar.[4] Perkembangbiakan kodok darah juga sama seperti kodok lainnya yaitu dimulai dari telur, berudu hinggga katak dewasa.[4] Telur kodok merah berwarna hitam dan telur kodok di erampak oleh induk kodok di sungai.[4] Kodok darah atau kodok merah memiliki cara berjalan yang lambat.[4]

Kehidupan kodok darah di kebun binatang

Kodok merah di kebun binatang dipelihara pada tempat dengan dengan banyak air untuk menyimpan telurnya.[8] Tempat hidup kodok merah di kebun binatang harus lembap dengan tumbuhan air berdaun lebar dan sedang.[8] Penempatan batu besar, sedang dan kecil juga penting diletakkan supaya mirip dnegan habitat asli dari kodok darah.[8] Makanan kodok merah adalah belalang, jangkrik, dan cacing tanah.[8]

Referensi

  1. ↑ IUCN SSC Amphibian Specialist Group (2019). "Leptophryne cruentata". 2019 e.T138045255A3020276. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-1.RLTS.T138045255A3020276.en. ;
  2. ↑ Frost, Darrel R. (2020). "Leptophryne cruentata (Tschudi, 1838)". Amphibian Species of the World: An Online Reference. Version 6.1. American Museum of Natural History. doi:10.5531/db.vz.0001. Diakses tanggal 16 May 2020.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Leptophryne cruentata". The IUCN Red List of Threatened Species. Diakses tanggal 11 April 2014.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 "Leptophryne cruentata". Amphibian Web. Diakses tanggal 20 April 2014.
  5. ↑ "Katak Langka dan Khas Sebaiknya Jadi Maskot Daerah". Kompas.com. Kompas. Diakses tanggal 15 April 2014.
  6. 1 2 "The Bleeding Toad". amphibians. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-16. Diakses tanggal 20 April 2014.
  7. 1 2 3 "Bleeding Toad". Amphibians Ark. Diakses tanggal 20 April 2014.
  8. 1 2 3 4 "Bleeding Toad". Around Table. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-20. Diakses tanggal 20 April 2014.
Pengidentifikasi takson
Leptophryne cruentata
  • Wikidata: Q598095
  • Wikispecies: Leptophryne cruentata
  • ADW: Leptophryne_cruentata
  • AmphibiaWeb: 339
  • ARKive: leptophryne-cruentata
  • ASW: Leptophryne-cruentata
  • CoL: 3TT6X
  • EoL: 1018729
  • GBIF: 2422138
  • iNaturalist: 21837
  • IRMNG: 11248328
  • ITIS: 661899
  • IUCN: 54815
  • NCBI: 1925439
  • Observation.org: 203536
  • Open Tree of Life: 3619716
  • Xeno-canto: Leptophryne-cruentata
Bufo cruentatus
  • Wikidata: Q109525820
  • CoL: NP49
  • GBIF: 7697251
  • ITIS: 1103575

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Populasi
  2. Ciri kodok darah
  3. Kehidupan kodok darah di kebun binatang
  4. Referensi

Artikel Terkait

Katak

kelenjar parotoid yang mirip kutil cenderung disebut kodok, tetapi pembedaan antara katak dan kodok bersifat informal dan murni kosmetik, bukan berdasarkan

Ular

subordo reptil

Ikan gabus

ikan predator yang berasal dari Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026