Justine Henin adalah seorang petenis Belgia yang merupakan mantan petenis putri no. 1 dunia. Ia berasal dari daerah Walonia. Ia terkenal karena bermental baja dan pukulan backhand yang hebat — yang disebut John McEnroe sebagai pukulan terbaik di dunia — yang merupakan salah satu faktor yang membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik dunia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kewarganegaraan | Belgia |
|---|---|
| Tempat tinggal | Monte Carlo, Monako |
| Tinggi | 1,67 m |
| Berat | 57 kg (126 pon) |
| Memulai pro | 1 Januari 1999 |
| Pensiun | 14 Mei 2008 |
| Tipe pemain | Kanan |
| Total hadiah | $19.461.375 |
| Tunggal | |
| Rekor (M–K) | 496-107 |
| Gelar | 41 |
| Peringkat tertinggi | 1 (20 Oktober 2003) |
| Hasil terbaik di Grand Slam (tunggal) | |
| Australia Terbuka | M ('04) |
| Prancis Terbuka | M ('03, '05, '06, '07) |
| Wimbledon | F ('01, '06) |
| AS Terbuka | M ('03, '07) |
| Ganda | |
| Rekor (M–K) | 47-35 |
| Gelar | 2 |
| Peringkat tertinggi | 23 (14 Januari 2002) |
| Statistik terbaru dimutakhir pada 15 Mei 2008. | |
Justine Henin ⓘ (sebelumnya Justine Henin-Hardenne; lahir pada 1 Juni 1982 di Liège) adalah seorang petenis Belgia yang merupakan mantan petenis putri no. 1 dunia. Ia berasal dari daerah Walonia (wilayah Belgia yang berbahasa Prancis). Ia terkenal karena bermental baja dan pukulan backhand yang hebat — yang disebut John McEnroe sebagai pukulan terbaik di dunia — yang merupakan salah satu faktor yang membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik dunia.[1][2]
Ia memenangi tujuh gelar Grand Slam tunggal, termasuk empat gelar Prancis Terbuka, dan juga medali emas pada Olimpiade 2004
Secara total meraih 43 gelar WTA dengan rekor menang-kalah 525-115. Henin menjadi petenis tunggal putri pertama sejak Monica Seles (1990-1992) yang memenangi Prancis Terbuka untuk tiga kali berturut-turut (2005-2007). Ia mengumumkan pensiun dari dunia tenis profesional pada 14 Mei 2008 saat masih berperingkat pertama dunia.