Dalam Buddhisme, punarbawa, juga dikenal sebagai kelahiran kembali dan tumimbal lahir, mengacu pada ajaran bahwa tindakan makhluk hidup mengarah pada kehidupan baru setelah kematian, dalam siklus tanpa akhir yang disebut saṃsāra. Siklus ini dianggap sebagai dukkha, yaitu "tidak memuaskan, menderita, dan menyakitkan". Siklus ini berhenti hanya jika Nirwana (pembebasan) dicapai melalui pencerahan dan padamnya nafsu keinginan. Punarbawa adalah salah satu ajaran dasar Buddhisme, bersama dengan karma dan Nirwana. Punarbawa juga merupakan ajaran utama Buddhisme awal bersama dengan ajaran tentang karma. Dalam kitab-kitab masa awal, Sang Buddha mengklaim bahwa Beliau memiliki pengetahuan tentang banyak kehidupan masa lalunya. Punarbawa dan konsep-konsep lain tentang kehidupan setelah kematian telah ditafsirkan dengan cara yang berbeda-beda oleh berbagai aliran Buddhisme.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Dalam Buddhisme, punarbawa, juga dikenal sebagai kelahiran kembali dan tumimbal lahir, mengacu pada ajaran bahwa tindakan makhluk hidup mengarah pada kehidupan baru setelah kematian, dalam siklus tanpa akhir yang disebut saṃsāra. Siklus ini dianggap sebagai dukkha, yaitu "tidak memuaskan, menderita, dan menyakitkan". Siklus ini berhenti hanya jika Nirwana (pembebasan) dicapai melalui pencerahan dan padamnya nafsu keinginan. Punarbawa adalah salah satu ajaran dasar Buddhisme, bersama dengan karma dan Nirwana. Punarbawa juga merupakan ajaran utama Buddhisme awal bersama dengan ajaran tentang karma. Dalam kitab-kitab masa awal, Sang Buddha mengklaim bahwa Beliau memiliki pengetahuan tentang banyak kehidupan masa lalunya. Punarbawa dan konsep-konsep lain tentang kehidupan setelah kematian telah ditafsirkan dengan cara yang berbeda-beda oleh berbagai aliran Buddhisme.