Terbuka untuk pengalaman adalah salah satu domain yang digunakan untuk menggambarkan kepribadian manusia dalam Model Lima Faktor. Keterbukaan melibatkan enam aspek, atau dimensi: imajinasi aktif (fantasi), kepekaan estetika, perhatian pada perasaan batin, preferensi untuk variasi (petualangan), keingintahuan intelektual, dan otoritas yang menantang. Banyak penelitian psikometri telah menunjukkan bahwa aspek atau kualitas ini berkorelasi secara signifikan. Dengan demikian, keterbukaan dapat dilihat sebagai ciri kepribadian global yang terdiri dari seperangkat sifat, kebiasaan, dan kecenderungan tertentu yang mengelompok bersama.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2022) |
Terbuka untuk pengalaman adalah salah satu domain yang digunakan untuk menggambarkan kepribadian manusia dalam Model Lima Faktor.[1][2] Keterbukaan melibatkan enam aspek, atau dimensi: imajinasi aktif (fantasi), kepekaan estetika, perhatian pada perasaan batin, preferensi untuk variasi (petualangan), keingintahuan intelektual, dan otoritas yang menantang (liberalisme psikologis).[3] Banyak penelitian psikometri telah menunjukkan bahwa aspek atau kualitas ini berkorelasi secara signifikan.[2] Dengan demikian, keterbukaan dapat dilihat sebagai ciri kepribadian global yang terdiri dari seperangkat sifat, kebiasaan, dan kecenderungan tertentu yang mengelompok bersama.