Kamalaputi adalah kelurahan di kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas kelurahan ini sekitar 1,20 km2 dengan populasi pada tahun 2020 berjumlah 8.836 jiwa, dan kepadatan 7.363 jiwa/km2.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kamalaputi | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Nusa Tenggara Timur | ||||
| Kabupaten | Sumba Timur | ||||
| Kecamatan | Kota Waingapu | ||||
| Kode Kemendagri | 53.11.01.1004 | ||||
| Kode BPS | 5302070008 | ||||
| Luas | 1,20 km2 | ||||
| Jumlah penduduk | 8.836 jiwa (2020) | ||||
| Kepadatan | 7.363 jiwa/km2 | ||||
| |||||
Kamalaputi adalah kelurahan di kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas kelurahan ini sekitar 1,20 km2 dengan populasi pada tahun 2020 berjumlah 8.836 jiwa, dan kepadatan 7.363 jiwa/km2.[1]
Jumlah penduduk kelurahan ini tahun 2020 berjumlah 8.836 jiwa, di mana laki-laki sebanyak 4.736 jiwa dan perempuan sebanyak 4.100 jiwa. Kelurahan ini memiliki 27 Rukun Tetangga (RT) dan 10 Rukun Warga (RW). Penduduk asli Sumba Timur ialah suku Sumba, demikian juga yang ada di kelurahan ini.[2] Selain itu ada juga suku pendatang lain dari sekitar provinsi Nusa Tenggara Timur, seperti suku Alor, suku Flores, dan juga pendatang seperti Jawa, Bugis, Bali, dan lainnya. Sementara itu, bahasa yang digunakan di kawasan itu selain bahasa Indonesia, penduduk lokal memakai bahasa Sumba dengan logat Ligar Kambera, logat yang umumnya dipakai di kabupaten Sumba Timur.[2]
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Sumba Timur 2020 mencatat masyarakat pemeluk agama Islam sebanyak 67,46%, kemudian Kristen sebanyak 31,79%, di mana Protestan 27,19% sebanyak dan Katolik 4,60% dan selebihnya merupakan pemeluk agama Hindu 0,66%, yang umumnya merupakan warga pendatang dari Bali dan kepercayaan Marapu 0,09%.[1]
Data usia kerja penduduk memiliki beragam macam atau jenis pekerjaan. Data tahun 2020 mencatat bahwa penduduk yang bekerja sebagai petani sebanyak 243 orang, kemudian pedagang 1.073 orang, Pegawai Negeri Sipil serta Polisi dan TNI sebanyak 384 orang. Kemudian pekerja sebagai nelayan 480 orang, peternak 98 orang, industri kerajinan 9 orang, dan selebihnya pekerja swasta, buruh, penenun sebanyak 1.933 orang, ada yang berasal dari luar yang bekerja di kelurahan Kamalaputri.[1][2]