Gangguan kepribadian skizoid adalah gangguan di mana orang yang memilikinya sering menjauhkan diri dari orang lain serta memiliki pemikiran yang bersifat eksentrik. Ciri-ciri individu yang mengalami skizoid adalah tidak memiliki keinginan untuk intim atau menjadi bagian dari kelompok sosial, dan sering kali memilih sendirian daripada bersama dengan orang lain. Individu ini juga cenderung tidak menunjukkan emosi secara penuh, kebutuhan akan afeksi yang kurang dan rendahnya introspeksi diri.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel bertopik psikiatri atau psikologi ini tidak dimaksudkan sebagai acuan analisa atau penentuan pengobatan atas kondisi diri sendiri atau orang lain. Silakan berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog klinis yang berwenang melakukan hal tersebut. Silakan baca juga halaman mengenai sangkalan medis |

Gangguan kepribadian skizoid adalah gangguan di mana orang yang memilikinya sering menjauhkan diri dari orang lain serta memiliki pemikiran yang bersifat eksentrik.[1] Ciri-ciri individu yang mengalami skizoid adalah tidak memiliki keinginan untuk intim atau menjadi bagian dari kelompok sosial, dan sering kali memilih sendirian daripada bersama dengan orang lain.[2] Individu ini juga cenderung tidak menunjukkan emosi secara penuh, kebutuhan akan afeksi yang kurang dan rendahnya introspeksi diri.[2][3]
Penderita SPD mungkin memiliki rasa superioritas yang tersembunyi, tetapi lain seperti penderita Gangguan Kepribadian Narsistik, penderita SPD tidak mencari pengakuan orang lain atau validasi sosial.[4] Penderita SPD sering kali merahasiakan pemikiran dan kreasi mereka untuk menghindari perhatian yang tidak diinginkan,[4] karena pada umumnya penderita SPD lebih senang jika orang lain di sekitarnya tidak mengetahui atau tidak menganggap keberadaan mereka.
Penyebab dari kelainan ini masih belum diketahui dan mungkin berhubungan dengan skizofrenia. Kelainan kepribadian skizoid tidak separah skizofrenia karena tidak menyebabkan diskoneksi dari realitas (pada bentuk halusinasi atau delusi) yang biasanya muncul pada penderita skizofrenia.[5] Beberapa profesional kesehatan mental berspekulasi bahwa masa kanak-kanak yang suram di mana tidak ada kehangatan dan emosi berkontribusi pada perkembangan gangguan tersebut.
Biasanya seseorang dengan kelainan kepribadian skizoid akan terlihat menyendiri dan terpisah, menghindari kegiatan sosial yang melibatkan kedekatan emosional dengan orang lain dan tidak ingin atau tidak bisa menikmati hubungan yang dekat, bahkan dengan anggota keluarga.[5]
Menurut DSM-5, kriteria yang digunakan untuk mendiagnosis gangguan skizoid adalah:
Seseorang dengan kelainan kepribadian ini tidak akan mencari pengobatan atau terapi. Oleh karena itu, sulit diketahui bagaimana langkah terapi yang efektif, misalnya terapi bicara juga tidak efektif. Hal ini disebabkan karena seseorang dengan kelainan ini mempunyai kesulitan untuk membentuk komunikasi dengan terapis. Salah Satu pendekatan yang dapat membantu Terapi yaitu mengurangi kebutuhan kedekatan emosional atau intimasi pada individu tersebut. Individu dengan kelainan kepribadian skizoid biasanya membentuk relasi yang baik tanpa fokus dengan kedekatan emosional. Mereka baik untuk membina relasi yang berfokus pada pekerjaan, aktivitas intellectual dan ekspektasi.[5]