Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

KRI Keris (624)

KRI Keris (624) merupakan kapal perang jenis kapal KCR.

Wikipedia article
Diperbarui 1 Mei 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

KRI Keris (624)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
KRI Keris (624)
Sejarah
Indonesia
Nama Keris
Asal nama Keris
Pembangun Korea Tacoma Marine Industries Ltd
Mulai berlayar Februari 1980
Identifikasi Nomor lambung: 624
Status Aktif
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis Kapal cepat rudal kelas Mandau
Berat benaman
  • 250 ton (standar)
  • 290 ton (muatan penuh)
Panjang 537 m (1.761 ft 10 in)
Lebar 8 m (26 ft 3 in)
Pendorong
  • CODOG :
  • 1 x Turbin uap General Electric-Fiat LM-2500
  • 2 x Diesel MTU 12V331TC81
Kecepatan 41 knot (76 km/h; 47 mph)
Jangkauan 2.600 nmi (4.815 km; 2.992 mi) pada 14 knot (26 km/h; 16 mph)
Awak kapal 43
Sensor dan
sistem pemroses
  • Radar Racal Decca AC1226
  • Radar kendali penembakan Signal WM28
  • Selenia NA-18 e/o director
  • Rangkaian ECM ESM Thompson-CSF DR2000S
Senjata
  • Seperti yang dibangun
  • Meriam:
    1 x 57/70 Bofors SAK Mk 1
    1 x 40/70 Bofors 350AFD
    2 x 20/85 S.20
  • Rudal:
    4 x MM38 Exocet SSM (mungkin dilepas dan diganti dengan rudal C-802)

KRI Keris (624) merupakan kapal perang jenis kapal KCR ( Kapal Cepat Rudal ).

KRI Keris milik Indonesia merupakan kapal kelas PSK Mk5. KRI Keris di buat oleh Korea-Tacoma SY, Masan, Korea Selatan. Kapal lain dalam kelas yang sama adalah KRI Mandau (621), KRI Rencong (622), dan KRI Badik (623).

Sejarah

Desain kapal dapat untuk menerima berbagai sistem persenjataan dan detektor untuk memenuhi kebutuhan operasi yang berkembang untuk pasukan Indonesia.

Kapal

Peluru Kendali

Awalnya KRI Keris menggunakan Rudal Aerospatiale MM-38 Exocet sebanyak 4 pucuk (2 x 2), yang memiliki jangkauan maksimum 42 km (23 mil laut) dengan kecepatan 0,9 mach, berhulu ledak 165 kg, berpemandu active radar homing, bersifat jelajah inersia, sea-skimmer. TNI-AL merencanakan mengganti rudalnya dengan dengan rudal anti-kapal C-802 Saccade buatan Cina. Setiap kapal dirancang untuk dilengkapi dengan dua rudal C-802 Saccade yang sepanjang 6.39 meter, panjang sayap 1.22 meter, seberat 715 kg. Rudal ini memiliki jarak serangan 120 km (melebihi Exocet) pada kecepatan 0.9 Mach. Rudal ini juga dilengkapi radar yang mampu mengatasi sistem penangkis elektronik (Electronic Counter measure - ECM).

Meriam

Meriam utama KRI Keris yang dipasang pada dek haluan adalah meriam 57 mm/70 kaliber dengan dukungan satu meriam 40 mm . Selain itu ia mempunyai dua senapan mesin 20 mm. Meriam-meriam ini di pandu sistem tembakan WM-28 dan digunakan bagi pertahanan udara jarak-dekat terhadap pesawat dan helikopter dan terhadap peluru kendali anti-kapal yang datang.

Sensor, Radar, Umpan dan Senjata Elektronik

Radar MR-302/Strut Curve Radar kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob

Sonar MG-322T Decoy PK-16 decol RL

Tenaga Penggerak

Kapal ini digerakan oleh 2 buah mesin diesel dan sebuah mesin turbin . Mesin Diesel digunakan saat kecepatan rendah atau menghemat BBM sedangkan mesin turbin digunakan bila kapal ingin mencapai kecepatan maksimal dengan konsekuensi bahan bakar menjadi lebih boros. ( 2 M504 Diesel, 1425 hp, melalui 2 shaft ke 2 propeler,dan 1 turbin GE LM 1500 )

Penugasan

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Referensi

Sumber

  • (Indonesia) AMUNISI


Ikon rintisan

Artikel bertopik Kapal Perang Republik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Kapal
  3. Peluru Kendali
  4. Meriam
  5. Sensor, Radar, Umpan dan Senjata Elektronik
  6. Tenaga Penggerak
  7. Penugasan
  8. Referensi
  9. Sumber
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026