Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kalong

Kalong adalah kelelawar (Chiroptera) yang tergolong dalam genus Pteropus, famili Pteropodidae, yang merupakan satu-satunya famili dari subordo Megachiroptera. Kata "kalong" sering kali digunakan alih-alih kelelawar dalam percakapan sehari-hari, walaupun secara ilmiah hal ini tidak sepenuhnya tepat, karena tidak semua kelelawar adalah kalong. Kalong terutama merujuk pada kelelawar pemakan buah yang berukuran besar. Kelelawar buah terbesar, sekaligus kelelawar terbesar, adalah kalong kapauk Pteropus vampyrus yang bisa mencapai berat 1.500 gram, dan bentangan sayap hingga 1.700 mm.

genus mamalia
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kalong
Untuk kegunaan lain, lihat Kalong (disambiguasi).

Kalong[1]
Rentang waktu: Holosen[2]
PreЄ
Є
O
S
D
C
P
T
J
K
Pg
N
Pteropus livingstonii
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Chiroptera
Famili: Pteropodidae
Subfamili: Pteropodinae
Genus: Pteropus
Brisson, 1762
Spesies tipe
Vespertilio vampyrus niger[3]
Kerr, 1792
Spesies

Lihat teks

Peta persebaran
Artikel takson sembarang

Kalong[1] adalah kelelawar (Chiroptera) yang tergolong dalam genus Pteropus, famili Pteropodidae, yang merupakan satu-satunya famili dari subordo Megachiroptera. Kata "kalong" sering kali digunakan alih-alih kelelawar dalam percakapan sehari-hari, walaupun secara ilmiah hal ini tidak sepenuhnya tepat, karena tidak semua kelelawar adalah kalong. Kalong terutama merujuk pada kelelawar pemakan buah yang berukuran besar. Kelelawar buah terbesar, sekaligus kelelawar terbesar, adalah kalong kapauk Pteropus vampyrus yang bisa mencapai berat 1.500 gram, dan bentangan sayap hingga 1.700 mm.[4]

Dalam bahasa Inggris kalong biasa dikenal sebagai Giant Fruit Bats atau Flying Foxes. Kalong menyebar di Asia tropis dan subtropis (termasuk di anak benua India), Australia, Indonesia, pulau-pulau di lepas pantai timur Afrika (tetapi tidak di daratan benuanya), serta di sejumlah kepulauan di Samudra Hindia dan Pasifik.[5][6]

Pengenalan

Kelelawar yang berukuran amat besar. Jari pertama sangat panjang, jari kedua memiliki cakar yang berkembang baik. Tengkorak berukuran besar dan memanjang, dengan rangka otak yang berbentuk hampir seperti pipa. Memiliki tiga geraham depan di rahang atas, tetapi yang terdepan sangat kecil dan sering tanggal pada individu yang tua.[7] Rumus gigi: I2 C1 P3 M2/I2 C1 P3 M3 (total 34 buah); dan tidak punya ekor.[6]

Ekologi

Kalong hanya memakan buah-buahan, bunga, nektar, dan serbuk sari; ini menjelaskan mengapa kalong terbatas penyebarannya di wilayah tropis. Kalong memiliki mata yang besar sehingga mereka dapat melihat dengan baik dalam keadaan kurang cahaya. Indra yang secara utama digunakan untuk navigasi adalah daya penciumannya yang tajam. Kalong tidak mengandalkan diri pada daya pendengaran seperti halnya kelelawar pemakan serangga yang menggunakan ekholokasi. Kalong sering mencari makanannya sampai jauh, hingga sejauh 40 mil dari tempatnya tidur.

Pada umumnya jenis kalong tidur dalam kelompok besar di pohon-pohon yang tinggi; pada pohon mati atau pada ranting-ranting yang gundul tak berdaun.[8]

Status konservasi

Lukisan kerangka Kalong india Pteropus giganteus

Banyak jenis kalong yang menghadapi kepunahan. Terutama di kawasan Pasifik, sejumlah spesies terancam punah karena perburuan yang berlebihan untuk konsumsi manusia. Di Kepulauan Mariana daging kalong merupakan makanan lezat, yang mendorong perdagangannya secara besar-besaran. Pada 1989, CITES memasukkan semua spesies Pteropus ke dalam Apendiks 2; yakni daftar jenis-jenis hewan dan tumbuhan yang perdagangannya perlu diawasi secara ketat agar tidak punah. Di samping itu, petani sering pula menganggapnya sebagai hama kebun yang perlu diberantas; sementara yang lain memanfaatkannya sebagai obat sakit asma. Predator kalong di alam adalah burung-burung pemangsa, ular, dan mamalia karnivora.

Spesies

Kalong hitam Pteropus alecto
Livingstone's Fruit Bat Pteropus livingstonii
Kalong mariana Pteropus mariannus
Kalong kepala-abu Pteropus poliocephalus
Kalong samoa Pteropus samoensis
Kalong kapauk Pteropus vampyrus

Laman Mammals Species of the World mencatat sejumlah 65 spesies anggota genus Pteropus:[9]

    • Kalong angkatan laut (P. admiralitatum)
    • Kalong aldabra (P. aldabrensis)
    • Kalong hitam (P. alecto)
    • Kalong samoa kecil (P. allenorum)
    • Kalong vanuatu (P. anetianus)
    • Kalong aru (P. aruensis)
    • Kalong kepala-abu (P. caniceps)
    • Kalong bismarck (P. capistratus)
    • Kalong maluku (P. chrysoproctus)
    • Kalong makira (P. cognatus)
    • Kalong kacamata (P. conspicillatus)
    • Kalong samoa besar (P. coxi)
    • Kalong ryukyu (P. dasymallus)
    • Kalong-topeng irlandia baru (P. ennisae)
    • Kalong nicobar (P. faunulus)
    • Kalong banks (P. fundatus)
    • Kalong gilliard (P. gilliardorum)
    • Kalong kelabu (P. griseus)
    • Kalong ontong java (P. howensis)
    • Kalong kecil (P. hypomelanus)
    • Kalong andersen (P. intermedius)
    • Kalong kei (P. keyensis)
    • Kalong livingstone (P. livingstonii)
    • Kalong lombok (P. lombocensis)
    • Kalong okinawa (P. loochoensis)
    • Kalong lyle (P. lylei)
    • Kalong telinga-besar (P. macrotis)
    • Kalong sanborn (P. mahaganus)
    • Kalong mariana (P. mariannus)
    • Kalong india (P. medius)
    • Kalong kumis-hitam (P. melanopogon)
    • Kalong telinga-hitam (P. melanotus)
    • Kalong caroline (P. molossinus)
    • Kalong besar (P. neohibernicus)
    • Kalong mauritius (P. niger)
    • Kalong temotu (P. nitendiensis)
    • Kalong seram (P. ocularis)
    • Kalong berhias (P. ornatus)
    • P. pelagicus
    • Kalong pelew (P. pelewensis)
    • Kalong bertopeng (P. personatus)
    • Kalong geekvink (P. pohlei)
    • Kalong kepala-kelabu (P. poliocephalus)
    • Kalong bonin (P. pselaphon)
    • Kalong talaud (P. pumilus)
    • Kalong solomons (P. rayneri)
    • Kalong rennell (P. rennelli)
    • Kalong rodrigues (P. rodricensis)
    • Kalong madagaskar (P. rufus)
    • Kalong samoa (P. samoensis)
    • Kalong merah-kecil (P. scapulatus)
    • Kalong seychelles (P. seychellensis)
    • Kalong kelabu filipina (P. speciosus)
    • Kalong temminck (P. temminckii)
    • Kalong insular (P. tonganus)
    • Kalong vanikoro (P. tuberculatus)
    • Kalong kosrae (P. ualanus)
    • Kalong kapauk (P. vampyrus)
    • Kalong kaledonia baru (P. vetulus)
    • Kalong pemba (P. voeltzkowi)
    • Kalong kerdil (P. woodfordi)

Catatan kaki dan rujukan lain

  1. 1 2 "Checklist of the Mammals of Indonesia 3rd edition" (PDF). ResearchGate (disimpan di GitHub & Internet Archive). LIPI / Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2019. hlm. 16. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 14 Juli 2025. Diakses tanggal 14 Juli 2025.
  2. ↑ "Pteropus Brisson 1762 (flying fox)". Fossilworks. Diakses tanggal 17 December 2021.
  3. ↑ ICZN (1998). "Opinion 1894. Regnum Animale ..., Ed. 2 (M.J. Brisson, 1762): rejected for nomenclatural purposes, with the conservation of the mammalian generic names Philander (Marsupialia), Pteropus (Chiroptera), Glis, Cuniculus, and Hydrochoerus (Rodentia), Meles, Lutra and Hyaena (Carnivora), Tapirus (Perissodactyla), Tragulus and Giraffa (Artiodactyla)". Bulletin of Zoological Nomenclature. 55 (1): 64–71.
  4. ↑ Suyanto, A.. 2001. Kelelawar di Indonesia. Puslitbang Biologi – LIPI. Hal.7
  5. ↑ Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. The Mammals of Indomalayan Region: a systematic review: 57-8. Oxford: Nat. Hist. Mus. Publ. & Oxford Univ. Press.
  6. 1 2 Lekagul B. & J.A. McNeely. 1977. Mammals of Thailand: 50. Bangkok: Association for the Conservation of Wildlife.
  7. ↑ Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Serawak, & Brunei Darussalam. Sabah Society, WCS, dan WWF Malaysia. Hal. 179-180
  8. ↑ Flannery, T.. 1995. Mammals of the South-West Pacific & Moluccan Islands: 184. Chatswood NSW:Reed Books.
  9. ↑ Simmons, N.B. 2005. "Pteropus". In Wilson, D.E.; D.M. Reeder. Mammal Species of the World (3rd ed.). Johns Hopkins University Press. ISBN 978-0-8018-8221-0.
  • Altringham, J.D. (1996). Bats: biology and behaviour. Oxford: Oxford University Press. ISBN 0198503229.
  • Hall, L. S. & Richards, G. C. (2000). Flying foxes: fruit and blossom bats of Australia. Sydney: University of New South Wales Press. ISBN 0868405612. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  • Marshall, A.G. (1985). "Old world phytophagus bats (Megachiroptera) and their food plants: a survey". Zoological Journal of the Linnean Society. 83: 351–369. doi:10.1111/j.1096-3642.1985.tb01181.x.
  • Mickleburgh, S., Hutson, A.M. & Racey, P. (1992) Old World Fruit Bats: An Action Plan for Their Conservation. Gland, Switzerland: IUCN
  • Neuweiler, G. (2000). The Biology of Bats. New York: Oxford University Press. ISBN 0195099516.
  • Nowak, R.M. & Walker, E.P. (1994). Walker's bats of the world. Baltimore: Johns Hopkins University Press. ISBN 0801849861. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)

Pranala luar

Wikispecies mempunyai informasi mengenai Kalong.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pteropus.
  • Flying Fox Manual - A manual for Wildlife Carers in Australia by Dave Pinson Diarsipkan 2007-10-09 di Wayback Machine.
  • Overview of flying foxes at Rancho Transylvania Diarsipkan 2008-06-11 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Spesies hidup famili Pteropodidae
  • Kingdom: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Mammalia
  • Infrakelas: Eutheria
  • Superordo: Laurasiatheria
  • Ordo: Chiroptera
Subfamili Nyctimeninae
Nyctimene
(Paniki)
  • Paniki besar (N. aello)
  • Paniki umum (N. albiventer)
  • Paniki pallas (N. cephalotes)
  • Paniki gunung (N. certans)
  • Paniki telinga-bundar (N. cyclotis)
  • Paniki naga (N. draconilla)
  • Paniki keast (N. keasti)
  • Paniki pulau (N. major)
  • Paniki malaita (N. malaitensis)
  • Paniki setan (N. masalai)
  • Paniki kecil (N. minutus)
  • Paniki filipina (N. rabori)
  • Paniki timur (N. robinsoni)
  • Paniki umboi (N. vizcaccia)
Paranyctimene
  • Codot hidung-tabung kecil (P. raptor)
  • Codot hidung-tabung setia (P. tenax)
Subfamili Cynopterinae
Aethalops
(Pygmy fruit bats)
  • Cecadu kalimantan (A. aequalis)
  • Cecadu bukit (A. alecto)
Alionycteris
  • Codot kerdil mindanao (A. paucidentata)
Balionycteris
  • Cecadu sayap-bintik (B. maculata)
  • Cecadu sayap-bintik melayu (B. seimundi)
Chironax
  • Bukal kepala-hitam (C. melanocephalus)
Cynopterus
(Dog-faced fruit bats)
  • Codot krawar (C. brachyotis)
  • Codot horsfield (C. horsfieldii)
  • Codot sulawesi (C. luzoniensis)
  • Codot mini (C. minutus)
  • Codot nusa tenggara (C. nusatenggara)
  • Codot barong (C. sphinx)
  • Codot besar (C. titthaecheilus)
Dyacopterus
(kusing dayak)
  • Kelelawar buah dayak brooks (D. brooksi)
  • Kelelawar buah dayak rickart (D. rickarti)
  • Kusing dayak (D. spadiceus)
Haplonycteris
  • Codot kerdil fischer (H. fischeri)
Latidens
  • Codot salim ali (L. salimalii)
Megaerops
  • Tungkol umum (M. ecaudatus)
  • Tungkol jawa (M. kusnotoi)
  • Tungkol ratanaworabhan (M. niphanae)
  • Tungkol kalimantan (M. wetmorei)
Otopteropus
  • Kelelawar buah luzon (O. cartilagonodus)
Penthetor
  • Pentae'n coboe (P. lucasi)
Ptenochirus
(Musky fruit bats)
  • Codot-kesturi besar (P. jagori)
  • Codot-kesturi kecil (P. minor)
Sphaerias
  • Codot blandford (S. blanfordi)
Thoopterus
  • Codot cepat (T. nigrescens)
  • Codot suhaniah (T. suhaniahae)
Subfamili Harpyionycterinae
Aproteles
  • Kelelawar buah bulmer (A. bulmerae)
Dobsonia
(kubu)
  • Kubu andersen (D. anderseni)
  • Kubu beaufort (D. beauforti)
  • Kubu filipina (D. chapmani)
  • Kubu halmahera (D. crenulata)
  • Kubu biak (D. emersa)
  • Kubu sulawesi (D. exoleta)
  • Kubu solomon (D. inermis)
  • Kubu kecil (D. minor)
  • Kubu maluku (D. moluccensis)
  • Kubu panniet (D. pannietensis)
  • Kubu nusa tenggara (D. peronii)
  • Kubu new britain (D. praedatrix)
  • Kubu hijau (D. viridis)
Harpyionycteris
  • Codot-harpi sulawesi (H. celebensis)
  • Codot harpi (H. whiteheadi)
Subfamili Macroglossinae
Macroglossus
(Cecadu pisang)
  • Cecadu-pisang kecil (M. minimus)
  • Cecadu-pisang besar (M. sobrinus)
Melonycteris
  • Kelelawar kembang fardoulis (M. fardoulisi)
  • Codot perut-hitam (M. melanops)
  • Codot woodford (M. woodfordi)
Notopteris
(Long-tailed fruit bats)
  • Codot ekor-panjang (N. macdonaldi)
  • Kelelawar kembang kaledonia baru (N. neocaledonica)
Syconycteris
(blossom bats)
  • Kelelawar kembang umum (S. australis)
  • Kelelawar kembang halmahera (S. carolinae)
  • Kelelawar kembang hutan-lumut (S. hobbit)
Subfamili Pteropodinae
Acerodon
  • Kalong sulawesi (A. celebensis)
  • Kalong talaud (A. humilis)
  • Kalong mahkota-emas raksasa (A. jubatus)
  • Kalong palawan (A. leucotis)
  • Kalong sunda (A. mackloti)
Desmalopex
  • Kalong sayap-putih (D. leucopterus)
  • Kalong sayap-putih kecil (D. microleucopterus)
Eidolon
(Kelelawar buah jerami)
  • Kelelawar buah madagaskar (E. dupreanum)
  • Kelelawar buah jerami (E. helvum)
Mirimiri
  • Kelelawar muka-monyet fiji (M. acrodonta)
Neopteryx
  • Kalong gigi-kecil (N. frosti)
Pteralopex
  • Kelelawar muka-monyet bougainville (P. anceps)
  • Kelelawar muka-monyet guadalcanal (P. atrata)
  • Kelelawar muka-monyet besar(P. flanneryi)
  • Kelelawar muka-monyet gunung (P. pulchra)
  • Kelelawar muka-monyet georgia baru (P. taki)
Pteropus
(kalong)
  • Kalong angkatan laut (P. admiralitatum)
  • Kalong aldabra (P. aldabrensis)
  • Kalong hitam (P. alecto)
  • Kalong samoa kecil (P. allenorum)
  • Kalong vanuatu (P. anetianus)
  • Kalong aru (P. aruensis)
  • Kalong kepala-abu (P. caniceps)
  • Kalong bismarck (P. capistratus)
  • Kalong maluku (P. chrysoproctus)
  • Kalong makira (P. cognatus)
  • Kalong kacamata (P. conspicillatus)
  • Kalong samoa besar (P. coxi)
  • Kalong ryukyu (P. dasymallus)
  • Kalong-topeng irlandia baru (P. ennisae)
  • Kalong nicobar (P. faunulus)
  • Kalong banks (P. fundatus)
  • Kalong gilliard (P. gilliardorum)
  • Kalong kelabu (P. griseus)
  • Kalong ontong java (P. howensis)
  • Kalong kecil (P. hypomelanus)
  • Kalong andersen (P. intermedius)
  • Kalong kei (P. keyensis)
  • Kelelawar buah livingstone (P. livingstonii)
  • Kalong lombok (P. lombocensis)
  • Kalong okinawa (P. loochoensis)
  • Kalong lyle (P. lylei)
  • Kalong telinga-besar (P. macrotis)
  • Kalong sanborn (P. mahaganus)
  • Kalong mariana (P. mariannus)
  • Kalong india (P. medius)
  • Kalong janggut-hitam (P. melanopogon)
  • Kalong telinga-hitam (P. melanotus)
  • Kalong caroline (P. molossinus)
  • Kalong besar (P. neohibernicus)
  • Kalong mauritius (P. niger)
  • Kalong temotu (P. nitendiensis)
  • Kalong seram (P. ocularis)
  • Kalong berhias (P. ornatus)
  • P. pelagicus
  • Kalong pelew (P. pelewensis)
  • Kalong bertopeng (P. personatus)
  • Kalong geekvink (P. pohlei)
  • Kalong kepala-kelabu (P. poliocephalus)
  • Kalong bonin (P. pselaphon)
  • Kalong talaud (P. pumilus)
  • Kalong solomons (P. rayneri)
  • Kalong rennell (P. rennelli)
  • Kalong rodrigues (P. rodricensis)
  • Kalong madagaskar (P. rufus)
  • Kalong samoa (P. samoensis)
  • Kalong merah-kecil (P. scapulatus)
  • Kalong seychelles (P. seychellensis)
  • Kalong kelabu filipina (P. speciosus)
  • Kalong temminck (P. temminckii)
  • Kalong insular (P. tonganus)
  • Kalong vanikoro (P. tuberculatus)
  • Kalong kosrae (P. ualanus)
  • Kalong kapauk (P. vampyrus)
  • Kalong kaledonia baru (P. vetulus)
  • Kalong pemba (P. voeltzkowi)
  • Kalong kerdil (P. woodfordi)
Styloctenium
  • Kalong muka-belang mindoro (S. mindorensis)
  • Kalong muka-belang sulawesi (S. wallacei)
Subfamili Rousettinae
Eonycteris
(kelelawar kembang/lalai)
  • Lalai besar (E. major)
  • Lalai kembang (E. spelaea)
  • Lalai filipina (E. robusta)
Rousettus
(nyap)
  • Subgenus Boneia: Kelelawar buah manado (R. bidens)
  • Subgenus Rousettus: Nyap geoffroy (R. amplexicaudatus)
  • Nyap sulawesi (R. celebensis)
  • Nyap mesir (R. aegyptiacus)
  • Nyap leschenault (R. leschenaulti)
  • Nyap lindu (R. linduensis)
  • Nyap komoro (R. obliviosus)
  • Nyap prapat (R. spinalatus)
  • Subgenus Stenonycteris: Nyap rambut-panjang (R. lanosus)
  • Nyap madagaskar (R. madagascariensis)
Subfamili Epomophorinae
Epomophorini
Epomophorus
(Epauleted fruit bats)
  • Codot-skoder angola (E. angolensis)
  • Codot-skoder ansell (E. anselli)
  • Codot-skoder peters (E. crypturus)
  • Codot-skoder gambia (E. gambianus)
  • Codot-skoder angola kecil (E. grandis)
  • Codot-skoder etiopia (E. labiatus)
  • Codot-skoder afrika timur (E. minimus)
  • Codot-skoder minor (E. minor)
  • Codot-skoder wahlberg (E. wahlbergi)
Epomops
(Epauleted bats)
  • Codot-skoder buettikofer (E. buettikoferi)
  • Codot-skoder dobson (E. dobsoni)
  • Codot-skoder franquet (E. franqueti)
Hypsignathus
  • Kelelawar kepala-palu (H. monstrosus)
Micropteropus
(Dwarf epauleted bats)
  • Codot-skoder kerdil hayman (M. intermedius)
  • Codot-skoder kerdil peters (M. pusillus)
Nanonycteris
  • Codot-skoder kerdil veldkamp (N. veldkampii)
Myonycterini
Megaloglossus
  • Codot azagnyi (M. azagnyi)
  • Kelelawar woermann (M. woermanni)
Myonycteris
(Little collared fruit bats)
  • Nyap angola (M. angolensis)
  • Codot-kerah são tomé (M. brachycephala)
  • Codot-kerah sierra leone (M. leptodon)
  • Codot-kerah kecil afrika timur (M. relicta)
  • Codot-kerah kecil (M. torquata)
Plerotini
Plerotes
  • Codot d'anchieta (P. anchietae)
Scotonycterini
Casinycteris
  • Codot lelangit-pendek (C. argynnis)
  • Codot campo-ma'an (C. campomaanensis)
  • Codot pohle (C. ophiodon)
Scotonycteris
  • Codot zenker (S. zenkeri)
Pengidentifikasi takson
Pteropus
  • Wikidata: Q1241332
  • Wikispecies: Pteropus
  • ADW: Pteropus
  • AFD: Pteropus
  • BioLib: 33950
  • BOLD: 3238
  • CoL: 64365
  • EoL: 15607
  • GBIF: 2432854
  • iNaturalist: 40870
  • IRMNG: 1362106
  • ITIS: 180032
  • MSW: 13800239
  • NCBI: 9401
  • Open Tree of Life: 813030
  • Paleobiology Database: 103145
  • Plazi: 690487A5-FFC5-FF88-0926-FEE0FC55D0DA
  • ZooBank: 5301D5D8-09B6-4BD4-9F7D-66EA0A9DCE41
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pengenalan
  2. Ekologi
  3. Status konservasi
  4. Spesies
  5. Catatan kaki dan rujukan lain
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar genus mamalia

artikel daftar Wikimedia

Mamalia

kelas dari tetrapoda

Daftar-daftar hewan

binatang: Daftar spesies Daftar binatang menyusui Daftar genus karnivor Daftar genus mamalia Daftar burung Daftar burung nasional Daftar ikan Daftar bunyi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026