Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Canakya

Cānakya adalah seorang penasihat maharaja Maurya pertama, Chandragupta dan kepala arsitek pada masa kebangkitannya. Kautilya dan Vishnugupta, nama yang dikenali sebagai Canakya, penulis Arthaśāstra. Canakya dianggap sebagai pelopor ilmu politik dan ekonomi India. Di Dunia Barat, dia dijuluki "Machiavelli India", meskipun karya Canakya mendaului Machiavelli sekitar 1.800 tahun. Canakya adalah seorang guru di Takṣaśila, pusat pembelajaran kuno, dan berperan penting dalam pendirian Kemaharajaan Maurya, yang pertama di anak benua India. Karya-karyanya hilang saat mendekati akhir Dinasti Gupta dan tidak ditemukan kembali sampai tahun 1915.

Wikipedia article
Diperbarui 15 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Canakya

Canakya
Tokoh Inspirasi Chanakya
Lahir350 SM[1][2]
Meninggal275 SM[1][2]
Pataliputra
Nama lainKauṭilya, Vishnugupta
AlmamaterTaxila
PekerjaanProfessor; Pengawas Chandragupta Maurya
Dikenal atasPendiri Kerajaan Maurya
Karya terkenalArthashastra, Chanakya Niti
Orang tua
  • Chanake (ayah)

Cānakya (Dewanagari: चाणक्य; ,IAST: Cāṇakya,; Tamil: சாணக்கியன்; IAST: Cāṇakiyan) (sekitar 350–275 SM) adalah seorang penasihat maharaja Maurya pertama, Chandragupta dan kepala arsitek pada masa kebangkitannya.[1] Kautilya dan Vishnugupta, nama yang dikenali sebagai Canakya, penulis Arthaśāstra.[3] Canakya dianggap sebagai pelopor ilmu politik dan ekonomi India.[4] Di Dunia Barat, dia dijuluki "Machiavelli India", meskipun karya Canakya mendaului Machiavelli sekitar 1.800 tahun. Canakya adalah seorang guru di Takṣaśila, pusat pembelajaran kuno, dan berperan penting dalam pendirian Kemaharajaan Maurya, yang pertama di anak benua India. Karya-karyanya hilang saat mendekati akhir Dinasti Gupta dan tidak ditemukan kembali sampai tahun 1915.[5][6][7][8]

Referensi

  1. 1 2 3 V. K. Subramanian (1980). Maxims of Chanakya: Kautilya. Abhinav Publications. hlm. 1–. ISBN 978-0-8364-0616-0. Diakses tanggal 2016-01-16.
  2. 1 2 Jain 2008, hlm. 9.
  3. ↑ Hassan Sadhily. Ensiklopedi Indonesia Volume 2. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve.
  4. ↑ Mabbett, I. W. (1964). "The Date of the Arthaśāstra". Journal of the American Oriental Society. 84 (2). American Oriental Society: 162–169. doi:10.2307/597102. JSTOR 597102. ISSN 0003-0279.
  5. ↑ L. K. Jha, K. N. Jha (1998). "Chanakya: the pioneer economist of the world", International Journal of Social Economics 25 (2–4), p. 267–282.
  6. ↑ Waldauer, C., Zahka, W.J. and Pal, S. 1996. Kauṭilya's Arthashastra: A neglected precursor to classical economics. Indian Economic Review, Vol. XXXI, No. 1, pp. 101–108.
  7. ↑ Tisdell, C. 2003. A Western perspective of Kauṭilya's Arthashastra: does it provide a basis for economic science? Economic Theory, Applications and Issues Working Paper No. 18. Brisbane: School of Economics, The University of Queensland.
  8. ↑ Sihag, B.S. 2007. Kauṭilya on institutions, governance, knowledge, ethics and prosperity. Humanomics 23 (1): 5–28.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Italia
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Belanda
    • 2
  • Norwegia
  • Yunani
  • Korea
  • Swedia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
Akademik
  • CiNii
Orang
  • Trove
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
    • 2
  • Yale LUX


Artikel bertopik biografi India ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Arthasastra

Kautilya dan Viṣhṇugupta, yang secara tradisional diidentifikasi sebagai Cāṇakya (c. 350–283 BC), seorang sarjana di Takshashila dan kemudian menjadi perdana

Sutra (sastra)

anggitan Canakya maupun anggitan Somadewa adalah risalah-risalah ketatanegaraan, hukum, dan politik. Berbagai versi Nitisutra anggitan Canakya sudah ditemukan

Geguritan

bentuk puisi di kalangan penutur bahasa Jawa dan Bali

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026