Kerajaan Dalmasia adalah salah satu tanah mahkota di Kekaisaran Austria (1815–1867) dan kemudian di wilayah Cisleithania di Austria-Hungaria (1867–1918). Kerajaan ini mencakup seluruh wilayah Dalmasia dan beribu kota di Zadar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kerajaan Dalmasia | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1815–1918 | |||||||||
Dalmasia (merah) di Austria-Hungaria, 1914 | |||||||||
| Status | Tanah mahkota Kekaisaran Austria dan Cisleithaniacode: la is deprecated di Austria-Hungaria | ||||||||
| Ibu kota | Zadar | ||||||||
| Bahasa yang umum digunakan | Kroasia, Italia | ||||||||
| Agama | Katolik | ||||||||
| Pemerintahan | Monarki konstitusional | ||||||||
| Raja | |||||||||
• 1815–1835 | Franz I | ||||||||
• 1835–1848 | Ferdinand I | ||||||||
• 1848–1916 | Franz Josef I | ||||||||
• 1916–1918 | Karl I | ||||||||
| Gubernur | |||||||||
• 1815–1831 | Franjo Tomašić (pertama) | ||||||||
• 1911–1918 | Mario Attems (terakhir) | ||||||||
| Legislatif | Dewan Dalmasia | ||||||||
| Era Sejarah | Imperialisme Baru / Perang Dunia I | ||||||||
| 22 Juni 1815 | |||||||||
| 29 Oktober 1918 | |||||||||
| Luas | |||||||||
| 1910 | 12.831 km2 (4.954 sq mi) | ||||||||
| Populasi | |||||||||
• 1910 | 645.666 | ||||||||
| Mata uang | Gulden (1815–1892), Krone (1892–1918) | ||||||||
| |||||||||
| Sekarang bagian dari | |||||||||
Kerajaan Dalmasia (bahasa Kroasia: Kraljevina Dalmacijacode: hr is deprecated ; bahasa Jerman: Königreich Dalmatiencode: de is deprecated ; bahasa Italia: Regno di Dalmaziacode: it is deprecated ) adalah salah satu tanah mahkota di Kekaisaran Austria (1815–1867) dan kemudian di wilayah Cisleithania di Austria-Hungaria (1867–1918). Kerajaan ini mencakup seluruh wilayah Dalmasia dan beribu kota di Zadar.
Monarki Habsburg memperoleh wilayah Dalmasia seusai Perang Koalisi Pertama yang dikobarkan oleh Napoleon (1797). Walaupun Habsburg dipaksa untuk melepaskan wilayah Belanda Austria dan mengakui kemerdekaan Republik Cisalpina di Italia, Napoleon menyerahkan beberapa wilayah Republik Venesia kepada Habsburg, salah satunya adalah Dalmasia dan Teluk Kotor. Saat pemimpin Austria menyatakan dirinya sebagai Kaisar Franz I dari Austria pada tahun 1804, ia juga menciptakan gelar "Raja Dalmasia" (Dalmatiae Rex). Namun, wilayah ini kembali lepas setelah kekalahan Austria dalam Pertempuran Austerlitz dan penandatanganan Perdamaian Pressburg pada tahun 1805, dan wilayah tersebut lalu menjadi bagian dari Provinsi-Provinsi Iliria milik Prancis. Dalmasia baru dikembalikan kepada Austria seusai Kongres Wina pada tahun 1815