Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kerja sama Tiongkok-Jerman (1911–1941)

Kerja sama antara Tiongkok dan Jerman adalah suatu kerja sama yang berperan penting dalam memodernisasikan industri dan Tentara Revolusioner Nasional dari Republik Tiongkok sebelum Perang Tiongkok-Jepang Kedua. Republik Tiongkok, yang menggantikan Dinasti Qing pada tahun 1912, penuh dengan faksi warlordisme dan serangan asing. Ekspedisi Utara tahun 1928 secara semu menyatukan Tiongkok di bawah kendali Kuomintang (KMT), tetapi Kekaisaran Jepang membayang-bayangi sebagai ancaman asing terbesar. Urgensi Tiongkok untuk memodernisasikan militer dan industri pertahanan nasionalnya, diiringi dengan kebutuhan Jerman terhadap pasokan bahan baku yang stabil, menempatkan kedua negara ini di jalur hubungan erat dari akhir tahun 1920-an sampai akhir tahun 1930-an. Meskipun kerja sama intens hanya berlangsung sampai awal Perang Tiongkok-Jepang Kedua pada tahun 1937, dan langkah-langkah konkret reformasi industri dimulai dengan sungguh-sungguh baru pada tahun 1936, hal tersebut memiliki efek besar terhadap modernisasi Tiongkok dan kemampuan Tiongkok melawan Jepang dalam perang.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kerja sama Tiongkok-Jerman (1911–1941)
Kerja sama Tiongkok-Jerman

Kerja sama Tiongkok-Jerman memainkan peranan besar dalam sejarah Tiongkok awal dan pertengahan abad ke-20
Nama Tionghoa
Hanzi: 中德合作code: zh is deprecated
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Zhōng-Dé Hézuò
Yue (Kantonis)
- Jyutping: Zong1 Dak1 Hap6 Zok3
Nama Jerman
Jerman: Chinesisch-Deutsche Kooperation
Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.

Kerja sama antara Tiongkok dan Jerman adalah suatu kerja sama yang berperan penting dalam memodernisasikan industri dan Tentara Revolusioner Nasional dari Republik Tiongkok sebelum Perang Tiongkok-Jepang Kedua. Republik Tiongkok, yang menggantikan Dinasti Qing pada tahun 1912, penuh dengan faksi warlordisme dan serangan asing. Ekspedisi Utara tahun 1928 secara semu menyatukan Tiongkok di bawah kendali Kuomintang (KMT), tetapi Kekaisaran Jepang membayang-bayangi sebagai ancaman asing terbesar. Urgensi Tiongkok untuk memodernisasikan militer dan industri pertahanan nasionalnya, diiringi dengan kebutuhan Jerman terhadap pasokan bahan baku yang stabil, menempatkan kedua negara ini di jalur hubungan erat dari akhir tahun 1920-an sampai akhir tahun 1930-an. Meskipun kerja sama intens hanya berlangsung sampai awal Perang Tiongkok-Jepang Kedua pada tahun 1937, dan langkah-langkah konkret reformasi industri dimulai dengan sungguh-sungguh baru pada tahun 1936, hal tersebut memiliki efek besar terhadap modernisasi Tiongkok dan kemampuan Tiongkok melawan Jepang dalam perang.[1][2]

Awal hubungan Tiongkok-Jerman

Hubungan perdagangan Tiongkok-Jerman paling awal terjadi melalui darat lewat Siberia, dan merupakan subjek pengenaan pajak transit oleh pemerintah Rusia. Dengan tujuan untuk membuat perdagangan lebih menguntungkan, Prusia memutuskan untuk mengambil rute laut dan kapal dagang Jerman pertama tiba di Tiongkok, waktu itu di bawah Dinasti Qing, sebagai bagian dari Perusahaan Dagang Asia Kerajaan Prusia dari Emden, pada tahun 1750. Pada tahun 1861, mengikuti kekalahkan Tiongkok dalam Perang Opium Kedua, Traktat Tientsin ditandatangani, yang mana membuka hubungan komersial resmi antara berbagai negara Eropa, termasuk Prusia, dengan Tiongkok.

Tentara Beiyang dalam latihan

Pada masa akhir abad ke-19, perdagangan dengan Tiongkok didominasi oleh Kerajaan Inggris dan Otto von Bismarck ingin mendirikan basis kedudukan Jerman di Tiongkok untuk mengimbangi dominasi Inggris. Pada tahun 1885, Bismarck meminta Reichstag meloloskan sebuah rancangan undang-undang subsidi kapal uap yang menawarkan layanan langsung ke Tiongkok. Pada tahun yang sama, dia mengutus grup survei perbankan dan industri Jerman pertama untuk mengevaluasi kemungkinan investasi, yang menuntun kepada pendirian Deutsch-Asiatische Bank pada tahun 1890. Melalui upaya-upaya ini, Jerman menjadi yang kedua setelah Inggris dalam hubungan perdagangan dan pelayaran dengan Tiongkok menjelang tahun 1896.

Referensi

  1. ↑ Lambert M. Surhone, Miriam T. Timpledon, Susan F. Marseken (2010), Sino-German Cooperation (1911-1941), VDM Publishing, ISBN No.9786130899677
  2. ↑ Bingyan Cai (2009), The Search for Allies:Chinese Alliance Behavior from 1930 to the End of WW II Diarsipkan 2015-11-29 di Wayback Machine., Hawaii Pacific University, Hal.17

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Awal hubungan Tiongkok-Jerman
  2. Referensi

Artikel Terkait

Sriwijaya

Kerajaan 671-1025 di Asia Tenggara

Pemerintahan Nasionalis

Pemerintah Republik Tiongkok antara 1925 hingga 1948

Henk Sneevliet

politikus komunis Belanda abad ke-20

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026