Kelinci bulan dalam folklor adalah seekor kelinci yang tinggal di Bulan, berdasarkan pada pareidolia yang mengidentifikasikan mare Bulan sebagai seekor kelinci. Kisah tersebut terkenal di berbagai negara, utamanya dalam folklor Tiongkok dan mitologi Aztej. Di Asia Timur, kelinci tersebut terlihat sedang menggunakan lesung dan mortar, tetapi penggambaran mortar berbeda antara folklor Tiongkok. Pada folklor Tiongkok, kelinci tersebut sering digambarkan sebagai teman dari dewi Bulan Chang'e, yang sedang membuat ramuan kehidupan abadi untuknya; tetapi pada versi Jepang dan Korea, kelinci tersebut digambarkan sedang membuat kue nasi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kelinci bulan | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Gambar seekor kelinci dan mortar yang terlihat di permukaan Bulan. | |||||||||||
| Hanzi: | 月兔code: zh is deprecated | ||||||||||
| Makna harfiah: | Moon rabbit | ||||||||||
| |||||||||||
| nama alternatif | |||||||||||
| Hanzi: | 玉兔code: zh is deprecated | ||||||||||
| |||||||||||
Kelinci bulan dalam folklor (cerita rakyat) adalah seekor kelinci yang tinggal di Bulan, berdasarkan pada pareidolia yang mengidentifikasikan mare Bulan sebagai seekor kelinci. Kisah tersebut terkenal di berbagai negara, utamanya dalam folklor Tiongkok dan mitologi Aztej.[1][2] Di Asia Timur, kelinci tersebut terlihat sedang menggunakan lesung dan mortar, tetapi penggambaran mortar berbeda antara folklor Tiongkok. Pada folklor Tiongkok, kelinci tersebut sering digambarkan sebagai teman dari dewi Bulan Chang'e, yang sedang membuat ramuan kehidupan abadi untuknya; tetapi pada versi Jepang dan Korea, kelinci tersebut digambarkan sedang membuat kue nasi.