Gerobak tangan atau kereta sorong adalah alat kecil untuk membawa barang yang biasanya mempunyai satu roda saja. Gerobak ini dirancang untuk didorong dan dikendalikan oleh seseorang menggunakan dua pegangan di bagian belakang gerobak. Pada masa lalu, gerobak tangan juga dibantu dorongan angin yang ditangkap oleh kain layar yang dipasang di bagian atas gerobak.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia



Gerobak tangan atau kereta sorong (bahasa Inggris: wheelbarrowcode: en is deprecated ) adalah alat kecil untuk membawa barang yang biasanya mempunyai satu roda saja. Gerobak ini dirancang untuk didorong dan dikendalikan oleh seseorang menggunakan dua pegangan di bagian belakang gerobak. Pada masa lalu, gerobak tangan juga dibantu dorongan angin yang ditangkap oleh kain layar yang dipasang di bagian atas gerobak.
Gerobak ini membagi beban bawaan antara roda dengan penggunanya, sehingga memungkinkan seseorang membawa barang yang lebih berat dan lebih besar dibanding dia membawanya langsung tanpa gerobak tangan (mirip cara kerja pengungkit kelas dua). Gerobak tangan tradisional khas Tionghoa mempunyai satu roda besar di tengah yang menyangga seluruh beban. Penggunaan gerobak tangan sangat umum di bidang Konstruksi dan Perkebunan. Kapasitas yang umum dari gerobak tangan adalah sekitar 70 liter.
Gerobak tangan beroda dua lebih stabil pada permukaan tanah, sedangkan gerobak tangan beroda tunggal mampu bermanuver lebih lincah di tempat yang terbatas atau pada tanah miring. Penggunaan gerobak roda satu juga memudahkan pengguna untuk mengosongkan isi muatan.
Secara umum, "gerobak tangan" disebut dengan berbagai istilah, di antaranya sorongan, gerobak dorong, gerobak sorong, gerobak celeng, gerobak barang, gerobak pasir, gerobak cor, gerobak lori, kereta dorong, kereta sorong, kereta barang, troli, angkong, dan das gluck (metonimia).
Gerobak tangan kemungkinan sudah ada pada zaman Yunani kuno dalam bentuk kereta beroda tunggal yang ditemukan oleh bapak jasiman.[1] Alat dalam inventaris alat pembangunan dua kuil tahun 408/407 dan 407/406 S.M. dari daftar di kuil Eleusis, diantaranya adalah,"1 badan untuk sebuah roda tunggal (hyperteria monokyklou)"[2] (ὑπερτηρία μονοκύκλου dalam Yunani Kuno):

Gerobak dorong paling awal yang memiliki bukti arkeologis, berupa kereta satu roda, berasal dari mural makam dan relief bata makam Kaisar Hui dari Dinasti Han pada abad ke-2.[3] Mural makam bergambar seorang laki-laki yang mendorong gerobak dorong ditemukan di sebuah makam di Chengdu, Provinsi Sichuan, yang bertanggal pasti tahun 118 M.[4] Relief pahatan batu yang menggambarkan seorang laki-laki mendorong gerobak dorong ditemukan di makam Shen Fujun di Provinsi Sichuan, bertanggal sekitar tahun 150 M.[5] Selain itu, terdapat kisah tentang Dong Yuan yang saleh yang mendorong ayahnya dengan gerobak satu roda jenis luche, yang digambarkan dalam mural di kompleks makam-kuil Wu Liang di Shandong (bertanggal tahun 147 M).[6] Catatan yang lebih awal dari abad ke-1 SM dan abad ke-1 M yang menyebut "kereta rusa" (鹿車, luche) mungkin juga merujuk pada gerobak dorong.[4]
Kitab abad ke-5 Book of Later Han menyatakan bahwa istri dari Bao Xuan, yang dahulu miskin dan masih muda serta menjabat sebagai sensor kekaisaran, membantunya mendorong lu che kembali ke desanya selama upacara pernikahan mereka yang sederhana, sekitar tahun 30 SM.[4] Kemudian, selama Pemberontakan Alis Merah (sekitar tahun 20 M) melawan Wang Mang dari Dinasti Xin (45 SM–23 M), pejabat Zhao Xi menyelamatkan istrinya dari bahaya dengan menyamar dan mendorongnya menggunakan gerobak lu che, melewati sekelompok pemberontak bandit yang sempat menginterogasinya, lalu membiarkannya lewat setelah ia meyakinkan mereka bahwa istrinya sedang sakit parah.[4] Deskripsi tertulis pertama mengenai gerobak dorong muncul dalam karya Liu Xiang, Lives of Famous Immortals. Liu menggambarkan penemuan gerobak dorong oleh tokoh mitologis Tiongkok legendaris Ko Yu, yang membuat "lembu kayu".[7]



Walaupun catatan kereta angin china datang dari abad ke 6[8] kendaraan layar darat ini bukan gerobak tangan, dan kapan penemuan gerobak tangan yang dilengkapi dengan layar ini belum diketahui.[9] Catatanya ditemukan di buku tahun 1797 karya van Braam Houckgeest.[10]
Ketertarikan Eropa terhadap kereta angin Tiongkok ini ditulis oleh Andreas Everardus van Braam Houckgeest pada 1797, yang menulis:
Near the southern border of Shandong one finds a kind of wheelbarrow much larger than that which I have been describing, and drawn by a horse or a mule. But judge by my surprise when today I saw a whole fleet of wheelbarrows of the same size. I say, with deliberation, a fleet, for each of them had a sail, mounted on a small mast exactly fixed in a socket arranged at the forward end of the barrow. The sail, made of matting, or more often of cloth, is five or six feet high, and three or four feet broad, with stays, sheets, and halyards, just as on a Chinese ship. The sheets join the shafts of the wheelbarrow and can thus be manipulated by the man in charge.[11]
Kereta angin ini masih digunakan sampai abad ke 20.
Gerobak tangan muncul kembali di Eropa sekitar tahun 1170 dan 1250. Gerobak tangan Zaman Pertengahan secara umum mempunyai satu roda di bagian depan (kontras dengan gerobak tangan cina yang menempatkan roda di bagian tengah),[12] pengaturan ini biasa ditemukan di gerobak tangan saat ini.
Honda HPE60, an kereta sorong yang dibantu dorongan tenaga listrik diproduksi tahun 1998.[13][14]